Selasa, 05 Agustus 2014

MELAWAN LUPA, KHAWARIJ INSTAN

:: Melawan Lupa, Khawarij Instan ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Untukmu Jama'ah Tahdzir,

Sikapmu tak berubah meskipun kau telah terperosok dalam jurang lembah bersimbah darah.

Record fakta th.2000-an kau simpan rapi seolah bumi pertiwi sunyi sepi.

Sejak th.1990-an sampai sekarang Dana Ihya Turats menjadi kambing hitam, merobek harga diri setiap da'i meskipun tak terbukti, kau pede' sekali menjadi Salafy Sejati.

Dan bagi pengikut baru jama 'ah tahdzir, janganlah anda banyak omong karena omonganmu kosong, dan tentu anda adalah pengikut baru, tak akan tahu bahwa guru - guru kalian tangannya bersimbah darah namun merasa tak bersalah.

Ingatkah ambon...
Ingatkah Poso..
Ada khawarij Instan disana.. lantaran para ulama mentahdzir aksi khawarij instan ini,
Maka diantara mereka langsung bertaubat ( kalau tak mau dikatakan cuci tangan),
Anehnya jamaah tahdzir ini bermetamorfosis menjadi salafy paling sejati...

Setelah cuci tangan dari tragedi ambon dan poso...
sikapmu tak berubah terhadap para da'i, isu ihya turats masih jadi produk gagal yang laris manis laksana jeruk nipis.

sampai saat ini seolah darah ditangan mereka bersih, jamaah tahdzir sok ' jadi salafy sejati tapi tak tau diri.

Ditengah dakwah salafiyyah berkembang dan ambil peran dibumi pertiwi, di sisi lain jamaah tahdzir tak mensyukurinya sehingga mereka masih saja serampangan memfitnah lebih dahsyat lagi.

Duhai Jamaah Tahdzir...
kalaupun sekiranya kami mengambil dana tersebut toh kami atas izin Allah masih istiqamah, namun sayang diantara kami ada yang tak mengambil dari ihya turats akan tetapi tetap saja kau tuduh secara dzalim.

Kalau pun mengambil dana alhamdulillah kami tetap istiqamah, adapun kalian...?
pembangkangan Pemerintah,
Pertumpahan Darah,
Pengumpulan masa,
Menjadi Khawarij Instan, Hizbi sejati...
semua itu telah kalian lakukan akan tetapi kalian lupa.... atau pura-pura lupa..

Duhai Jamaah tahdzir....
sy pernah mendengar seorang da'i mengatakan dlm do'anya "kalau manhaj mereka begini terus, dzalim terhadap orang lain perpecahan akan terjadi jilid 2 pada mereka, kami mohon pada Allah"

Alhamdulillah...
Allah telah membuktikan, saat ini perpecahan di internal (para da'i jamaah tahdzir) jilid 2 benar-benar terjadi, diantaranya ada yang ruju', diantaranya ada yang membuat faksi tahdzir baru, diantaranya lagi istiqamah dengan para da'i jamaah tahdzir,

Duhai Jamaah Tahdzir...
Jadilah Salafy Sejati, niscaya kau tak akan merugi...!!!

SENTILAN UNTUK JAMA'AH TAHDZIR


SENTILAN UNTUK JAMA'AH TAHDZIR ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Ustadz Badru tampil di TV koq di masalahkan..?
difitnah..!
digunjing..!
padahal itu semua tidak direncanakan dan mungkin beliau pun tak mengetahui 'insert' adalah acara gosip.

koq mungkin..?
ya.. karena hakikat muslim adalah selamat terlebih seorang da'i, jauhi dzan diantara kalian bukankah kehormatan kaum muslimin terjaga..?

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap muslim terhadap muslim yang lain adalah haram, yakni (haram) darahnya, (haram) kehormatannya, dan (haram) hartanya". [HR. Muslim]

Dengan demikian, atas dasar apa anda menjatuhkan kehormatan seorang muslim..?

atas kaidah apa anda langsung memvonis seorang muslim dengan julukan buruk..?

Jika anda masih mencari pembenaran bukan kebenaran atas tindakan anda maka ketahuilah Ibunda kita 'Aisyah Radhiyallahu'anha tentu telah anda tuduh berzina.

Ingatkah anda ibunda kita Aisyah Radhiyallahu'anha secara tidak terencana ia bertemu dengan Shafwan ibnu Mu’aththal radhiyallahu ‘anhu dalam kesendirian lantaran tertinggal dengan barisan kaum muslimin..?

Kalau anda menerapkan sebagaimana yang anda terapkan sekarang dengan menjatuhkan kehormatan seorang muslim tanpa hak, mungkin anda telah menuduh ibunda kita berzina saat itu.

kenapa demikian..?
karena tindakan anda saat ini mirip dengan kaum munafikin yang menuduh Aisyah radhiyallahu 'anha berzina.

Allah Ta’ala mengingatkan kepada orang yang beriman agar tetap berprasangka baik terhadap ibunda Aisyah radhiyallahu 'anha dan tidak terpengaruh oleh kaum munafikin dalam menyebarkan kedustaan tersebut. Allah ta'ala berfirman:

"Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong tersebut, orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan mengapa mereka tidak berkata, ‘Ini adalah sebuah berita bohong yang nyata’.” (An-Nur: 12)

Dengan demikian sikap jama'ah tahdzir yang tidak bisa menjaga lisannya, menjatuhkan martabat seorang muslim terlebih seorang da'i yang tak terencana diliput via TV Nasional adalah suatu yang tak perlu dianggap penyimpangan, terlebih dijuluki label negative tanpa hak, tanpa tabayun asal vonis asal tunjuk.

Jama'ah Tahdzir adalah Sekumpulan orang yang tidak bisa membuka mata dalam kehidupan modern, yang mana Allah mudahkan dakwah dengan pelbagai media selama tak melanggar syari'at.

sehingga hati mereka sempit, memberatkan diri, sedangkan agama ini luas dan tidak membebankan hambanya (agama islam adalah mudah).

MODUS IKHWAN N AKHWAT GADUNGAN



Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Modus Ikhwan dan Akhwat GADUNGAN, dengan berbagai kriminal seperti :
1. ikhwan pencari 'perawan' (nikah bermalam langsung kabur) saat ini lebih mantap ikhtiarnya lewat sihir.

2. Akhwat perampas harta, (menikah sekalipun menjadi 'madu' sing penting keruk harta langsung kabur)

3. Akhwat Maling di majelis ta'lim. (memanfaatkan ta'lim salafy untuk mencari kelengahan muslimah Terutama saat melakukan shalat berjamaah ba'da ta'lim dimana saat itu ia mengaku sedang haid lalu ketika anda shalat ia rampas tas dan barang berharga).

4. Ikhwan bercadar ( ikhwan memakai gamis dan hijab bercadar memanfaatkan kelengahan muslimah di ta'lim salafy atau hanya menginginkan memandang wanita salafiyyat )

Saudaraku...
pencegahan nya adalah Dzikrullah, terutama pagi dan petang dijaga meskipun hanya sayyidul istighfar.

Senantiasa waspada, tetaplah tebar senyum dan salam kepada kaum muslimin namun hendaknya anda tetap memiliki personal security (pengamanan diri).

untuk muslimah menghindari sihir selain dzikrullah simpanlah foto cantik anda pada tempatnya, Jangan dipajang di media sosial.

selalu waspada...
tidak selamanya orang yang mengaku baik itu adalah baik.

tidak selamanya orang yang berpenampilan baik itu adalah baik.

baiknya seseorang tentu melalui proses yang panjang sehingga anda menjadikan orang baru menjadi baik, dengan tahapan :

1. pengenalan dirinya, jika anda hanya sekedar berteman secara biasa (latar belakang mencangkup seluruhnya)

2. kenali aktivitasnya secara detail sekiranya anda ingin bekerja sama lebih jauh dengan orang itu.

3. kenali keluarganya. (bagi anda yang akan menikah, prinsipnya bukan orang baik jika mempertahankan head to head, maka kenalilah keluarganya)

semoga bermanfaat.

Senin, 04 Agustus 2014

LEBARAN DAN LIBURAN SHALAT

cm




LEBARAN DAN LIBURAN SHALAT :

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Suasana lebaran diiringi rasa antusias sebagian kalangan kaum muslimin dengan melakukan pelbagai agenda seperti mudik, berwisata, tanpa kecuali ahli maksiat tak mau ketinggalan untuk berpesta foya ( perokok kembali merokok, pemabuk kembali mabuk, pezina kembali berzina dan sejenisnya ).

di sela-sela hingar bingar agenda mengasyikan diatas menjadikan mereka lupa urgensi iedul fithri, dimana iedhul fithri adalah hari raya menuju keta'atan, hari raya kaum mukmin, yang konsekwensinya adalah istiqamah dalam keta'atan setelah ramadhan, namun diantara kaum muslimin ( jika tak mau dikatakan Sebagian Besar) mereka lalai dalam segala amalan ketaatan terlebih yang utama adalah shalat, shalat ditinggalkan dengan alasan sibuknya melaksanakan segudang agenda lebaran (sy tidak mengatakan iedul fithri melainkan 'lebaran').

saudaraku..
sebagaimana kita ketahui bersama shalat adalah tiangnya agama,

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

"islam dan pondasinya adalah shalat.”(HR. Tirmidzi)

Kalau misalkan pondasi sebuah rumah tidak dibangun bagaimana anda membuat temboknya, membuat atapnya, dan lainya sehingga menjadi sebuah bangunan bernama rumah.

Bagaimana anda dikehendaki masuk surga sedangkan surga didapatkan dengan jalan amalan shalih dal hal ini adalah shalat sebagai pokok menerapkan penghambaan diri anda kepada Rabbul alamin.

Saudaraku
ketahuilah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“(Pembatas) antara seorang muslim dan Musyrik serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).

ketahuilah bagi anda yang meninggalkan shalat, nasib anda diakhirat tergantung kehendak Allah ta'ala setelah orang itu di siksa dalam neraka dari shalat yang ditinggalkannya maka apakah ia kafir atau muslim itu kehendak Allah, jika Allah masih menganggap muslim maka akan diangkat kesurga namun jika Allah taqdirkan ia kafir maka ia kekal di jahanam.... waiyyadzubillah, sebagaimana seorang yang meninggalkan zakat dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Kemudian (setelah mendapatkan siksa) dia akan melihat jalannya, apakah menuju ke surga atau ke neraka.” (HR. Abu Daud )

Saudaraku..
Jagalah shalatmu...!!!

Selasa, 22 Juli 2014

SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP HASIL PILPRES 2O14

:: PULANGLAH, KE MANHAJ SALAF ::
-Menyikapi Hasil Pilpres-


Abu Usaaamah Sufyan Bin Ranan




Siapapun Presidennya kaum muslimin tetap ta’at kepada penguasa terpilih pada hal yang ma’ruf, adapun sekiranya adanya penguasa yang dzalim terhadap kaum muslimin dalam segala kebijakannya maka hendaklah bersabar dan nasihati secara baik tanpa mengurangi martabat penguasa, namun tanpa memberontak atau kudeta terhadap penguasa tersebut.

Saudaraku....

Kembalilah kepada prinsip Islam, bahwa ba’iat rakyat kepada penguasa terpilih meskipun itu dari hasil peperangan, dari hasil sistem demokrasi, dan hasil non syar’I lainya sekiranya yang memenangi adalah sebagai penguasa yang sah, maka kaum muslimin wajib bai’at kepadanya
Sebagaimana perbuatan Shahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam Abdullah Bin Umar radhiyallahu’anhu membai’at Abdul malik bin marwan termaktub dalam kitab fathul bari, Yang mana sebelumnya Abdul malik bin marwan bersengketa kekuasaan dengan Abdullah bin Zubair, namun yang menang adalah Abdul Malik sehingga kekuasaan beralih padanya lalu Abdullah Bin Umar membaiatnya .

Al Imam Ibnu Hajar menjelaskan riwayat diatas :

“Ahli fiqih sepakat atas wajibnya menta’ati penguasa yang menang ketika merebut kekuasaan dan wajib berjihad bersama penguasa terpilih, dan menta’ati penguasa yang menang lebih baik dari pada mengkudeta”.

Al Imam asy Syafi’I dalam manaqibnya berkata :
“Siapapun yang menang dalam merebut kekuasaan meskipun melalui peperangan, dan yang memenanginya disebut penguasa dan manusia bersepakat atas kemenangannya maka ia adalah penguasa”.

Dan banyak perkataan ulama salaf yang sejenis seperti al Imam asy Syaukhani, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyyah, Syaikh Muhammad bin abdul wahhab dan selainya –semoga Allah merahmati mereka-.

