Selasa, 01 Juli 2014

HUKUM NIAT PUASA




::ANDA BERPUASA... SUDAHKAH ANDA NIAT... ?::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan Mubarak, bulan yang penuh berkah dan ampunan, bulan ibadah dimana ibadah – ibadah kita di lipat gandakan.


Saudaraku
Kita telah mendengar keputusan pemerintah Republik Indonesia bahwasanya 1 Ramadhan jatuh pada tgl. 29 Juni bertepatan di hari Ahad, besok kita insya Allah berpuasa sudahkah anda berniat.. ?


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya amal-amal ibadah itu bergantung kepada niat. Setiap orang akan mendapatkan ganjaran berdasarkan atas apa yang dia niatkan. “HR. Imam Al-Bukhari”

Niat merupakan syarat sah dari segala macam amal ibadah termasuk Puasa pada bulan Ramadhan, tidak sah puasa kita sekiranya kita sama sekali tidak niat dalam berpuasa besok hari, bagaimana tekhnis niat dalam berpuasa Ramadhan berikut kami uraikan :


1. NIAT BERPUASA RAMADHAN DILAKUKAN SETIAP MALAM SEBELUM TERBIT FAJAR.


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum terbit fajar, maka puasa nya tidak sah”. (HR. Ahmad)

Tegas nash ini memerintahkan kita untuk melakukan niat puasa dimalam hari, begitupun berpuasa pada bulan Ramadhan pendapat yang rajih sebagaimana pendapat al Imam Syafi’I, Abu Hanifah dan Ahmad niat puasa Ramadhan dilakukan setiap malam sebelum terbitnya fajar.
Sebagaimana pendapat Syaikh shalih al Fauzan hafidzhahullah mmemberikan klasifikasi bahwa puasa ramadhan adalah ibadah yang berdiri sendiri dari satu hari kehari berikutnya.


2, NIAT TEMPATNYA DI HATI TIDAK DI UCAPKAN.


Sering kita mendengar setiap malam saat akhir tarawih jeda menuju witir mengucapkan dengan lisan yang lantang dan berjama’ah :
“Nawaitu sauma ghadin an adai fardhi shahri ramadana hazihis sanati lillahi ta’ala”

Suadaraku
Niat adalah pangkal nya di hati bukan di lisan dan lafadz diatas yang sering orang orang ucapkan dan kita pun sering menengarnya merupakan hal yang sama sekali tidak ada tuntunanya dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

Sebagaimana yang kita ketahui adalah sebaik-baik tauladan adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kita sebagai muslim yang ngefans dengan beliau tentu senantiasa berusaha mengikuti sunnah beliau kalau beliau saja tidak melafadzkan niat puasa dengan lafadz diatas, para shahabatnya pun tak melakukannya, maka apakah kita mendahului mereka dalam menetapkan suatu amalan... ?
tentu kita tidak ada hak ssama sekali dalam menetapkan suatu amalan yang bukan bagian dari agama kita.


Dengan demikian niat puasa di tanamkan dalam hati bukan diucapkan, seseorang telah dikatakan berniat puasa dengan bangunnya ia pada akhir malam kemudian makan sahur tanpa harus diucapkan, sebagaimana kalau anda lapar tentu secara otomatis anda makan untuk tujuan kenyang tanpa harus di ucapkan dengan berkata “sya ingin kenyang”, dengan demikian Seseorang tidaklah di perintahkan melafadzkan niatnya dengan berucap : “Nawaitu sauma ghadin ,,,,,” karena yang seperti ini adalah bid’ah, tidak boleh dikerjakan !


Saudaraku
Semoga Ramadhan ini lebih baik daripada Ramadhan sebelumnya, beristighfarlah, tilawah dan tadabur al Qur’an-lah, serta menjaga ibadah-ibadah lainya.


Ramadhan bukan hanya ibadah puasa saja, puasa hanya bagian dari ibadah-ibadah lainya maka dari itu kita hendaknya dapat menjaga diri kita dengan ibadah-ibadah lainnya bukan dengan Tidur, Tidur orang yang berpuasa bukanlah ibadah melainkan kemalasan jiwa seseorang yang lalai.

Selamat menunaikan Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan
Baarakallahufik, Ramadhan Mubarak. . .!!!























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!