Sabtu, 02 Mei 2015

Cegah Terorisme dan Radikalisme, STAI Ali Selenggarakan Tabligh Akbar












SURABAYA (gemaislam) – Sejak maraknya aksi radikalisme dan terorisme di penjuru bumi tidak terkecuali di Indonesia, Sekolah Tinggi Agama Islam Ali Bin Abi Thalib (STAI Ali) kerap kali mengadakan tabligh akbar mengupas pemahaman menyimpang ini. Termasuk yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, tabligh akbar bertajuk, “Membendung Gerakan Radikalisme dan Terorisme Untuk Menjaga Keutuhan NKRI”.

Berdasarkan rilis resmi panitia tabligh akbar STAI Ali yang gemaislam.com peroleh hari ini, Kamis (30/4), acara ini akan diselenggarakan selama 3 hari,sejak tanggal 7 sampai 9 Mei di Masjid Darul Hijrah STAI Ali, Jl. Sidotopo Kidul 51, Surabaya.

Masih menurut sumber yang sama, dalam acara ini panitia mengundang pembicara dari berbagai institusi pemerintah termasuk TNI dan POLRI.

Pemateri yang merupakan pejabat lembaga tinggi negara adalah Dr.H. Patrialis Akbar, SH. MH, Hakim Mahkamah Konstitusi, Laksamana Muda Drs. Ir. Harjo Susmoro, SH. MH, pejabat tinggi MABES TNI, Kombes Pol Drs. Giri Purwanto, pejabat di MABES POLRI, Kombes Pol Drs. Gatot Sukmo Widodo, pejabat di MABES POLRI, Kombes Pol Arief Syarief, perwira tinggi di DENSUS 88, dan staf ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Ustadz Abdurrahman Ayyub.

“Ini belum termasuk Ustadz dari berbagai daerah yang kami undang untuk menyampaikan ceramah pada acara tersebut,” tambah Humas STAI Ali, Ustadz Maryono, MPd.I,

Menurut beliau, pihak STAI Ali mengajak umat Islam untuk hadir dalam acara tersebut dengan ketentuan: peserta laki-laki, wajib berkoordinasi dengan koordinator lapangan masing-masing, bagi yang datang secara individu wajib menyertakan KTP ke panitia dan wajib mentaati ketentuan hukum yang berlaku.

Bersamaan dengan publikasi acara ini, STAI Ali juga mengumumkan maklumat berisi himbauan kepada umat Islam untuk mentaati aturan yang berlaku dan pernyataan berlepas diri STAI Ali dari segala bentuk dan upaya yang mengarah kepada tindakan anarkis dan provokatif yang disebarkan melalui media sosial atau media lainnya.

Bagi kaum muslimin yang ingin mengikuti acara ini, panitia membuka pusat informasi di nomor 081938002882 atas nama Ustadz Maryono Abdul Muhsin dan 085731352979 atas nama Ustadz Nur Cholis.

Panitia juga memberi kesempatan umat Islam berpartisipasi melalui infak untuk penyelenggaraan tabligh akbar dan bakti sosial dengan memberikan donasi ke nomor rekening Bank Mandiri 140- 00-1486423-6 atas nama Arif Sulistijono. Konfirmasi transfer dapat dilakukan dengan mengirimkan pesan singkat ke nomor 085718433391

Redaktur: Rahmat Ariza Putra
gemaislam.com

NASEHAT DARI UST. ARIFIN BADRI





Nasehat ust DR.Arifin Badri di masjid STDI, Ahad 24 Agsts ’14, ba’da zhuhur.