Dengan demikian junjunglah tinggi-tinggi prinsip agama kita bahwa wajibnya ta’at kepada penguasa terpilih setelah dilantik nantinya.

Dan ketahuilah kita telah menunaikan apa yang kita pilih semata-mata bukan untuk tujuan politik, bukan untuk kepentingan kekuasaan melainkan kita berpartisipasi pemilu hanya untuk memilih kemadharatan terkecil untuk kemashlahatan kaum muslimin dan tidak lebih dari itu.

maka sekiranya hasil berbeda dari apa yang kita pilih hendaknya kembalikan kepada prinsip islam yang telah disebutkan diatas bukan dengan kudeta, bukan dengan menjelek-jelekan lembaga KPU yang merupakan bagian dari lembaga pemerintahan yang sah, dan sejenisnya.

Ketahuilah Penguasa kita saat ini Adalah Bapak SBY dan beliau menghimbau agar rakyat Indonesia tetap damai dan legowo dalam hal menerima keputusan KPU, dengan demikian kita sebagai rakyat harus ta’at terhadap himbauan beliau, dengan kata lain tidak lagi mengamati ini dan itu, menjelekan fulan dan fulan, bahkan lucunya lagi masih ada yang berkampanye.

Saudaraku......

Semua telah Usai,
Pulanglah....
Kembalilah kepada prinsip agama kita yang dahulu anda pegang,
Jangan sampai anda masuk kedalam kubangan lumpur untuk menolong seseorang yang terjebak namun tidak berhasil menolongnya maka ketika sampai rumah, hendaklah bersihkan lumpur yang ada dibadan anda dan katakan "Qadarullah usaha kami belum berhasil"

Semua sudah Usai....
Peganglah manhaj Salaf,
Sekiranya anda masih mempermasalahkan hasil Pemilu dengan memperjuangkan capres yang anda usung karena kekalahanya, ketahuilah anda menjadi Politikus terbaru di Republik Ini.

Semoga Allah menjaga Negeri kita dan menjadikan penguasa terpilih sebagai penguasa yang adil terhadap kaum muslimin.

#Pulanglah_kemanhaj_salaf

Minggu, 13 Juli 2014

JILBAB CAP ARTIS







:: JILBAB CAP ARTIS :





Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Ramadhan yang hakikatnya diperuntukan perbanyak amal ibadah,
dinodai dengan sikap musiman musim belanja, musim mengemis, tanpa
kecuali musim fashion busana muslimah .

Sehingga sekelompok orang yang tenar didunia namun belum tentu tenar diakhirat berlomba membuat fashion busana muslimah trend 2O14 umpamanya.

kalau syar’I kita dukung namun rata-rata busana muslimah cap artis ini malah norak banget, warna busana-nya kampungan kata orang bekasi bilang ‘menor’ hampir mengalahkan cahaya matahari dan sobek-sobek lagi kayak kurang bahan maka sepantasnya kami sebut Baju yang Norak dan Murahan .

Meskipun dijadikan trend dimana saat lebaran tiba banyak yang memakai busana muslimah cap artis baik yang kualitasnya original maupun yang gadungan sing penting mirip pakaian atau jilbab si Artis toh . .

.
Saudaraku

Hakikat jilbab atau hijab dan keseluruhan busana muslimah adalah Final, setiap muslimah wajib berhijab menutup auratnya dan batasan aurat telah jelas yakni menutupi seluruh tubuh keculali waah dan telapak tangan sebagaimana firman Allah

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita muslimah agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal & tak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Berkaitan wajah muslimah adalah aurat atau bukan menurut jumhur ulama wajah wanita bukan aurat sebagaimana keterangan dari Syaikh Muhammad Nashiruddin AL Bani rahimahullah dalam fatwanya :

“Yang berpendapat bahwa wajah wanita itu aurat adalah minoritas ulama. Sedangkan yang berpendapat bahwa wajah bukan aurat adalah mayoritas ulama (Jumhur)”

Dengan demikian nash di atas adalah ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi, maka siapapun yang mengenakan busana yang dianggap ‘islami’ namun auratnya belum tertutup maka hakikatnya ia belum berhijab .
Berikut Standar Berhijab :

1 . Menutupi seluruh tubuhnnya kecuali wajah dan telapak tangan .

2 . Niatkan hanya untuk beribadah bukan ikut Artis, bukan Ikut fashion dll .

3 . Tidak ketat, tidak tipis dan jangan memakai parfum yang berlebihan
sehingga dapat dicium oleh orang lain .

Jilbab Cap Artis No Way . . .
Jilbab Syar’I adalah kewajiban bukan fashion .

Wallahu'alam

Sabtu, 12 Juli 2014

BLUNDER BOIKOT PRODUK YAHUDI..!!

BLUNDER BOIKOT PRODUK YAHUDI..!!

Hari ini saya melihat semangat kaum muslimin untuk memboikot produk yahudi, hal yang harus diperhatikan adalah :


1. Dengan anda memboikot, sampai sejauh mana pengaruhnya terhadap perekonomian yahudi..?

Saya melihat tidak ada pengaruhnya, yahudi tetap mewah bisa bertempur ratusan tahun., membunuh umat islam, Kalaupun mempengaruhi perekonomian mereka tentu pertama kali yang menjadi korban adalah kaum muslimin.


Contoh :


Anda memboikot produk yang dipandang yahudi umpama Unilever Group, kalau dikatakan pengaruh maka berapa banyak pekerja kaum muslimin kehilangan lapangan pekerjaan…?


Sudahkah anda menanding produk yahudi sehingga kita mempunyai solusi, jika produk ini diboikot solusinya beli produk yang mana..?


Jika ratusan ribu kaum muslimin kehilangan lapangan pekerjaan maka solusinya mau ekspansi keperusahaan mana yang anti yahudi…? Adakah solusinya..?


Sedangkan kita sama-sama tahu yahudi yang mengendalikan perekonomian dunia .


2. Kalaupun anda masih tetap semangat ingin memboikot produk yang dianggap punya setoran dana ke Yahudi, maka bersikap adil, jangan yang diboikot produknya ecek-ecek missal mie instan, minuman segar, dan sejenisnya.


Harusnya boikot juga handphone anda, mobil anda, motor anda, laptop anda bahkan ada yang memberitakan boikot produk yahudi namun sosialisasinya pakai Facebook.



3. Dengan demikian sikap yang bijak bagi kaum muslimin bukan dengan memboikot produk mereka, boleh memboikot produk mereka asalkan mempunyai pengaruh tanpa mendatangkan madharat bagi kaum muslimin.


Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan hafidzhahullah mengatakan :


“Jika engkau tidak membeli produk Amerika, itu pun tidak membahayakan mereka. Memboikot produk tertentu hanya boleh dilakukan jika ada keputusan dari penguasa kaum muslimin.
Jika penguasa kaum muslimin memerintahkan untuk memboikot suatu produk, maka kaum muslimin wajib untuk memboikot. Adapun jika itu hanya seruan dari person-person tertentu dan mengeluarkan suatu fatwa, maka ini berarti telah mengharamkan apa yang Allah halalkan.”

Kaum muslimin palestina butuh bantuan harta..!!
Kaum muslimin palestina butuh pangan..!!
Dan yang utama adalah Do’a.

Jumat, 11 Juli 2014

SAMPAI KAPAN ANDA MENGAKHIRKAN WAKTU SHALAT...?






:: SAMPAI KAPAN ANDA MENGAKHIRKAN WAKTU SHALAT...? ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Kesibukan dunia adalah fatamorgana,
tampak indah dipandangan akan namun buram dalam hakiki,
laksana gunung yang membiru dari kejauhan akan tetapi terjal dan berbatu dari kedekatan.

Berbicara kesibukan dunia tidak ada habisnya,
kita memperoleh satu pijakan pasti ingin berpijak dipijakan lainya,
kita maju selangkah pasti ingin maju lagi seribu langkah kedepan,
Dunia tidak ada habisnya untuk dibicarakan dan dilaksanakan.


Memburu harta dari dunia tidak ada puasnya,
Memburu perniagaan dari dunia tidak ada habisnya,
Memburu kekuasaan dari dunia tak berhenti untuk terus berambisi,
lantaran dunia menghiasinya, dunia prioritasnya.

Tanpa akhirat oriented seseorang akan galau sepanjang usianya meskipun perutnya kenyang, meskipun pelayannya banyak, meskipun fasilitas bersamanya hakikatnya adalah fatamorgana, tanpa akhirat oriented kesibukan dunia maka tak heran, sekiranya seseorang rela meninggalkan shalatnya, ikhlas mengakhirkan waktu shalat ketika lapang lantaran dunia-nya.


Shalat merupakan asas islam, pondasi agama kita yang mulia al Islam, dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

Islam dibangun di atas lima asas : bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasulullah, Menegakkan shalat, …"HR Bukhâri dan Muslim.

Shalat merupakan tembok yang kokoh dari pembatas antara muslim dan kafir,

Bagaimana sekiranya sebuah tiang, sebuah pondasi agama jika ditinggalkan ?

Bagaimana sekiranya salah satu bentuk deklarasi kita dalam ‘ubidiyyah kepada Rabbul ‘alamin dilalaikan ? dipermainkan ? di nomor dua-kan sehingga mengakhirkan waktunya ?


Patut sama-sama kita renungi,
Jangankan kita meninggalkan shalat,
Jangankan kita bolong bolong shalatnya,

Sekiranya seseorang shalat 5 waktu akan tetapi waktunya sengaja di akhirkan dalam menunaikannya tanpa ada udzur maka dihari kiamat ia akan dikumpulkan bersama fir’aun yang sibuk akan singgasana kerajaannya,
bersama Qarun yang sibuk dengan hartanya,
bersama Haman yang sibuk dengan para menterinya dan
Ubay bin kholaf yang sibuk pedagang sukses dan selalu menghina Rasulullah.

Mereka mencukupi kategori sebagian orang-orang pada abad ini yakni sibuk lantaran ambisi kekuasaan, sibuk lantaran menjaga harta hingga kikir, sibuk lantaran dimanjakan dengan banyak pelayan, sibuk dengan perniagaan


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang senantiasa menjaga shalat, maka ia akan memperoleh cahaya, hidayah, serta keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang lalai darinya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” HR. Ahmad.


Saudaraku
Meninggalkan atau melalaikan shalat bukan hanya berarti ia tidak shalat melainkan ia shalat akan tetapi mengakhirkan waktu shalatnya tanpa udzur syar’I, dimana Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, menjawab :

“adalah mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail ”.
“Neraka Wail bagi orang yang shalatnya, yang mereka itu lalai dalam shalat. (QS. Al-Maa’un [107]: 4-5).


Sampai Kapan Anda Mengakhirkan Waktu Shalat ?

Sampai Kapan anda lalai dari shalat ?

Kamis, 03 Juli 2014

SUAMI-ISTRI SALING BERCUMBU SAAT PUASA







:: SUAMI-ISTRI SALING BERCUMBU SAAT PUASA ::





Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Bermula dari cinta,

Cinta memiliki beribu tafsir serta berjuta makna sehingga cinta itu adalah dinamis, pembicaraanya tak bertepi, suatu tanda cinta adanya kecondongan kepada yang dikasihi, semua bermula dari cinta.


Sepasang suami istri saling kasih mengasihi lantaran cinta,
Sepasang suami istri memiliki buah hati yang dinanti oleh sebab cinta,
Semua bermula dari cinta.


Ramadhan adalah bulan ibadah tidak hanya sebatas dengan puasa saja melainkan senantiasa berlomba dengan amal ibadah yang lain, seperti tilawah al Qur’an, bersedekah, berdzikir, dan selainnya yang mana pahalanya dilipatgandakan.


Salah satu ibadah yang utama dalam Ramadhan adalah berpuasa yakni menahan diri dari segala hal yang menyangkut dalam rukun berpuasa atau pembatal-pembatal puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat ikhlas sebelum fajar, dan salah satu yang termasuk rukun dalam berpuasa adalah menahan diri dari berhubungan intim suami istri pada siang hari disaat berpuasa.


Saudaraku yang semoga kita dirahmati Allah

Sekiranya berhubungan intim di saat berpuasa adalah haram dan memiliki sanksi jika melakukanya, bagaimana kalau hanya sekedar bercumbu, mencium, suami atau istri di saat berpuasa apakah hal ini di bolehkan ?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab :

“para ulama mengatakan: “Hukumnya boleh apabila, berdasarkan hadits Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “Beliau mencumbu (istrinya) dalam keadaan berpuasa dan beliau mencium (istrinya) dalam keadaan berpuasa”. HR. Bukhari Muslim


Dengan demikian hakikat mencumbui istri adalah boleh disaat berpuasa, namun meskipun demikian hendaknya dihindari mencumbui sang suami atau istri sebab apa ?


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam adalah orang yang mampu menahan syahwatnya sebagaimana diriwayat lain, adapun diri kita dengan segala kelemahan akal dan fikiran yang mudah tercebur dalam jurang syahwat maka hendaknya mencumbui istri di hindari, sebab sekurang-kurangnya anda menahan syahwat alhasil yang Air Mani pun bisa keluar dengan sendirinya tanpa anda sadari dan keluarnya Mani adalah pembatal puasa.


Sebagaimana Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah mengatakan :

“Jika bercumbu dengan isterinya dengan syahwat sehingga keluar air mani maka ia telah berdosa, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dengan menukil hadits Qudsi:
Seorang yang berpuasa meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karna Aku”

Ditegaskan hukumnya oleh syaikh ibnu utsaimin dalam kumpulan fatwa puasa beliau mengatakan :

“apabila mengeluarkan air mani, maka batal puasanya. Apabila tidak mengeluarkan air mani maka tidak batal puasanya.”.

Oleh sebab itu dengan melihat penjelasan para ulama kami menyimpulkan :

1. Cumbuan asal hukumnya boleh.
2. Jika keluar air mani meskipun tak disadari maka hal tersebut merupakan pembatal puasa, sehingga sepatutnya cumbuan harus dihindari.

Wallahu’alam


Rabu, 02 Juli 2014

PERAN PEMERINTAH DALAM ISLAM






:“SIAPAPUN PRESIDEN-NYA, TOH KITA MASIH URUSI HIDUP SENDIRI ?!” :

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku
Sering kita mendengar ucapan diatas, ucapan yang ngeyel tanpa melihat sudut pandang yang parsial, menyeluruh untuk kemashlahatan bangsa dan tentunya terutama agama kita,

“Nyoblos ora nyoblos, kita masih makan dan mencukupi hidup sendiri”
“Siapapun presidennya, toh mereka tak inget lagi rakyat ketika menjabat “

Dan ucapan sejenis yang menandakan tidak tahu arti dan peran pemerintah serta hidup di koridor orang-orang pesimis

Saudaraku

Perlu kita ketahui peran pemimpin dalam islam begitu penting, bukan hanya duduk manis di kursi presiden atau memerintah ini dan itu, melainkan fungsi pemerintah adalah berfikir bagaimana bisa menstabilkan seluruh komponen yang bernaung di negeri yang ia pimpin dari stabil pangan, stabil keamanan, stabil harmonis dan kerukunan, dan seterusnya sehingga hal ini dirasakan oleh kita sebagai rakyat.

Maka “siapapun presidennya kita tetap beli beras sendiri. . .”,
wong yang ngurus beras siapa. . . ?
yang memonitoring kebutuhan beras kita siapa ? anda ? kan tak mungkin, maka kita harus melihat dan mengetahui bagi kita yang belum paham apalagi gagal paham dalam hal pentingnya fungsi pemerintahan dalam islam.

Ucapan orang orang pesimis dibantahkan oleh perkataan Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullah dengan mengatakan:

“Wajib diketahui bahwa penguasa yang mengatur urusan manusia adalah bagian dari kewajiban-kewajiban agama, bahkan tidak mungkin agama tegak tanpa adanya penguasa.”

Dengan demikian Islam telah mengatur tatanan bersikap dalam muamalah terhadap penguasa, terhadap pemerintah sebagaimana Allah ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu..”

Di nukil dari Al Imam Syafi’I rahimahullah dalam kitab Fathul Bari [8/106] mengatakan yang dimaksud ulil amri adalah pemerintah”

Diantara para salaf mengatakan :

” enam puluh tahun bersama pemimpin yang dzalim lebih baik dari pada satu malam tanpa pemimpin “

Lihatlah saudaraku

Bagaimana anda mengatakan siapapun presidennya toh makan tetap beli sendiri, memang yang mengatur harga siapa ? yang memonitoring kebutuhan anda dan masyrakat luas siapa ?

Bagaimana anda mengatakan siapapun presidennya toh tetap saja hidup nganggur, Saudaraku bumi Allah luas nganggur nya anda bukan lantaran penguasa melainkan kemauan anda ingin bekerja atau tidak, lihat betapa banyak investor yang ada di Indonesia ini bukankah hasil adanya pemerintahan ?

Bagaimana anda mengatakan penguasa di negeri ini adalah thagut, kafir, dan sejenisnya sedangkan anda hidup dan menikmati fasilitas dari penguasa yang anda kafirkan padahal ia adalah seorang muslim, bukankah anda diperintahkan untuk hijrah ?

Saudaraku
Janganlah kita berfikir pesimis, peran penguasa sangat penting dan menjadi prinsip serta pokok dalam islam sehingga seorang yang sudah terlanjur pesimis, seorang yang telah terlanjur untuk pasrah adalah orang-orang yang tidak menghendaki suatu perubahan, sehingga siapapun pemimpinnya tak berefek pada dirinya, siapapun penguasanya ia tetap makan sendiri tanpa berfikir secara parsial ia hidup dan tinggal di suatu negeri adalah hasil dari kepemimpinan tentunya terlepas dari segala kekurangan seorang penguasa yang memimpin negeri

Selasa, 01 Juli 2014

HUKUM NIAT PUASA




::ANDA BERPUASA... SUDAHKAH ANDA NIAT... ?::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan Mubarak, bulan yang penuh berkah dan ampunan, bulan ibadah dimana ibadah – ibadah kita di lipat gandakan.


Saudaraku
Kita telah mendengar keputusan pemerintah Republik Indonesia bahwasanya 1 Ramadhan jatuh pada tgl. 29 Juni bertepatan di hari Ahad, besok kita insya Allah berpuasa sudahkah anda berniat.. ?


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya amal-amal ibadah itu bergantung kepada niat. Setiap orang akan mendapatkan ganjaran berdasarkan atas apa yang dia niatkan. “HR. Imam Al-Bukhari”

Niat merupakan syarat sah dari segala macam amal ibadah termasuk Puasa pada bulan Ramadhan, tidak sah puasa kita sekiranya kita sama sekali tidak niat dalam berpuasa besok hari, bagaimana tekhnis niat dalam berpuasa Ramadhan berikut kami uraikan :


1. NIAT BERPUASA RAMADHAN DILAKUKAN SETIAP MALAM SEBELUM TERBIT FAJAR.


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum terbit fajar, maka puasa nya tidak sah”. (HR. Ahmad)

Tegas nash ini memerintahkan kita untuk melakukan niat puasa dimalam hari, begitupun berpuasa pada bulan Ramadhan pendapat yang rajih sebagaimana pendapat al Imam Syafi’I, Abu Hanifah dan Ahmad niat puasa Ramadhan dilakukan setiap malam sebelum terbitnya fajar.
Sebagaimana pendapat Syaikh shalih al Fauzan hafidzhahullah mmemberikan klasifikasi bahwa puasa ramadhan adalah ibadah yang berdiri sendiri dari satu hari kehari berikutnya.


2, NIAT TEMPATNYA DI HATI TIDAK DI UCAPKAN.


Sering kita mendengar setiap malam saat akhir tarawih jeda menuju witir mengucapkan dengan lisan yang lantang dan berjama’ah :
“Nawaitu sauma ghadin an adai fardhi shahri ramadana hazihis sanati lillahi ta’ala”

Suadaraku
Niat adalah pangkal nya di hati bukan di lisan dan lafadz diatas yang sering orang orang ucapkan dan kita pun sering menengarnya merupakan hal yang sama sekali tidak ada tuntunanya dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

Sebagaimana yang kita ketahui adalah sebaik-baik tauladan adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kita sebagai muslim yang ngefans dengan beliau tentu senantiasa berusaha mengikuti sunnah beliau kalau beliau saja tidak melafadzkan niat puasa dengan lafadz diatas, para shahabatnya pun tak melakukannya, maka apakah kita mendahului mereka dalam menetapkan suatu amalan... ?
tentu kita tidak ada hak ssama sekali dalam menetapkan suatu amalan yang bukan bagian dari agama kita.


Dengan demikian niat puasa di tanamkan dalam hati bukan diucapkan, seseorang telah dikatakan berniat puasa dengan bangunnya ia pada akhir malam kemudian makan sahur tanpa harus diucapkan, sebagaimana kalau anda lapar tentu secara otomatis anda makan untuk tujuan kenyang tanpa harus di ucapkan dengan berkata “sya ingin kenyang”, dengan demikian Seseorang tidaklah di perintahkan melafadzkan niatnya dengan berucap : “Nawaitu sauma ghadin ,,,,,” karena yang seperti ini adalah bid’ah, tidak boleh dikerjakan !


Saudaraku
Semoga Ramadhan ini lebih baik daripada Ramadhan sebelumnya, beristighfarlah, tilawah dan tadabur al Qur’an-lah, serta menjaga ibadah-ibadah lainya.


Ramadhan bukan hanya ibadah puasa saja, puasa hanya bagian dari ibadah-ibadah lainya maka dari itu kita hendaknya dapat menjaga diri kita dengan ibadah-ibadah lainnya bukan dengan Tidur, Tidur orang yang berpuasa bukanlah ibadah melainkan kemalasan jiwa seseorang yang lalai.

Selamat menunaikan Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan
Baarakallahufik, Ramadhan Mubarak. . .!!!























ANEH, WARUNG REMANG-REMANG BUKA DISIANG HARI RAMADHAN

: ANEH, WARUNG REMANG-REMANG BUKA DISIANG HARI RAMADHAN :

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Saudaraku

Warung remang-remang ideal-nya menggambarkan situasi lokalisasi pelacur pada malam hari dan diluar bulan suci ramadhan, namun pernahkah anda menemui warung remang-remang di siang hari pada bulan suci Ramadhan. . . ?

Bulan Ramadhan ternodai dengan adanya warung remang-remang yang tetap buka jam operasionalnya, berbicara warung remang-remang di bulan Ramadhan bukan berbicara pelacuran melainkan pembicaraan kita berkaitan dengan warung yang ditutup setengah hati,
memunculkan kaki –kaki orang yang mengunjungi,
yakni warung makan buka di siang hari ,
puasa Ramadhan pun ternodai .


Bagimu, Pemiliki Warung Remang-remang . . .!!

Sedikit catatan nasihat bagi kami untuk pemilik warung remang-remang diantara-nya :

1 . Rezeki yang berkah adalah tujuan Utama.


Sering kita mendengar Rezeki yang berkah, lalu apa sih rezaki yang berkah itu. . . ?

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, " keberkahan ialah kebaikan yang melimpah dan abadi." (Syarah Shahih Muslim)


Keberkahan rezeki adalah syukur meskipun sedikit maka Allah tambahkan rezeki tersebut mencukupi keperluan anda, rezeki yang berkah tidak dapat diukur oleh ilmu pasti, tidak bisa kita katakan 1 di tambah 1 sama dengan 2, tidak!!

Bahkan 1 buah delima saja mencukupi banyak orang, butuh bukti lihatlah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Akan diperintahkan (oleh Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, dan kembalikan keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan merasa cukup (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya.

Dan air susu diberkahi, sampai-sampai sekali peras seekor unta dapat mencukupi banyak orang, dan sekali peras susu seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah." (HR. Imam Muslim)


Inilah definisi rezeki yang berkah, bahwa kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya.

2 . Jangan tolong menolong dalam hal Dosa dan Maksiat .
Allah ta’ala berfirman :


“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2).


Anda membuka warung makan di siang hari merupakan rasa intoleran terhadap kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah puasa serta memfasilitasi orang-orang yang tidak berpuasa, terlebih seorang muslim yang ingkar kepada Allah dengan tida berpuasa ramadhan difasilitasi makan siang merupakan suatu pelanggaran dan termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.

3. Mencari Rezeki bisa di siasati.


Kita adalah Manusia makhluk Allah yang paling sempurna, memiliki daya fikir yang luar biasa, dengan demikian jangan pesimis menatap masa depan, jangan munculkan sugesti kecemasan memperoleh rezeki, Motivator muslim dunia Dr Ibrahim el Fiky dalam bukunya quwwat al tafkir mengatakan :

“Anda berfikir bisa atau tidak bisa, dua-duanya akan benar. Bila anda berfikir bisa, Insya Allah anda bisa tetapi jika anda berfikir tidak bisa maka akan tidak bisa” .

Dengan demikian tidak ada yang tidak bisa disiasati semua-nya bisa disiasati asalkan anda berfikir untuk bisa mencari rezeki dan anda adalah Manusia, Anda adalah Manusia.