1. Jangan ceroboh buat plesetan ISIS, semisal “istri sholehah idaman suami”. Krn apapun maksud antum dng plesetan itu, maka ketahuilah itu berpotensi disalah pahami apalagi bl yg salah paham adalah DENSUS88. Bisa runyam urusannya

2.ingat Allah telah menegaskan
ولن ترضى عنك اليهود ولا النصارى حتى تتبع ملتهم

Sungguh bodoh bila sampai saat ini kita masih menyibukkan diri mencari dan meneliti apakah berbagai kejadian yg menimpa ummat ada kaitannya dng yahudi atau nasrani? Padahal sdh dr dulu Allah memberi tahu kita, tp kita tidk mmprhatikannya, ktk ada kejadian, baru kita mencari-cari keterlibatan mereka.
Sepatutnya kita segera memulai apa dan bagaimana mewaspadai segala makar mereka
Allah juga telah befirman:
ومكروا ومكر الله
Mereka pasti menyusun makar namun banyak dr umat islam yg blm memahami dan malah sibuk mencari bukti bhw yahudi bermakar.
Ayat di atas juga bersifat mutlak, berarti yahudi dan nasrni benci dan membuat makar walaupun ummat islam terutama ahlul hak sdg tidur

3. Banyak intel dan pihak pihak yg membuat jebakan dng membuat fanspage atau blog atau situs yg tujuannya untuk mendata dan mancing, krn itu waspadalah ketika hendak mengunjungi situs atau halaman facebook atau lainnya yg tdk kita kenal, Terutama yg berbau jihad atau menceritakan ttg mujahidin atau bahkan menjual senjata tajam atau rakitan.
Salah satu teman di jakarta menceritakan bahwa nomor HP nya disadap hanya gara gara dia menghubungi penjual pedang padahal blm beli.
Untuk mengetahui apakah no kita di sadap (di indonesia) masukkan kode berikut *#61# lalu tekan oke, kalau muncul nomer telpon berarti disadap bl tdk muncul maka aman InsyaAllah.


4. Kita harus sadar bahwa sebenarnya sasaran utama berbagai makar yahudi dan nasrani adalah ahlussunnah, mrk tdk rela bl islam yg benar berkembang. Alias sejatinya sasaran utama makar mereka adalah kita, krn itu harus waspada selalu, jng ceroboh, dlm sgala hal, berinteraksi, berkomentr, bersikap atau lainnya.
Ingat pesan sahabat ali:
احبب حبيبك هونا ما عسى ان يكون بغيضك يوما ما
Pepatah berkata:
عدو عاقل خير من صديق جاهل


5 Ana sarankan jangan sekali kali mengunggah vidio ttg jihad atau kisah2 ttg jihad krn manfaatnya kecil namun hal2 seperti itu selalu dipelototi oleh intelijen.
Di indonesia:UNDANG2 intelijen tlh disahkan yg membolehkan polri untuk merekrut informan yg disusupkan ke semua kelompok. Dan informan tsb tdk ada yg tahu kecuali pejabat yg merekrutnya dan kedua orangtua yg direkrut
Sampaipun kapolri tdk mengetahui mereka. Jd waspada dan waspada


6 Ingat islam berjaya bkn krn tekhnologi dan jg bkn krn jumlah namun krn nusratullah yg diberikan kpd orang orang yg menolong agama Allah

LAGI... PERTANYAAN TERBUKA UNTUK AKTIVIS HIZBUT TAHRIR













Oleh Sufyan Bin Ranan


Sekali lagi...

Pertanyaan terbuka untuk Aktivis Hizbut Tahrir,

Perihal Khilafah,

Pertama, Khilafah yang seperti apa yang kalian idam-idamkan..?

Khilafahnya Rasulullah shalallahu'alaihi wa salam..?
Khilafahnya para khulafaurrasyidin..?

Jika Iya, maka bagaimana penerapan khilafah itu sendiri sedangkan masyarakat kaum muslimin sebagiannya tidak mengerti bahkan tidak mengenal RabbNya ada dimana, lihat secara realita bukan bayang-bayang impian tanpa mentashfiyah umat banyak kaum muslimin yang masih awam terhadap ajaran agama nya sendiri, diantaranya masih mempercayai klenik perdukunan, menduakan Allah, pantaskah sekiranya secara bim salabim kekhilafahan terwujud..?

Sedangkan khilafah diatas Nubuwwah jelas, mereka berada diatas satu Aqidah, diatas kefaqihan serta tunduk dan takutnya mereka kepada Allah.
Dan itu butuh proses panjang.

Proses panjang bukan tanpa usaha atau sekedar impian dan angan-angan semata melainkan mewujudkannya secara mengenal RabbNya, mengenal Nabinya, serta mengenal hakikat agama yang mulia Al Islam.