Jangan kita kalah dengan burung yang senantiasa bertawakal kepada Allah dengan segala usahanya pagi ia tak tau makan dengan apa, namun sore hari ia kenyang sekali atas rezeki yang Allah berikan, kalau burung saja bisa bertawakal maka kita sebagai manusia tentu tidak mau dikalahkan dengan burung.


Lihat hal ini di tegaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
“Andaikan kalian benar-benar bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yaitu keluar dengan kelaparan di pagi hari dan kembali dengan perut kenyang di sore hari. (HR. Tirmidzi)


Saudaraku

Lihatlah Burung saja senantiasa bertawakal kepada Allah akan hal menyangkut urusan sejengkal perut bagaimana dengan anda . . . ?

Hendaknya kita pun harus lebih bertawakal dibanding burung – burung, maka tiada alasan untuk membuka warung remang remang di siang hari, menonjolkan kaki dengan membuka tirai setengah hati, lalu bagaimana mensiasati agar pemasukan tetap ada meskipun dibulan Ramadhan ?


TIPS TETAP BUKA WARUNG TANPA REMANG – REMANG DIBULAN SUCI RAMADHAN :



a. Solusi dan siasat – nya :
“Jadikan siang menjadi malam dan malam jadi siang”


• Anda bisa membuka warung pada saat menjelang berbuka dengan menyajikan makanan untuk orang berbuka puasa seperti kolak, es buah dan sejenisnya.

• Lalu anda buka dengan makanan berat setelah shalat tarawih sampai sahur dengan siasat manajemen dagang misalkan sahur 4 kali gratis 1 kali, insya Allah pendapatan anda akan berkah dan meningkat ibanding hari biasa dan janji Allah adalah pasti.


b. Solusi dan siasatnya

“Mencoba menjual usaha baru musiman dengan meninggalkan usaha lama”

Ini adalah strategi yang menurut saya ampuh, betapa banyak orang yang saya temui misalkan biasanya pedagang rujak ketika ramadhan tiba ia rubah gerobaknya dengan pedagang sop buah menjelang berbuka, hasilnya . . .

Masya Allah berkah dan berlipat-lipat. . .!!

Dengan demikian saudaraku. . .

Banyak siasat, banyak solusi, bumi Allah sangat luas.
Jangan jadikan diri kita sebagai kerikil ramadhan, menodai bulan suci, membantu orang berbuat dosa dan sejenisnya melalui membuka warung makan remang-remang di siang hari ramadhan.
Semoga Bermanfaat.
Baarakallahufikum.

PUASA, NONTON TV SEHARIAN






:: PUASA, NONTON TV SEHARIAN ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Hiburan dalam kehidupan sangat kita butuhkan untuk merefresh kepenatan dan keseriusan kita dalam suatu tujuan dan focus suatu hal keseharian misalnya penat dalam pekerjaan, penat dalam belajar bagi siswa, penat melihat hiruk pikuk kota dan mungkin penat dalam beribadah merupakan hal yang pasti dilalui oleh manusia karena sesuatu yang monoton membuahkan penat, sehingga sekaliber ibadah sekalipun ada masa penatnya, ada masa futurnya sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang malasannya masih dalam sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang”HR Thabrani”

Jangankan perihal dunia dengan segala hiruk pikuk dan kelalaiannya, amalan dalam hal ibadah saja kita tidak menafikan adanya kemalasan pada kondisi tertentu, umpama anda rutin membaca al Qur’an suatu ketika anda di timpa virus malas yang akibatnya anda tidak membaca al Qur’an pada kondisi itu namun anda alihkan dengan membaca buku agama maka dengan ini kemalasan anda masih dalam koridor petunjuk Nabi shalallallahu alaihi wa sallam.

Dengan demikian segala sesuatu apapun bahkan sekaliber ibadah mempunyai masa semangat dan masa futur nya tinggal kita memenej nya bagaimana agar tetap dalam sunnah Rasulullah dalam kemalasan kita.

Saudaraku. .

Televisi merupakan alat media yang mengusai informasi pada abad ini, orang bisa terkenal karena televisi, orang bisa ngefans dengan idolanya karena televisi, bahkan saking hebatnya media televisi dapat mempengaruhi mindset tokoh jahat menjadi tokoh baik, aktor politik penuh blusukan pencitraan di racik menjadi orang yang sederhana, miskin, apa adanya dan seterusnya.

Begitu kuat pengaruh televisi mengakibatkan orang bisa berjam-jam bahkan puluhan jam kuat menatap televisi, terlebih bulan ramadhan ini televise sangat menarik dan digandrungi oleh sebagian kaum muslimin untuk mengisi waktu ari pagi sampai sore, dari sahur sampai berbuka hidupnya didepan televisi.

Kalau anda berpuasa seharian menatap televisi atau berjam-jam waktu mayoritas anda di habiskan untuk televisi akankah puasa anda berkualitas. . .
Akankah puasa anda dihitung pahala. . .
Akankah puasa anda di terima dan dibalas surga. . .

Saudaraku. .
Pertama . Hendaknya kita harus mengetahui hakikat kita diciptakan didunia ini, apakah untuk senang-senang, ataukah untuk beribadah. . . ?

Allah ta’ala berfirman :
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Ini adalah tujuan dari hadirnya kita didunia, beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan mentauhidkan-Nya, merealisasikan amalan yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan yang telah di jelaskan .

Kedua .Kebiasaan para ulama salaf takut dan khawatir kalau setiap amal yang telah dilakukannya tidak di terima oleh Allah padahal mereka lah orang-orang yang senantiasa menjaga dan berusaha untuk ikhlas dalam beramal, merekalah orang-orang yang berhati-hati dalam bersikap dan paling takut kepada Allah ‘azza wa jalla .

Salah satu perkataan yang terkenal adalah perkataan Umar Bin Abdul Aziz rahimahullah ketika khutbah Idul Fithri beliau berkata :

“Wahai manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari.
Kalian pun telah mengamalkan shalat tarawih pada setiap malamnya.
Kalian pun memohon pada Allah agar amalan kalian diterima.
Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri.
Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.”
Mereka malah mengatakan, “Kalian benar.
Namun aku adalah hamba. Aku diperintahkan oleh Allah azza wa jalla untuk beramal, Akan tetapi aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Lihatlah Itulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu takut jika amalannya tidak diterima.
Adapun kita yang amalannya sangat sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita sangat percaya diri dan yakin dengan diterimanya amalan kita”

Saudaraku
Ini menjadi renungan bagi kita, mumpung masih awal ramadhan, mumpung ramadhan masih dini dihadapan kita, akan kah kita gadaikan ramadhan tahun ini hanya untuk televisi. . . ?

Akankah kita gadaikan ramadhan tahun ini dengan kelalaian serta kemalasan yang berlanjut. . . ?

Yakinkah anda bahwa Ramadhan yang akan datang akan anda temui. . ?

Yakinkah anda bahwa Umur anda panjang. . . ?

Siapa tahu tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, betapa banyak orang yang merasa terjaga sehat dan bugar dipagi hari namun terbaring dan kaku terbujur kafan di sore hari. . . ?

Kalau para ulama saja khawatir dengan amalan nya yang banyak, mereka yang paling takut kepada Allah saja khawatir jika tidak diterima amalannya lalu bagaimana dengan kita. . ?

Kita senantiasa merasa aman dan pede dengan sedikitnya amal kita.

Saudaraku. . .
Kalau anda menjadikan alat media berbuah manfaat, menjadikan fasilitas media berbuah pahala, maka hendaknya anda menyimak dan mendengar media-media dakwah, Alhamdulillah saat ini sudah banyak media dakwah salafiyyah yang telah mengudara, misalkan di jabodetabek ada Rodjatv, Radio Rodja, Insan Tv, atau media ustadz on the street di Yufid tv lebih bermanfaat dibanding anda nodai puasa anda menonton tv komersial.
Semoga menjadi bahan pencerahan, Baarakallahufikum

Jumat, 20 Juni 2014

STOP IMPOR ISLAMPHOBIA..!!












::STOP IMPOR ISLAMPHOBIA..!!::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Islamphobia sangat marak di negeri-negeri barat, kita pernah mendengar dimana wanita yang memakai cadar saja dilarang padahal dari segi aspek antara mengganggu atau terganggu tidak ada..!!

wanita yang bercadar sama sekali tidak mengganggu orang lain umpamanya seperti Preman gitu, tukang rusuh dibalik pengrusuh.

apakah ada yang dirugikan dengan melihat wanita cadaran..? tentu tidak ada pihak yang dirugikan atau merugikan, namun kenapa wanita cadaran dilarang..?

Inilah yang dimaksud Islamphobia merupakan ketakutan yang lebay atau berlebihan yang tidak memiliki dasar berpikir yang kuat tentang Islam bahkan dapat disebut dengan mengada-ada.

Bagaimana tidak disebut mengada-ngada, jika wanita cadaran saja dilarang, meskipun tidak ada pihak yang dirugikan apalagi merugikan..?

Bagaimana tidak mengada-ada kalau Agama dalam KTP malah dilarang, padahal mereka sendiri berkata “Agama dalam KTP sesuatu yang tidak perlu”, kalau dikatakan sesuatu yang tak perlu pemahaman yang diambil adalah sama sekali tidak berkesan, tidak pengaruh maka kalau tidak ada pengaruh kenapa mesti dihapus..?

Bagaimana tidak disebut mengada-ada Jika seorang bernama Wimar –dengan segala bidang akademisi yang diraihnya- namun tak mempunyai dasar pikir yang jernih dan sehat dimana ia mengunggah Foto ‘provokatif’ dalam berpolitik namun malah merugikan pihak-pihak tertentu khususnya Islam..?

Dimana Otak dan pikiran mereka..? maka inilah yang dinamakan Islamphobia :

1. ketakutan yang berlebihan terhadap Islam sedangkan Islam sama sekali tidak menakuti mereka.

2. Tidak memiliki dasar berfikir tentang dirinya dengan Islam, pengetahuannya tentang islam.

3. Sehingga… Apapun direkayasa, Apapun di ada-adakan, sesuatu yang tidak logis dipaksakan menjadi sebuah nalar, sesuatu yang sama sekali tidak merugikan pihak manapun menjadikan ancaman.

Allah ta’ala berfirman :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka..." (Al Baqarah: 120)

Mereka sedang terjangkit sebuah penyakit yang Bernama islamphobia, Stop Impor Islamphobia di Negeri Indonesia..!!

Saudaraku…

Negeri kita bukanlah tempat islamphobia itu berkembang, negeri kita bukan kampung halaman para komunis merdeka..!!

Mereka para komunis, liberaris dan sekelompok minoritas diatas kesesatan sangat memanfaatkan momentum pemilihan presiden 2014, anda tentu dapat melihat betapa tidak militan-nya mereka tanpa diiringi dengan militan-nya umat islam adalah sesuatu yang tidak seimbang, akankah negeri ini tergadaikan oleh mereka..?

Lihat lah ajang pemilihan presiden 2014 kaum minoritas sudah unjuk gigi, belum berkuasa saja sudah berani untuk mengesampingkan agama khususnya Islam, dimulai menginteli masjid, penghapusan nama agama di ktp(program komunis), pelegalan dan perlindungan aliran sesat, perda syari’ah di tolak, perbankan syari’ah akan ditutup, dan sejenisnya.

Dengan demikian setidaknya diri kita harus berperan aktif dalam mengikuti perubahan, sebagaimana al Ustadz Muhammad Arifin Badri hafidzhahullah pernah mengatakan “Jangan terjebak dua kali”.

Kalau mereka militant dan berperan aktif dalam menghadapi pilpres maka umat islam harus aktif berpartisipasi dalam pemilihan presiden nanti, dukunglah presiden yang bermasa islam terbanyak untuk mencapai kemadharatan yang ringan.

Jangan terjebak pada DUA kali, cukup SATU kali kekayaan negeri kita dijual, cukup SATU kali umat islam terdiskriminasi, cukup SATU kali mereka berkuasa maka tidak untuk keDUA kalinya. baarakallahufik

Kamis, 19 Juni 2014

BERKORBAN TERUNTUK KUPU-KUPU MALAM

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Kupu-Kupu Malam Sebuah istilah yang indah didengar namun ‘jijik’ dilihat…

Kupu-kupu malam Sebuah istilah yang jauh dari keindahan namanya…

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :

“Sebagian orang dari umatku akan ada yang meminum khamar dan mereka akan menamakan perbuatan tersebut bukan dengan namanya”. (HR. Ahmad)

Saudaraku…
Kita adalah saksi hidup dari sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, sesuatu yang hakikatnya adalah haram di indahkan dengan nama namun sama sekali tidak merobah hakikat hukumnya.

Salah satu-nya adalah istilah untuk Pelacur, jablay, cabe-cabe’an, diistilahkan dengan nama yang terhormat yakni PEKERJA seks Komersial, Wanita Tunasusila, kupu-kupu malam dan sejenisnya sebuah gelar yang sangat indah akan tetapi tidak mengurangi hakikat nya.

Adanya istilah indah kepada mereka menjadikan sebagian orang tak malu membela para ‘pekerja’ wanita ini ketika ada suatu rencana yang tidak diinginkan dan merugikan kupu-kupu malam, terlebih kita melihatnya mereka berubah menjadi ibu-ibu majelis ta’lim memanjatkan do’a kepada Allah ta’ala agar tempat ‘bekerja’ mereka tidak ditutup..!! Musibah…!!
Seolah mereka ingin berkata “kalau mau soleh-solehan ayokk… kami juga bisa koq ngaji, bersholawat..”

Sehingga kebenaran menjadi Bias oleh talbis Iblis, dan akibatnya adalah kegaduhan, pembunuhan dikarenakan masing-masing mempunyai hak kebenaran, lihat saudaraku para ‘pekerja’ cabe-cabe’an istilah anak muda sekarang mempunyai hak kebenaran, Subhanallah… Allah berlepas dari dari apa yang mereka lakukan.

Patut kita renungkan saudaraku benarlah sabda Rasululllah shalallahu alaihi wa sallam dimana beliau bersabda :

“Sesungguhnya di pintu gerbang hari kiamat akan datang suatu masa dimana turun padanya Kebodohan, diangkat padanya Al ‘Ilmu (dengan diwafatkannya ulama), dan banyaknya terjadi kegaduhan yang mengakibatkan terjadinya banyak pembunuhan” (HR. Bukhari Muslim)

Masing masing mempertahankan haknya yang benar jadi bias, yang sesat dijadikan SEOLAH kebenaran, Subhanallah….!!

Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“Akan ada dari umatku yang MENGHALALKAN ZINA, sutera, khamr dan al ma’azif (alat-alat musik). “ Kemudian sebahagian dari ummatku akan ada yang turun dari gunung.

Lalu datang orang yang membawa ternak-ternak mereka dan mendatangi untuk satu keperluan. Mereka berkata, “Datanglah lagi kemari besok.”
Maka malam itu Allah menghancurkan mereka, Allah meruntuhkan gunung itu dan merubah sebahagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat.”. (HR. Bukhari )

Saudaraku..

Kupu-kupu malam jangan dibela melainkan harus dibina, dibimbing sehingga ia tampil mandiri menghidupi perekonomian yang mapan, karena sebagian besar dari mereka adalah mempunyai alasan kuat mengapa mereka demikian dimana mereka kesulitan ekonomi, lalu mereka menjatuhkan diri kelubang manajemen perzinahan sehingga merasa nyaman dengan uang yang disebut penghasilan maka zina membuatnya ketagihan, zina membuatnya lupa akhiratt, dan seterusnya.

Saudaraku..
Segala sesuatu akan diminta pertanggung jawabkan oleh Allah ta’ala Ali bin Abu Thalhah, rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma: “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas selalu hadir”.
Semoga Allah menjaga kita dari maker akhir zaman. Amin

Selasa, 17 Juni 2014

AWALI PUASA BERSAMA PEMERINTAH










::Yuuk…!! Awali Puasa Bersama Pemerintah::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Menjadi anak yang baik adalah anak yang tidak membantah kepada
orang tua-nya meskipun dengan kata ah..’ Uh..’ ih..’

Menjadi anak yang baik adalah yang selaras dengan apa yang di inginkan oleh kedua orang tua kita selama tidak bertentangan dengan syari’at…

Tentu kita dapat membayangkan kalau anak adalah sebuah perumpamaan rakyat, dan orang tua adalah sebuah perumpamaan dari pemerintah.

Maka tak salah jika orang mengatakan “Keluarga adalah Negeri Kecil”.
Dengan demikian apa jadinya sekiranya dalam satu atap anda bertengkar dengan orang tua..?

Apa jadinya sekirannya anda selalu membantah apa yang diperintahkan orang tua..?

Yang terjadi adalah perselisihan berkepanjangan, pergolakan api permusuhan yang berujung kemadharatan terlebih murka Allah ta’ala waiyyadzubillah.

Dengan demikan perselisihan bukanlah rahmat dari segi apapun anda memandang,..!!

Perselisihan adalah malapetaka,
Perselisihan adalah musibah,
Perselisihan adalah Duri dalam daging kalaupun tertutup tentu akan sakit dirasa, dan larut lama akan tajam dan terlihat betapa runcingnya duri tersebut menembus daging yang tersakiti.

Berpua’asa adalah Syi’ar dari sekian syi’ar yang di tegakan oleh umat Islam, Negeri Islam khususnnya Indonesia ini adalah negeri yang al hamdulillah seluruh kebutuhan umat difasilitasi, Shalat ditegakan dengan Adzan, Berpuasa , Hari ‘ied dengan gema takbir, Haji, dan selainya merupakan suatu nikmat yang wajib kita syukuri.

Berpuasa bersama Pemerintah adalah dimana rakyat serentak mengikuti keputusan awal ramadhan hingga akhir ramadhan dibawah pemerintah, dan agama kita mewajibkannya :

Allah ta’ala berfirman :
“Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya serta Penguasa diantara kalian” (QS. An Nisa: 59)

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“puasa adalah hari ketika dimana orang-orang berpuasa, Idul Fitri adalah hari ketika dimana orang-orang berbuka, dan Idul Adha adalah hari ketika dimana orang-orang menyembelih‘” (HR. Tirmidzi )

Dan Pemerintah adalah Imam yang memutuskan awal dan AKhir Ramadhan dalam hal ini :

Dimana terdapat beberapa Hadits bahwa para shahabat yang melihat hilal ditentukan dan dilaporkan ke Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bukan kepada individu, bukan kepada oraganisasi. Dengan demikian
persatuan umat islam dapat terjaga. Wallahu’alam

Minggu, 08 Juni 2014

HARI GINI…. PERCAYA ZODIAK..!!??







:: HARI GINI…. PERCAYA ZODIAK..!!?? ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Suatu permisalan ada seorang pemuda yang hendak menikah, ia sangat percaya dengan zodiak karena dia mendapatkan jodoh pun dengan mengikuti alur ramalan sehingga ia mendapat kan sang kekasih, suatu ketika tiga hari lagi ia akan menikah, tentu dengan penasaran dan keyakinan yang tinggi sang pemuda yang menjatuhkan sepenuhnya pada zodiak maka ia melihat ramalan zodiac nya :

Ramalan Bintang Aries Pekan Ini
Keuangan : Dompet mu kepepet…!!
Kesehatan : Terserang demam dan flu.
Asmara : Asmara mu kurang beruntung pekan ini..!!

Berkata si pemuda itu : “Uang sih memang kepepet, saat ini pun aku demam dan flu, tapi asamara koq belum beruntung padahal tiga hari lagi akad nikah, koq asmara-ku kurang beruntung….!!!”

Saudaraku…
Apa yang anda lakukan sekiranya anda senasib dan sepikiran dengan si pemuda itu…?
Katakanlah anda terlalu sangat percaya dengan ramalan bintang, ketika keadaan demikian dimana sesuatu berlawanan dengan arah yang anda rencanakan apakah anda tetap mempercayai-nya atau memilih galau..?

Mungkin diantara anda jika ramalan sesuai dengan apa yang anda jalani maka semakin mempercayainya 100% apalagi ramalan itu tentang kebahagiaan.

Atau diantara anda memilih galau dan menganggap angin lalu jika ramalan tak sesuai atau berlawanan dengan rencana anda..?
Ilustrasi diatas menandakan sangat sederhana bahwa ramalan hanya produk gagal, produk curian dukun melalui jin-jin jahat yang mencuri sedikit berita dari langit.

Allah ta’ala menegaskan dengan tegas dimana Dia berfirman :
Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah." [An Naml : 65].
Sekirannya kita sebagai muslim hendaknya meyakini sepenuhnya kepada Allah ta’ala.

Sekiranya kita sebagai muslim hendaknya yakin dengan konsekwensi Iman kepada Rabbul ‘alamin bukan kepada Dukun – dukun dan bala tentara iblis yang senantiasa menyesatkan manusia..!!

Syaikh Shalih al Fauzan rahimahullah berkata
“barangsiapa mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib atau meyakini orang yang mengaku-ngaku hal itu, maka {sekiranya tanpa taubat hingga akhir hayatnya) dikhawatirkan dia musyrik, kafir. Karena dia mengaku-ngaku menyamai Allah dalam perkara yang termasuk Kekhususan bagi Allah.” [kitab At Tauhid]

Saudaraku…?
Sereem... Perkara nya sangat Berat,..!! Antara Iman dan kufur.
Masihkah anda mempercai-nya..?

KLENIK NGUBUR ARI-ARI BAYI






:: KLENIK NGUBUR ARI-ARI BAYI ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan







Saudaraku…
Indonesia sangat kaya ragam dan budaya nya, tanpa kecuali hal-hal yang berbau klenik sangat melekat dalam keseharian masyarakat kita, padahal dalam islam berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia, kita diwajibkan untuk bertawakal hanya kepada Allah ta’ala :

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sekirannya kalian bertawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, maka sungguh Dia akan melimpahkan rezki kepada kalian, sebagaimana Dia melimpahkan rezki kepada burung yang pergi (mencari makan) di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang” < HR Ahmad >

Namun sangat disayangkan adat yang syari’at tidak menginginkannya malah dipaksakan sebagai bagian dari syari’at itu sendiri, sehingga menjadi suatu hal yang lumrah dan terbiasa, dengan sebab itu orang-orang yang teguh di jalan Allah yang memperingatkan hal tersebut tidak diperbolehkan malah disindir ‘sesat’, disindir anti tradisi, disindir wahhabi an seterusnya.

Saudaraku…
Kita masih melihat di kampong-kampung dan mungkin di kota-kota yang berisikan orang dari kampung dimana ketika istrinya melahirkan suatu yang telah menjadi ‘adat’ yakni ritual mengubur ari-ari bayi yakni umpamanya yang real study kasusnya sebagai berikut :

“dikampung saya di daerah Bekasi, ada realita yang menggelitik jika anaknya perempuan sang ayah berdandan sebagaimana wanita ketika memacul kuburan ari-ari dimana ia memakai lipstick, berkerudung dan daster wanita dengan keyakinan agar anaknya cantik ketika dewasa.


Setelah dikubur ditutup dengan rapi pakai kurungan ayam, diatas ari-ari yang telah ikubur ada lampunya nonstop 24 jam, dikasih bunga-bunga 7 rupa, bahkan masya Allah ada surat Yassin diletakan di atas kubur ari-ari.”

Ini suatu fenomena yang dianggap lumrah namun konsekwensinya sangat berat yakni kesyirikan yakni meyakini sesuatu sebagai sebab atau menjadi akibat menimbulkan sesuatu sebagaimana orang kafir Quraisy yang berdagang menunggu adanya burung atau tidak, jika burung ada maka dagangnya akan laris manis jika tidak ada burung maka adanya kesialan jika berangkat maka dari itu banyak kaum muslimin tidak menyadarinya.

Saudaraku..
Perintah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam mengubur Ari-ari memang ada dalam islam dan wajib dikubur, akan tetapi sekiranya itambah dengan ritual-ritual dengan meyakini sebab dan akibatnya maka ini berbeda lagi jatuh kepada bperbuatan syirk.

Rasulullah memerintahkan Ari-ari agar dikubur sebagaimana Hadits Aisyah Radhiyallahu’anha
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan dari badan manusia; rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, DAN ARI-ARI.”

Maka hal ini memang diperintahkan oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adapun dengan ritual-ritual tertentu meskipun anda tidak meyakini-nya hakikatnya semua itu ada tujuannya, maka jika anda tidak meyakini ritual-ritual ari-ari maka jangan dilakukan.

Cukup anda menguburnya tanpa lampu apalagi kurungan ayam dan sejenisnya, ditaruh yasin, dan seterusnya ini merupakan langkah yang tidak tepat dalam pandangan syari’at wallahu’alam

Jumat, 06 Juni 2014

UNTUKMU... PEMERHATI MASJID ALLAH





:: UNTUKMU... PEMERHATI MASJID ALLAH ::


Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan




Bismillah,

Kepada pemerhati masjid-masjid Allah, Insya Allah nanti kita akan menunaikan shalat Jum'at, perlu kita ketahui bahwa sebagai muslim kita wajib menjunjung tinggi syi'ar-syi'ar Allah, menghormati masjid-masjid Allah, tanpa ada kepentingan apapun termasuk politik yang akhir-akhir ini dijadikan sasaran Intelijen Tim Sukses.