Kedua, Saat ini tidak mengenal khilafah [menjadikan satu pemimpin untuk umat islam], saat ini tersekat dengan adanya Bangsa dan Negara.

maka kalau khilafah yang kalian idamkan adalah khilafah diatas Nubuwwah namun pada prosesnya tidak sesuai dari realita usaha kalian, lantaran masih banyaknya kaum muslimin untuk ditarbiyah dan tashfiyyah bukan sekedar diisi dengan seminar instan, kajian instan, menghujat penguasa, berdemo, bukan..!!

kalau cara kalian menegakan khilafah tidak seperti Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan khulafaurrasyidin menegakan khilafah, maka ketahuilah saat ini hanya ada bangsa dan negara, kaum muslimin tersekat oleh bangsa dan negara.

yang jadi pertanyaan,
Negara mana yang akan kalian ambil contoh dalam sample kekinian dalam menegakan syariat islam karena berbicara khilafah tentu bicara syariat, penegakan syariat. maka Negara mana yang menjadi sample pondasi dalam penegakan khilafah yang kalian impikannn..?

Malaysiakah..?
pakistankah..?
Irankah..?
atau..

Saudi kah..?

Jika kalian tidak memilih pilihan diatas, lalu khilafah yang bagaimana sebenernya kalian impikan, dikaitkan dengan khilafah Nubuwwah cara kalian tidak sesuai dengan bagaimana Nabi dan para shahabatnya mewujudkan khilafah.

dikaitkan bangsa dan negara, kalian tidak memilih salah satu negara yang kalian anggap sample penegakan syariat karena dimana ada kalian, dinegeri manapun, diatas tanah bangsa manapun kebiasaan kalian hanya berdemo, menghujat pemerintah bahkan menjelekan saudi.

Lalu pertanyaan mendasar, khilafah seperti apa sih... yang kalian pengen...?

ORANG -ORANG YANG BERJIWA HANIF













Tema : bedah buku
" Untukmu yang Berjiwa Hanif "

Ustadz Armen Halim Naro, Lc
-semoga Allah meluaskan kuburnya-


LATAR BELAKANG KENAPA BELIAU (Ust. Armen) KARANG BUKU INI.

Kenapa saya mengarang buku ini..?

Untukmu yang berjiwa hanif.

Saya berdakwah sudah hampir 5 tahun, dan saya banyak menemukan orang - orang yang Masya Allah...
Hati mereka hati yang tunduk kepada Allah 'azza wa jalla.

Suatu hari ada orang yang datang kepada saya, orang yang saya maksudkan buku ini untuknya, dan saya hadiahkan buku ini untuknya..

ia mengatakan :
"Ustadz, Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berdakwah mengislamkan bilal dan shuhaib, dan salman al farisi, tidak butuh waktu 10tahun 20tahun..."

lalu dia mengatakan kepada saya :
"Ustadz jadikan diri saya seperti Bilal..

Ustadz jadikan diri saya seperti Salman Alfarisi dan Shuhaib Ibnu Rumi..

Jadikan diri saya seperti shahabat Rasululillah shalallahu alaihi wa sallam..".

pertanyaan ini membuat saya terkesima, karena banyak diantara kita yang hadir di majelis ta'lim sepuluh tahun, dua puluh tahun bahkan sudah mungkin sudah mulai belasan tahun akan tetapi tidak ada iman bilal.. tidak ada sedkitnya aqidah shuhaib.. dan langka nya keyakinan salman al farisi.

Membuat saya bertanya,
Bagaimana Rasulillah mendidik umat yang begitu kokoh imannya dalam waktu yang sangat sebentar.

Ada lagi pertanyaan, disuatu daerah ada seorang ikhwan menanyakan :
"Ustaz saya mengajar ditaman pengajian al qur'an disebuah mesjid, kemudian usai shalat maghrib saya disibukan mengisi disebuah pengajian, kemudian setelah saya mengajar satu dua orang anak maka ia mulai mendekat kepada saya, kemudian ia mengatakan 'ustadz... (guru TPA ini ditanya oleh muridnya),saya ingin bertanya tentang bentuk shalat saya..?

guru TPA itu berkata ;
"apa yang terjadi pada shalat bapak..?"

kemudian muridnya mengatakan:
"saya shalat (tahajud), setiap 2 rakaat yang sy lakukan saya harus mengganto pakaian saya yang basah karena air mata..
basah dengan air mata...
sahkah shalat saya..?"

subhanallah...
sahkah shalat saya...
pertanyaan yang baru datang..
yang tiba - tiba datang..
kepada ikhwan (guru tpa) tersebut, akan tetapi dia tidak bisa menjawabnya...

Kalau seandainya ia tanyakan bagaimana hukum menggerak-gerakan jari saat shalat..? ia akan menjawabnya...

kalau seandainya yang ditanykan masalah bersedekap atau tidak saat i'tidal...?
maka ia akan menjawabnya...

kalau seandainya ditanyakan menjahrkan bismillah atau tidak...?
dia akan menjawabnya...

Akan tetapi pertanyaan dalam bentuk lain..
Saya shalat dalam setiap selesai rakaat, saya harus menggantikan pakaian saya karena air mata saya terus mengalir....
Sahkah shalat saya..?
benarkah shalat saya seperti shalatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam..?

Guru TPA tersebut menceritakan kepada saya, saat saya berkunjung didaerah tersebut, dan saya menjawab :
"temukan saya dengan bapak tersebut... temukan.."

Malam harinya sy bertemu seorang pemuda, akan tetapi wajah yang kuyuh hancur hatinya dan ingin bertaubat kpd Allah.. mengatakan kepada saya :
" Ustadz.. saya developer dan saya telah infaqkan semua harta saya tinggal mobil didepan rumah sya, dan saya takut adzab Allah..."

Subhanallah..
saya takut adzab Allah..
orang seperti itu adalah orang yang berjiwa hanif..

Untuknya saya karang tulisan ini..
"untukmu yang berjiwa hanif".

ORANG-ORANG YANG BERJIWA HANIF BAG.2













Tema : bedah buku
" Untukmu yang Berjiwa Hanif "

Ustadz Armen Halim Naro, Lc
-semoga Allah meluaskan kuburnya-

Suatu hari ada seorang pejabat -semoga ia mendengar apa yang saya sampaikan-,
Semua maksiat ia lakukan, ia mengatakan kepada saya :

"Ustadz... tidak ada maksiat kecuali telah saya lakukan, setiap kali saya ke jakarta...
seharusnya saya berangkat hari jum'at namun biasanya saya berangkatnya hari selasa atau rabu..
terang bagi saya jakarta tersebut..
sibuk bagi saya jakarta tersebut Ustadz..."
dia katakan begitu...

Terang karena banyak maksiatnya..
kemudian suatu hari saya mengisi pengajian, mengisi menceritakan tentang kisah uwais al qarni bagaimana baktinya kepada orangtuanya.
Dia laki-laki, dia orang besar...
tiba-tiba..
tanpa saya membuat-buat kajian tersebut, kajian biasa...
Akan tetapi ia meneteskan air mata dihadapan istri dan anak-anaknya dan hadapan keluarga semua..

lalu kami shalat ashar ia mengatalan :
"Ustadz.. demi Allah.. malu saya sebenarnya menangis, akan tetapi air mata ini terus keluar...'"

Kaum muslimin yang dirahmati Allah 'azza wa jalla..
kita hidup dizaman yang membutuhkan hati yang seperti ini..

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
" Akan masuk surga suatu kaum, hati mereka selembut hati burung".

Saya melihat dikalangan ikhwan..
sangat kikir terhadap air mata yaa ikhwan...
sangat kikir...
kecuali ketika di awal-awal ia mendapatkan hidayah.

Mana air mata ciri khas orang-orang yang sholeh..?
Orang yang tunduk hatinya kepada Allah 'azza wa jalla..?

Mana air mata dishalat tahajud..?
Mana air mata didalam do'a kepada Allah 'azza wa jalla..?

Apakah kita belajar dien(agama)...
untuk memperkeras hati kita..?
untuk menendang, untuk menyakiti kaum muslimin..? tidak..!!