Ketahuilah Allah ta'ala berfirman :

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan / menjunjung syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)

tiada kepentingan melainkan ibadah...
tiada kepentingan melainkan karena Allah tabarakta wata'ala.

Bagimu pemerhati Masjid-masjid Allah.
kalau sekiranya anda hendak shalat jum'at dan mendengar kan khatib berkhutbah lalu ketika berdo'a khatib mengacungkan jari telunjuk kelangit, ketahuilah itu bukan isyarat politik, dan jangan anda anggap hal tersebut sebagai penunjukan angka 1 kepada jama'ah (khawatir anda menyimpulkan itu merupakan black campaign), Bukan..!!

itu ajaran kami...
itu ajaran yang diperintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan tidak ada sangkut pautnya dengan hal politik apapun,

Hadits yang terkenal dalam hal ini adalah hadits Umarah bin ru'aibah, bahwasanya dia melihat Bisyr bin Marwan berkhutbah di atas mimbar ketika berdo'a ia mengisyaratkan dengan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi. Dia mengatakan:

"Semoga Allah menghinakan kedua tangan tersebut. Sunnguh aku telah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tidaklah melakukan dengan tangannya kecuali begini.{HR MUSLIM}

Oleh karenanya, kami tidak menginginkan jum'at nanti para khatib dijadikan sasaran politik, dijadikan target penangkapan, berangkat untuk Allah pulangnya duduk di BAP Polisi. oleh karena-nya kami memahamkan kepada anda pemerhati masjid agar jangan ambil kesimpulan keblinger.

Semoga Allah senantiasa menjaga para Da'i. wallahulmusta'an

INGAT…!! BULAN INI, BULAN SYA’BAN








:: INGAT…!! BULAN INI, BULAN SYA’BAN ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku….
Kalau anda ingat sikap untuk mashlahat negeri kita, dengan berusaha mengarahkan umat. Tentu janganlah lupa untuk mashlahat diri kita,
Ingat ..!! Bulan Ini, Bulan Sya’ban.

Kita bersyukur atas nikmat yang Allah karuniakan kepada kita yakni Nikmat iman dan Islam dan nikmat sehat wal afiyat sehingga kita dapat merasakan nikmatnya pada hari ini, dipertemukan pada bulan yang mulia yakni bulan sya’ban menuju bulan Ramadhan insya Allah.

Bulan Ini adalah Bulan Sya’ban hendaknya kita perbanyak amal ibadah menuju Ramadhan bulan yang mulia, diantara ibadah yang Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam lakukan adalah lebih sering nya beliau berpuasa di bulan sya’ban.

Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan:

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering puasa beberapa hari sampai kami katakana, ‘Beliau selalu berpuasa’.
Dan terkadang beliau tak puasa terus hingga kami katakan, ‘Beliau jarang puasa’.
Dan saya tak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tak melihat beliau berpuasa yang lebih sering dari pada ketika di bulan Sya’ban.
HR. Al Bukhari & Muslim

Berpuasa di bulan Sya’ban bisa diamalkan dengan kita berpuasa Daud, atau berpuasa senin kamis, dan bagi antuna para akhwat yang hendak masih berhutang puasa pada bulan ramadhan maka bayarlah puasa anda dibulan sya’ban ini..!!

A’isyah radhiyallahu’anha mengatakan:
Saya pernah memiliki hutanng puasa Ramadhan. Dan saya tak mampu melunasinya kecuali di bulan Sya’ban. HR Bukhari

Mumpung diawal bulan sya’ban, kalau sudah nishfu sya’ban atau tgl 15 keatas maka jangan berpuasa, hukumnya makruh.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” HR. Abu Daud

dan perbanyak istighfar, tahmid, tasbih dan dzikir dzikir yang di syariatkan.

Selamat menunaikan ibadah-ibadah di bulan sya'ban
#keepspirit

Kamis, 05 Juni 2014

ADA GULA ADA SEMUT





:: ADA GULA ADA SEMUT ::



Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Saudaraku…
Semut adalah jenis hewan serangga yang Allah cantumkan secara khusus dalam al Qur’an saking khususnya dinamakan sebuah surat dalam al Qur’an yakni An Naml yang berarti Semut, Masya Allah suatu keistimewaan yang ada pada diri nya sehingga Allah patenkan namanya, Allah abadi kan jenisnya didalam al Qur’an.

Saudaraku..
Ada Gula Ada Semut, ada pahala ada amal merupakan peristilahan yang terpacu dalam satu kesatuan tidak bisa dipisahkan oleh yang lain, kalau lah semut saja berusaha untuk menghampiri gula nan jauh di mata dengan sabar ia melangkah dalam perjalanan jauh, lalu sekiranya pun mereka dapat 1 butir gula tidak langsung mereka santap melainkan mereka bergotong royong kembali lagi pulang ke lubang atau sarangnya untuk di nikmati bersama.

Lelah, letih, hanya mengambil gula sebutir, dengan perjalanan jauh dan kembali lagi dengan beban mengangkat gula ke sarang, merupakan ikhtiar dan tawakal seekor semut dalam mencari makan, oleh karenanya janganlah kita sepelekan ibadah dan pahala yang kita pandang kecil meskipun hanya membuang duri / penghalang dari jalan, kecil hal tersebut dimata kita namun di sisi Allah pahalanya besar..!! yakni Bagian dari keimanan, Allahu Akbar, Terkadang sepele dilihat akan tetapi besar di pelupuk mata.

Apa Kata Rasulullah shalalllahu alaihi wa sallam :
“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari ]

“…..kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.”(HR.al-Bukhari }

Arungilah jalan-jalan kebaikan dengan niat yang ikhlas, sekecil apapun suatu ibadah kalau dijalankan dengan keikhlasan tentu besar pahala menanti disisi Allah ta’ala dan sebesar apapun ibadah kalau dijalankan dengan tiada keihklasan maka jangankan pahala yang sedikit yang diperoleh melainkan benar – benar Tanpa pahala sedikitpun. Waiyyadzubillah.

Semoga kita bersama-sama saling mendo’akan agar senantiasa mudah melaksanakan ibAdah sekecil apapun tanpa kemalasan, kecilnya suatu ibadah sekiranya dijaga keikhlasan maka akan menjadi pahala yang berlimpah. Amin

KISRUH RUMAH TANGGA









:: KETIKA SUAMIKU SALAH….. KETIKA ISTRIKU SALAH… !! BIJAK-LAH :;


Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku…

Secara manusiawi, Orang bilang pernikahan itu enak…!!?? Betul, sangat enak dan nikmat, seorang yang telah hidup berdua melaksanakan syari’at Allah tabarakta wa ta’ala menjadikan 2 anak adam bersatu menuju hidup rumah tangga yang sakinah merupakan suatu yang di dambakan bersama.

Namun tidak patut dipungkiri didalam mahligai rumah tangga yang indah ada ujian yang siap menghadang dengan lawan yang menerjang sepasang suami istri yakni tipu daya dan adu domba iblis dalam menjerumuskan suami istri dalam kubangan perceraian,

Allah ta’ala berfirman :
“Maka mereka membaca karakter keduanya (suami istri) dengan sihir itu, sesuatu yang dapat menceraikan antara seorang suami dengan isterinya…” (QS al-Baqarah: 102)

Maka bagimu sepasang kekasih….

Bagimu sepasang suami istri dalam jalan Allah…

Bijaklah dalam menyikapi kekisruhan rumah tangga…

Bijaklah dalam menyikapi kesalahan suami dan kesalahan istri kalian…

Jangan jadikan diri-diri kita sebagai wasilah, sebagai duta iblis di atap rumah kita dengan malah memperkeruh memperbesar suatu permasalahan, sehingga memicu konflik yang lebih heboh, dan sekiranya semakin heboh suatu konflik rumah tangga, semakin panas konflik rumah tangga ketahuilah di sanalah posisi kita betapa dekatnya dengan iblis.

Tidak-kah kita ingat bahwa iblis meletakan singgasananya diatas air dengan mengutus pasukannya ..?

Lupa-kah kita iblis adalah makhluk paling hebat visi nya..?

Sehingga syaithan yang mampu memperdaya pasangan suami istri pada kubangan perceraian yang merupakan visi iblis memecahkan atap rumah tangga, lalu iblis berkata kepada tentaranya yang telah sukses memecah belah rumah tangga sepasang muslim iblis tertawa dengan berkata..:

“Engkaulah yang terbaik…” (HR. Muslim: 7037)

Saudaraku..

Permasalahan rumah tangga tentu pasti ada, jika ada pasutri yang mengatakan bahwa aku tak ada masalah ketahuilah tidak terlepas dari 2 “salah satunya adalah orang bisu, atau memang keterbelakangan mental”. Masalah keluarga pasti ada tak dapat tidak.. namun bagaimana kita bisa memenej nya agar tidak menjadi duta iblis di dalam atap.

Maka dari itu berikut tahapan sekiranya ada kisruh suami istri dalam menyikapinya :

1. Komunikasi dan Kordinasi

Ini suatu hal penting agar kita tidak diadu domba oleh iblis.

2. Jadikan masalah sebagai renungan bukan saling tantang.

Setiap kita pasti punya dosa dan setiap dosa berakibat kesulitan, maka renungilah .. instropeksilah.

3. Berkata Nasihat atau jadi duta iblis.

Dalam memecahkan kisruh pasutri hendaknya komunikasi yang di tempuh adalah komunikasi nasihat dan satu sama lain sekiranya diberikan nasihat maka dengarkan dan jangan membantah apalagi memotong pembicaraan, sekiranya kita memotong pembicaraan apalagi membantah satu sama lain maka kita telah menjadi Duta iblis, dan membantah atau ngeyel bukan dengan ucapan saja, membantah bisa di kategorikan missal “piring terbang/ sikap angkuh tak mau ngalah, objek anak jadi sasasaran” ini merupakan pembesaran masalah baru dan menjadi duta iblis.

4. Jika tidak bisa berbicara dengan baik maka Diam / cool down sejenak.


5. Saling Legowo dan saling memaafkan.

Hidup dalam kisruh tentu tidak nyaman, oleh karenanya legowo dan saling memafkan adalah solusi, mau apa lagi..? jika tidak bermaafan apakah anda betah dalam satu atap terus berkonflik..? jika tidak betah maka maafkanlah satu sama lain.

Saudaraku…

Hidup adalah Ujian terlebih jika ada tanggungan yakni istri dan anak, seluruhnya fitnah tinggal kita yang menghadapi fitnah ujian itu apakah dengan otot ataukah dengan nashihat atau diam..?
Kalau dengan otot ketahuilah anda telah terperangkap dalam kubangan dan menjadi duta iblis.

Kalau dengan nashihat insya Allah anda akan menjaga hak-hak suami atau istri anda dengan menjunjung kalimat Allah dan Rasul nya.
Atau Diam/cool down sejenak itu pun baik.

Baarakallahufikum

Senin, 02 Juni 2014

"AHLUL GOSIP WAL JAMA'AH"

:: Tanggapan untuk pembuat status "AHLUL GOSIP WAL JAMA'AH" ::

Sufyan Bin Ranan


Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada al Ustadz, sedikit al faqir memberikan tanggapan terkait status 'intoleran' yang dibuat dengan mendiskreditkan sesuatu yang mestinya tak perlu di dikreditkan.

1. Hendaknya legowo, ini masalah ijtihadi bukan prinsip dan sebagian dari kita belum terbiasa dihadapkan perihal ini, seolah laksana kerbau yang baru lepas dari kandangnya apapun yang ada diluar itu di 'sikat' padahal yang 'disikat' adalah suatu yang biasa.

2. Kalau sekiranya kita menganggap saling menjatuhkan capres satu dengan lainya dianggap mutlak sebuah 'GOSIP' bagaimana dengan anda yang 'menggosipkan' bahkan menuduh saudaranya 'tukang gosip dan peramal', bukankah ini pun adalah GOSIP yang anda buat. bertaqwalah kepada Allah jangan ahlul gosip : teriak 'ahlul gosip'.

3. Berbeda antara kampanye hitam dengan kampanye fakta bernuansa negatif sebagaimana al Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal mengklasifikannya.

4. penulis status berkata "Yang patut disayangkan sebagian tukang gosip justru berprofesi sebagai JURU DAKWAH. Bukannya mengajak ummat kembali kepada Islam Al qur'an & Al hadits, malah jamaahnya diajak gosip, maka jadilah AHLUL GOSIP WAL JAMAAH."