Kita mempelajari agama untuk bisa bersimpuh kepada Allah 'azza wajalla..

Untuk menciptakan hakikat 'ubudiyah kepada Allah 'azza Wa Jalla, untuk menyempurnakan bahwa diri kita adalah hamba Allah.

Hamba Allah..
maka buku ini saya karang.
dan buku ini saya karang kepada orang-orang yang saya ceritakan tersebut,

Tiba-tiba..
Saya tidak lagi melihatnya di pengajian...

Wajahnya yang bersinar telah berobah menjadi wajah yang hitam karena maksiat kepada Allah 'azza wa jalla...

Orang yang telah kembali kepada Maksiat dan jalan Syaithan..
setelah dia mendengar, Nida'ur Rahman..

Panggilan Allah 'azza wa jalla..
Saya takut kepadaNya firman Allah 'azza wajalla mengatakan :

{فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ}

"Ketika...
Mereka melenceng maka Allah subhanallahutala akan lencengkan hati mereka.."

Ketika...
Mereka mendapatkan Hidayah.
Akan tetapi ia tidak mau mengolahnya..
Tidak mau menyapanya..

Mereka duduk, Akan tetapi tidak pernah menyimak..!!
Mereka hadir, Akan tetapi tidak menghadirkan hati.

Kemudian Allah akan temukan dia di neraka, di Adzab Akhirat..

Astaghfirullah..
Astaghfirullah...

NASEHAT KEPADA TUKANG POSTING













NASEHAT KEPADA TUKANG POSTING

Ust. Zaenal Abidin, Lc



1. Jangan hanya rajin memosting namun kita sendiri kurang mengambil manfaat. Apalagi belum tuntas membaca sudah dishare ke orang lain.

2. Jangan sampai aktifitas posting memposting mengalahkan urusan yang utama seperti membaca Al-Qur'an, shalat berjamaah tidak khusuk, pekerjaan rumah tangga terlantar bahkan tugas kantor terabaikan.

3. Jangan memosting suatu pernyataan yang mendatangkan murka Allah karena bertentangan dengan manhaj, aqidah dan akhlak salaf.

4. Utamakan memosting al-Qur'an, hadits Nabi atau ucapan ulama salaf atau ulama yang didukung dengan dalil.

5. Prioritaskan postingan yang menguatkan aqidah dan manhaj salaf. Karena demikian itu cara berdakwah yang dibangun Rasulullah.

6. Hindarilah berita yang bernuansa politik praktis dan partai.

7. Jangan menyebut sosok dan tokoh jamaah dan ormas Indonesia agar tidak menjadi momok.

8. Hargai umur dan waktu saat anda berhadapan dengan hp dan komputer.

9. Hindarilah debat kusir dan adu mulut di dunia maya. Apalagi menyerang pihak dengan emosi.

10. Sampaikanlah postingan dengan persuasif, kompromistis, dialogis dan argumentatif.

HATI YANG HANIF SYARAT MASUK SURGA













Tema : bedah buku
" Untukmu yang Berjiwa Hanif "

Ustadz Armen Halim Naro, Lc
-semoga Allah meluaskan kuburnya-


Hati yang hanif adalah syarat mutlak bisa masuk surga.

Ibnu abbas berkata :
"hati yang munif adalah hati orang yang bermaksiat lalu bertaubat kemudian bersimpuh dihadapan Allah."

Awalnya ia fitrah lalu bermaksiat kemudian bertaubat dan kembali ia bersimpuh kpd Allah azza wa jalla.

Ya.. Allah...
Ini hambamu yang dahulunya melakukan maksiat, sekarang ia bersimpuh dihadapanmu ia mengakui kesalahan dan kekurangannya.
itulah hati yang munif..

Hati yang telah dipenuhi dengan kecintaan dan sangat sensitif terhadap kebenaran.
Hati yang tersentuh terhadap kebenaran dan telah dipenuhi kecintaan kepada Allah azzza wa jalla..

------;;bersambung

Dari Faidah Catatan Ta'lim dengan bahasa bebas.

WA : RUMAHILMU

SYA'IR INI MEMBUAT IMAM AHMAD MENANGIS..!!