Perkataan diatas perkataan yang tidak mendasar, perkataan yang tidak melihat hakikat suatu atsar. kalau sekiranya ia melihat tentu ia akan memahami apa arti mengajak ummat dalam kondisi ini.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq Nya kepada kita semua.

SATU ATAU DUA, PILIH AKU… ATAU dia…!!?






:: SATU ATAU DUA, PILIH AKU… ATAU dia…!!??::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku…
Sekiranya anda yang telah mendua dalam koridor berpoligami sekiranya sang istri pertama berkata kepada anda : “Pilih Aku atau dia..!!??”

Apa yang anda jawab…?

Tentu sebagai fithrah dari laki-laki inginya merangkul kedua-nya agar hidup damai dan akur satu sama lain, namun sebagai penilaian perjuangan dan pengorbanan istri ke 1 lah yang wajib disayangi dari pada istri – istri yang lain.

Namun ini hanyalah selingan saja.

Saudaraku,,,
Sekirannya pilihan tadi Allah yang mengatakan kepada kita “Pilih AKU atau dia..?, tentu kita memilih Allah diatas segala-galanya,

Memilih Allah yang satu daripada mendua padaNya merupakan syirk akbar,

Memilih Keridha’an Allah adalah prioritas daripada ridha-nya manusia termasuk ridhanya Istri-istri kita.

Ada sebuah istilah “dahulu kau singa saat ini kau macan ompong”.

Istilah ini sangat tepat di alamatkan kepada seorang pemuda yang dimasa mudanya aktif menjadi aktivifis dakwah salaf, menjadi singa yang mengeraum, namun ketika sudah menikah koq jadi macan ompong ya..?
Siapa yang salah,,..? koq bisa demikian..?

Ketahuilah, setelah melihat dengan analisa pribadi saya, bahwa ikhwan yang dahulunya singa sekarang jadi macan ompong setelah menikah lantaran sudah menjadi ISTIQOMAH , peran istri sangatlah berpengaruh terhadap sepak terjang suami termasuk dalam hal menuntut ilmu.

Saudaraku..
Ini hanya nasihat malam sebagai renungan,
ayo.. bangkit..!! sekiranya diantara kita malah lalai setelah menikah, lalai dari menuntut ilmu, lalai dari ibadah, dan seterusnya ketahuilah itu ada dari 2 yakni :

Anda yang telah Istiqamah ataukah

Anda sendiri yang sedang futur, namun kefuturan anda tak terlepas dari pasangan anda jika pasangan anda tak saling melengkapi maka anda berada dalam kefuturan yang berlanjut waiyyadzubillah.

Pilihlah Ridha Allah ini lah nomor satu, adapun keridha-an istri diluar koridor syari’at adalah perangkap syaithan, karena sang istri adalah bagian dari ujian hidup dari suami.

“Hai orang-orang beriman, sesungguhnya ISTRI-ISTRIMU dan anak-anakmu ada yang menjadi fitnah bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka…..” (At-Taghabun: 14-15)

FACEBOOK-Ku.. Solmet-ku







:: FACEBOOK-Ku.. Solmet-ku ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Saudaraku..
Jaringan Sosial begitu marak saat ini untuk koneksi ke jejaring sosial seolah sudah menjadi kebutuhan,dari twiter,facebook,whatapps,dan lain lain, ehm… diantara kita tentu pernah melihat status yang lebay, semuanya dikeluarin perihal kepribadiannya seperti :

Virus Status orang awam :

Update bangun tidur sampai tidur lagi, update makan siang, update galau, update nulis kalimat “malam jum’at”, update marah gag jelas, update puisi padahal copas, update beli sepatu dan baju baru, sampai update “ribut dengan tetangga” juga update. Baarakallahufik.

Virus Status ‘Oknum’ Ngaji :

Update kalimat kasmaran pasutri (padahal suami atau istrinya ada dirumah diucapikan di fb),
update lokasi move on kajian (padahal itu lagi berlangsung kajian, focus gag ya ngajinya),
Update kegalauan ta’aruf, update gagal nikah bahkan belum dapet jodoh, update perkembangan anak dengan fotonya, update foto lebay pasutri dan lainya.

Saudaraku..
Saya pernah membaca tulisan bahwa orang jepang paling Anti mengumbar kehidupan keseharian nya terhadap orang lain apalagi di media social, jangankan buka media social orang jepang handphone nya saja handphone Jadul.

Saya pernah bertemu dengan direktur perusahaan jepang terbesar di Indonesia, saat itu diantara kita pakai gadget keren, datanglah sang direktur itu dan ada panggilan masuk dari Handphone sang direktur yang mana nada deringnya “:nyaring santer” kata orang bekasi, alias Handphone Monokrom.

Ana mendegar cerita pula jika tak salah ingat dari Radio Rodja, saya tak tahu sedang membahas apa, namun saya mendengar Ustadz badrussalam secara live mengatakan : “pernah saya berkata kepada Ust. Ma’ududi Abdullah –hafizhahullah- ‘Ust… dizaman modern seperti ini HP antum koq jadul..?” Ustadz maududi menjawab : “Saya tidak mau disibukan dengan HP tekini”. Masya Allah.!!

Dan Saya pernah bertemu dengan pejabat salah satu MUI Pusat dari kalangan NU, saya berkata kepada beliau :
“Ustadz…. Sekali-kali ana mau main ke rumah antum..?”

Beliau berkata :
“Afwan Jangan dirumah akh… rumah itu focus keluarga dan beristirahat.”
Artinya setiap orang yang berjiwa akademisi tentu ia mempunyai prinsip tidak mau urusan professional dibawa ke rumah, diantara kita koq malah seneng-seneng aja bongkar rahasia rumah..?

Kembali ke facebook…

Saudaraku..
Keluh kesah, duka dan bahagia, dalam lingkup pribadi hendaknya anda ungkapkan kepada Allah ta’ala bukan pada Facebook, jangankan facebook yang ribuan orang akan melihat status anda, curhat saja kepada teman yang anda percaya dan dekat inipun hendaknya dihindari, karena Manusia pasti ada waktu tidak akur-nya, adapun jika kita adukan kepada Allah maka pembuktian tanda sabar serta syukur kita kepada-Nya terealisasi.

salah satu sifat manusia adalah tidak bisa menahan untuk berkeluh kesah. Andai kita tahu bahayanya, tentu kita akan sedikit mengerem sifat kita ini.

Allah ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeluh kesah. Jika diberi keburukan dia mengeluh, tapi bila diberi kebaikan dia menjadi kikir. Kecuali mereka yang shalat dan menjaga shalatnya”. (Al Ma’aarij, 70:19-23)

Saudaraku…
Upayakan dan gunakan facebook untuk kebaikan anda di dunia dan akhirat, anda bisa membuat status nasehat ibadah, anda pun bisa upload tulisan assatidz, masya Allah sekiranya orang melakukan apa yang anda ucapkan dalam hal ibadah maka pahala tak terputus bagi anda. Semoga Allah ta’ala menjaga kita dari segalah ujian.

MENYUNTING HATI DENGAN HATI







:: MENYUNTING HATI DENGAN HATI ::




Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


“Demi masa.Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian.Kecuali orang - orang yang beriman dan beramal shalih, serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran.”
(Qs. Al -`Ashr 1- 3 )

Dalam sebuah buku saku beraroma motivasi karya Abdul Malik al Qasim dimana beliau menceritakan ada seorang da’I yang tutur katanya lembut, ia tidak memenangkan egonya, dan tidak pernah marah terhadap lawan bicaranya meskipun lawannya itu bodoh, ia hanya menasihati orang lain dari hati ke hati.

Da’I tersebut mengatakan :

“Marilah kita renungkan bersama sikap Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam terhadap seorang arab badui yang spontan melakukan sesuatu yang tidak patut dilakukan di tempat itu.

Dari anas radhiyallahu’anhu ia berkata :
“seorang arab badui datang. Tiba-tiba ia pipis di masjid. Lalu orang-orangpun mencaci maki-nya, maka Nabi melarang mereka mencaci maki terhadap badui itu, namun setelah selesai pipisnya, nabi memerintahkan agar diambilkan setimba air lalu menyiramkan bekaas pipisnya.

Sang Da’I berkata :
“Sebagian kita punya kesalahan yang lebih kecil dari kesalahan orang badui tadi, meskipun kesalahan kita lebih kecil dari arab badui kenapa kita senantiasa mendapatkan perlakuan kasar, dan gelar- gelar buruk”
Masya Allah, Da’I yang BIJAK….!!

Saya tergugah terhadap buku motivasi ini bahwa dakwah memang memerlukan kesabaran, kasih sayang,dan tanpa kecuali pro dan kontra.
Dan ketahuilah saudaraku diantara kita adalah Ustadz, saya dan antum adalah ustadz meskipun saya hanya guru untuk keluarga saya dan antum adalah sang ustadz yang besar mendakwah kan Umat.

Maka hendaknya kita tanamkan uswah Nabi shalallahu alaihi wa sallam, menasihati tanpa merusak nama baik, dapat melihat medan yang sepatutnya apa yang dilakukan, dan tentu berkasih sayang sesama salafiyyin dan ahlussunnah. Indahnya persaudaraan.

Jumat, 30 Mei 2014

FATWA PEMILIHAN PRESIDEN







Fatwa Fadhilatus Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri




ثلاثة عشر : فتوى الشيخ عبيد الجابري , جوابا عن السؤال الآتي : “السؤال : بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله شيخنا الفاضل الكريم في العراق الآن مقبلون على انتخابات محلية في المحافضات ليس لها علاقة بالإنتخابات السياسية التي ستكون نهاية هذا العام, وإنما هذه الإنتخابات هي انتخابات محلية داخل المحافظات غايتها تسيير وتمشية أمور المحافضات.
فإذا دخل هؤلاء الناس في هذه الإنتخابات سيكون غايتهم تسيير وتمشية طلبات وخدمات المحافضات : المسائل الإنسانية والخلافية..وغيرها من الأمور فما رأيكم في

الدخول في هذه الإنتخابات شيخنا الفاضل الكريم؟

Poin ketiga belas : Fatwa Syaikh ‘Ubaid Al Jabiri hafizhahullah, menjawab pertanyaan sebagai berikut. Pertanyaan : Bismillahi, washalatu wassalamu ‘ala rasulillah, wahai Syaikh kami yang mulia, di Iraq akan digelar pemilu untuk memilih parlemen provinsi, yang tidak terkait dengan pemilu politik yang diadakan di akhir tahun ini. Pemilu ini untuk memilih anggota parlemen yang ikut menentukan permasalahan provinsi. Maka jika orang-orang ikut dalam pemilu ini, niscaya tujuan dan kepentingan mereka akan terjaga di provinsi, seperti : permasalahan kemanusiaan, perbedaan antar sekte, dan urusan lainnya. Maka apa pendapatmu apabila kami masuk pemilu, wahai Syaikh yang mulia?

الجواب : بسم الله والحمد لله وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين أسأل الله الكريم ربّ العرش العظيم أن يجمع عامة أهل العراق وخواصهم على ما رضيه للعباد وللبلاد من الإسلام والسّنة وأن يحرصها وبلادنا وسائر بلاد أهل الإسلام من كل مكروه يقدح في الدين أو العرض أو النفس أو غير ذلك مما يلاد بالله سبحانه تعالى أن يجير منه.

Jawab : Bismillahi walhamdulillahi washallallaahu wa sallamu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’in. Aku memohon kepada Allah Al Karim, Rabb ‘arsy yang agung, agar mempersatukan rakyat Iraq pada umumnya, dan tokoh-tokoh mereka, di atas hal yang diridhaiNya, baik ridha bagi hamba maupun negeri, yaitu dengan bersatu di atas Al Islam dan As Sunnah. Dan aku memohon agar Allah memperbaiki negeri kita dan negeri-negeri Islam lainnya, dari segala macam hal yang dibenci dan dapat merusak agama, kehormatan, jiwa atau selainnya yang Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan untuk dijaga.

الإنتخابات من الأمور الوافدة على أهل الإسلام, فهي ليست من الشرع المحمدي, وإنما عبرت إلينا من خلال أناس تشبّّعوا بالمبادئ الغربية أو غيرها من سبل الإنحراف عن دين الله الحق أصولِه وفروعه, فأولا نحن نستنكرها بقلوبنا ولا نطمأن إليها لأنها بدعة دخلت على أهل الإسلام عن طريق بعض أهل الإسلام المنحرفين مروِّجون لها عن غير أهل الإسلام فنفذت , فأصبحت لابدّ منها .

Pemilu merupakan salah satu perkara yang baru dalam Islam. Ini bukanlah termasuk dalam syariat Muhammad, akan tetapi merupakan buatan orang-orang yang terpengaruh dengan ideologi Barat atau selainnya dari jalan-jalan yang menyimpang dari agama Allah yang haq, baik dari sisi ushul (pokok) maupun furu’ (cabang). Maka pertama-tama, kami mengingkari hal ini dengan hati-hati kami, dan kami tidak merasa tenang dengan perkara ini (pemilu). Karena ini adalah bid’ah yang dimasukkan ke negeri-negeri Islam, oleh sebagian kaum muslimin yang menyimpang dan terpengaruh dengan kaum selain Islam, maka ia pun ikut-ikutan menerapkannya dan jadilah (pemilu itu di negeri Islam).

فإذا تقرر هذا فأقول :
أولا: لا يجوز الدخول في الإنتخابات أصلا إلاّ لضرورة تعود على من تركها بالضرر عليه في دينه أو دنياه أو في كليهما .
وثانيا: هذه الضرورة لها صور منها :
[الصورة الأولى] : التيقن أو غلبة الظّن أنّه لا يستوفي المسلمون عموما وأهل السنة خصوصا حقوقهم إذا لم يكن لهم من يمثّلهم سواءا في المجالس المحلية أو في المناصب العامة للدولة , فلهم أعني لأهل السنة إن تمكنوا أن يرشّحوا رجلا أو رجالا منهم لهذه المناصب المحلّية أو مناصب الدولة من هو صاحب سنّة وحادق في السياسة ويغلب على ظنهم أنه إذا ولي إنتفع به أهل السنة خاصة والمسلمون عامة.

Pertama : Pada asalnya, tidak boleh masuk dalam pemilu, kecuali dalam perkara darurat. Yaitu apabila dengan meninggalkannya akan membahayakan perkara agama, dunia, atau keduanya.

Kedua : Kondisi darurat ini diantara bentuknya :

Bentuk darurat pertama : Yakin atau berprasangka kuat bahwa kaum muslimin secara umum dan ahlus sunnah khususnya, tidak bisa terpenuhi hak-haknya apabila tidak ada perwakilan baik di parlemen daerah, maupun di parlemen pusat. Maka perlu bagi seorang atau beberapa orang dari ahlus sunnah untuk menguasai atau minimal masuk di parlemen daerah, maupun di parlemen pusat, apabila memang ia seorang ahlus sunnah, mampu berpolitik, dan kita berprasangka kuat bahwa jika ia berkuaasa, akan terwujud kemanfaatan bagi ahlus sunnah khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya.

الصّورة الثانية: حينما يتنافس على هذه المناصب المعروضة للإنتخابات سواءا كانت عامة في المحافظات والمديريات أو للإنتخابات الرئاسية وكان المتنافسان أو المتنافسون على سبيل المِثال رافضي وسني, فإني أنصح أهل السنة أن يصوّتوا الى جانب السني ؛ لأن الرّافضي إذا وَلِيَ افسد في العباد والبلاد, وكان ضربة قاصمة لأهل السنة وأقل ما يكون منهم الأثرة والإستبداد وتسخير المصالح لبني جلدته وشيعته .
ثانيا: إذا تنافس على الرّئاسة رجل كافر أصليا أو معتقدا مبادئ كفريّة توجب ردته, وهذا مقيد عندنا بعد قيام الحجة عليه, ومسلم لم يظهر منه إلا صلاح وخير وهو معروف بالعقل وحسن السياسة فإن أهل السنة يرشّحون هذا الأخير.

Bentuk darurat kedua : Apabila terlihat bahwa yang berkompetisi dalam pemilu, sama saja apakah itu pemilu provinsi, pemilu legislatif pusat, atau pemilu presiden, diikuti oleh dua atau lebih kandidat, misalnya pihak Rafidhah dan Sunni, maka aku menasihatkan kepada ahlus sunnah disana untuk memberikan suaranya kepada kandidat dari kalangan Sunni. Karena apabila Rafidhah menguasai suatu negara, akan timbul kerusakan baik kepada rakyat maupun negara. Dan ini akan menjadi pukulan telak bagi ahlus sunnah, minimal ini akan menjadi jalan bagi lahirnya tirani dan Syiah akan mengeksploitasi rakyat di negara tersebut. Kondisi lain : Apabila yang berkompetisi dalam pemilu presiden, adalah antara seorang yang memang kafir, atau seorang muslim yang berideologi dengan ideologi kufur yang mengeluarkan dari Islam, namun ini muqayyad (terikat dengan syarat) setelah ditegakkan hujjah kepadanya, (kandidat ini melawan kandidat) seorang muslim yang tidak nampak darinya melainkan kebaikan dan kebajikan, dan ia terkenal dengan akalnya, baik politiknya, maka ahlus sunnah di negara tersebut hendaknya memilih calon yang terbaik ini.

صورة اخرى : لو تنافس على الرئاسة رجل سنّي وآخر رافضي أو من ذوي المبادئ المنحرفة مثل أن يكون شيوعيا أو علمانيا أو بعثيا فإنهم يرشحون صاحبة السنة.
والخلاصة في شيئين :
أولهما : لسن داعين الى الدخول في الإنتخابات في أية دولة كانت على الإطلاق, بل الأوْلى عندنا تركها إلا في الظرورة التي لابد منها, وقد ذكرنا صورا منها .
الشيء الثاني : أنه إذا تيقن اهل السنة خاصة والمسلمون عامة أنهم إذا لم يدخلوا في هذه الإنتخابات في أي دولة كانت تُهظم حقوقهم ولا تستوفى لأنهم لم يرشحوا أحدا فهنا نرى أن يدخلوا الإنتخابات من أجله, تحقيقا لمصالحهم واستفائهم حقوقهم وتمكينهم من أخذ ما هو حق لهم.

Bentuk kondisi darurat lain : Apabila yang berkompetisi dalam pemilu presiden adalah seorang Sunni melawan seorang Rafidhi, atau seorang yang berideologi menyimpang, seperti Syiah, sekuler, Ba’ats, maka hendaklah yang dipilih adalah seorang yang Sunni.

Ringkasannya dalam dua poin berikut :

Pertama : Kami bukanlah sedang menjadi da’i yang mengajak untuk berpartisipasi dalam pemilu secara mutlak. Bahkan yang lebih utama bagi diri kami adalah meninggalkannya, kecuali dalam kondisi darurat yang mengharuskan ikut di dalamnya, dan telah kami sebutkan bentuk-bentuk kondisi daruratnya.

Kedua : Bahwasanya apabila ahlus sunnah khususnya, dan kaum muslimin umumnya, merasa yakin bahwa jika mereka tidak berpartisipasi dalam pemilu, di negara manapun, maka hak-hak mereka tidak terpenuhi apabila mereka tidak ikut pemilu. Dalam kasus ini kami melihat bahwa mereka hendaknya ikut dalam pemilu. Dalam rangka merealisasikan maslahat, memenuhi hak-hak mereka, dan memungkinkan mereka untuk mengambil apa yang menjadi hak mereka.

وهاهنا سؤال فهمته من بعض الإخوان وفحوى هذا السؤال : أنّ فتواي هاته تعارض ما صدر مني من نصح المسلمين عامة وأهل السنة خاصة في العراق باعتزال الفرق كلها بعدا عن الفتنة!.
والجواب –أولا- : انا لازلت على تلك , لازلت على تلك الفتوى , وفتواي كانت في نصح أبنائنا في العراق باعتزال الجماعات التنظيمية ولست بدعا من القائلين بذلك ؛ فالأئمة من أهل السنة والجماعة على هذا , ومن الأدلة قوله صلى الله عليه وسلم لحذيفة في حديث طويل [فالزم جماعة المسلمين وإمامهم قال فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام قال فاعتزل تلك الفرق كلها] , وتفصيل هذه الفتوى وبسطها في مجالس متعددة والظاهر أنه منشور في بعض مواقع شبكة الإنترنت فليراجه من شاء.

Dan timbul pertanyaan dari sebagian ikhwan sebagai konsekuensi fatwa ini : Bahwasanya fatwa kami ini bertentangan dengan nasihat kami sendiri untuk kaum muslimin secara umum, dan ahlus sunnah khususnya di Iraq, untuk tidak berpecah belah setelah adanya fitnah!

Maka jawabnya : Kami masih berpegang dengannya, kami memang berfatwa seperti itu, fatwa kami adalah nasihat bagi putra-putra kami di Iraq agar tidak berpecah dalam partai-partai dan gerakan-gerakan. Kami tidak menyeru dengan perkataan kami kepada yang demikian itu. Imam-imam dari ahlus sunnah wal jamaah berada di atas jalan tersebut, dan diantara dalilnya adalah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam kepada Hudzaifah, dalam hadits yang panjang, “Maka berpeganglah pada jamaah kaum muslimin dan imam-imam mereka. Hudzaifah berkata, ‘Jika tidak ada jamaah dan tidak ada pula imam?’. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Maka keluarlah dari semua golongan itu” (HR Al Bukhari). Rincian fatwa ini telah kami terangkan dalam berbagai majelis, dan juga telah tersebar di sebagian website, siapa yang ingin membaca silahkan merujuk ke website tersebut.

وأما فتواي في الإنتخابات فكل عاقل كيِّس فطن يدرك ما ترمي إليه وما تهدف إليه وهو حفظ مصالح المسلمين عامة وأهل السنة خاصة حينما يتنافس على المناصب سواءا كانت المحلية أو العامة أناس مختلفون فمنهم المستقيم ومنهم المنحرف -كالرافضي والشيوعي والبعثي- درءا لمفسدة هؤلاء وإبعادا لهم عن الإستيلاء الذين يعبرون من خلاله إلى الإفساد في العباد والبلاد فإني أدعوا والحال هذه أهل السنة أن يرشّحوا منهم من يتقون من دينه وأمانته وحسن سياسته أو يصوّتوا إلى من يطمعون في تحقيقه المصالح وإفاء الحقوق ودرء الشر عن البلد وأهله .

Adapun fatwa kami dalam masalah pemilu, maka setiap orang yang berakal dan cerdas akan mampu mengambil apa yang dilempar dan ditujukan kepadanya, yaitu masalah penjagaan maslahat kaum muslimin secara umum dan ahlus sunnah secara khusus. Ketika ada kompetisi dalam memperebutkan suatu lembaga, apakah itu majelis umum, atau selainnya, dan itu diikuti oleh semua golongan, baik yang mustaqim (yang lurus) maupun dari kalangan munharif (yang menyimpang), seperti Rafidhah, Syi’ah, Ba’ats,dalam rangka mencegah kerusakan dan menjauhkan mereka agar menguasai suatu lembaga, kemudian melakukan pengrusakan kepada rakyat dan negara, maka dalam kasus ini kami menyerukan kepada ahlus sunnah untuk memberikan suara kepada kandidat yang menjaga agama, amanah, baik politiknya, atau memberikan suara kepada kandidat yang mampu memenuhi dan merealisasikan kemaslahatan, memenuhi hak-hak rakyat, dan mampu mencegah keburukan atas suatu negeri dan rakyatnya.

وأما فتواي في الإنتخابات فكل عاقل كيِّس فطن يدرك ما ترمي إليه وما تهدف إليه وهو حفظ مصالح المسلمين عامة وأهل السنة خاصة حينما يتنافس على المناصب سواءا كانت المحلية أو العامة أناس مختلفون فمنهم المستقيم ومنهم المنحرف -كالرافضي والشيوعي والبعثي- درءا لمفسدة هؤلاء وإبعادا لهم عن الإستيلاء الذين يعبرون من خلاله إلى الإفساد في العباد والبلاد فإني أدعوا والحال هذه أهل السنة أن يرشّحوا منهم من يتقون من دينه وأمانته وحسن سياسته أو يصوّتوا إلى من يطمعون في تحقيقه المصالح وإفاء الحقوق ودرء الشر عن البلد وأهله .

Inilah ijtihad kami, kami memohon kepada Allah agar menjaga negeri Iraq, mengumpulkan tokoh-tokohnya dan rakyat secara umum, kepada apa yang diridhai Allah kepada hambaNya dan negeriNya, yaitu di atas Al Islam dan As Sunnah. Shallallaahu ‘ala nabiyyina muhammadin wa ‘ala aalihi wa ashabihi ajma’in.

Dikeluarkan oleh ‘Ubaid ibn Abdullah ibn Sulaiman Al Jabiri, dosen Jami’ah Al Islamiyah, ba’da Isya pada hari Senin 29 Muharram 1430 H, bertepatan dengan tanggal 26 Januari 2008. Wa billahit taufiq.

Sumber : http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=364968 sebagaimana dimuat dalam http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=11441

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!