Sya’ir yang membuat Al-Imam Ahmad -
rahimahullaah- menangis


Dikisahkan, ada seseorang yang
mendatangi Al-Imam Ahmad dan
bertanya kepada beliau, “Wahai Imam,
bagaimana menurut anda mengenai
sya’ir ini?“

Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di
mana orang tersebut membaca sya’ir
berikut

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺭﺑﻲ ﺍﻣﺎ ﺍﺳﺘﺤﻴﻴﺖ ﺗﻌﺼﻴﻨﻲ
Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah
engkau tidak malu bermaksiat kepada-
Ku?”

ﻭﺗﺨﻔﻲ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻋﻦ ﺧﻠﻘﻲ ﻭﺑﺎﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺗﺄﺗﻴﻨﻲ
Engkau menutupi dosamu dari makhluk-
Ku tapi dengan kemaksiatan engkau
mendatangi-Ku

ﻓﻜﻴﻒ ﺃﺟﻴﺐُ ﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﻭﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻮﻑ ﻳﺤﻤﻴﻨﻲ؟
Maka bagaimana aku akan
menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan
siapa yang mampu melindungiku?

ﺃﺳُﻠﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻵﻣﺎﻝِ ﻣﻦ ﺣﻴﻦٍ ﺍﻟﻰ ﺣﻴﻨﻲ
Aku terus menghibur jiwaku dengan
angan-angan dari waktu ke waktu

ﻭﺃﻧﺴﻰ ﻣﺎ ﻭﺭﺍﺀُ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻣﺎﺫﺍ ﺑﻌﺪ ﺗﻜﻔﻴﻨﻲ
Dan aku lalai terhadap apa yang akan
datang setelah kematian dan apa yang
akan datang setelah aku dikafani

ﻛﺄﻧﻲ ﻗﺪ ﺿّﻤﻨﺖُ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻴﻨﻲ
Seolah-olah aku akan hidup selamanya
dan kematian tidak akan menghampiriku

ﻭﺟﺎﺋﺖ ﺳﻜﺮﺓ ﺍﻟﻤﻮﺕُ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻣﻦ ﺳﻴﺤﻤﻴﻨﻲ
Dan ketika sakaratul maut yang sangat
berat datang menghampiriku, siapakah
yang mampu melindungiku?

ﻧﻈﺮﺕُ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻮُﺟﻮﻩِ ﺃﻟﻴـﺲ ﻣﻨُﻬﻢ ﻣﻦ ﺳﻴﻔﺪﻳﻨـــﻲ
Aku melihat wajah-wajah manusia,
tidakkah ada di antara mereka yang
akan menebusku?

ﺳﺄﺳﺄﻝ ﻣﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪﻣﺖ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻱ ﻳﻨﺠﻴﻨﻲ
Aku akan ditanya tentang apa yang
telah aku persiapkan untuk dapat
menyelamatkanku (di hari pembalasan)

ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺟﺎﺑﺘﻲ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻣﺎ ﻓﺮﻃﺖ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻲ
Maka bagaimanakah aku dapat
menjawabnya setelah aku melupakan
agamaku

ﻭﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﺃﻟــــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ
Aduhai sungguh celakalah aku, tidakkah
aku mendengar firman Allah yang
menyeruku?

ﺃﻟــــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻟﻤﺎ ﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﺎﻑ ﻭﻳﺲِ
Tidakkah aku mendengar apa yang
datang kepadaku (dalam surat) Qaaf dan
Yasin itu?

ﺃﻟـــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﺑﻴﻮﻡ ﺍﻟﺤﺸﺮ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﻭ ﺍﻟﺪﻳﻨﻲ
Tidakkah aku mendengar tentang hari
kebangkitan, hari dikumpulkannya
(manusia), dan hari pembalasan?

ﺃﻟـــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻣُﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ ﻳﻨﺎﺩﻳﻨﻲ
Tidakkah aku mendengar panggilan
kematian yang selalu menyeruku,
memanggilku?

ﻓﻴﺎ ﺭﺑــــﺎﻩ ﻋﺒﺪُ ﺗــﺎﺋﺐُ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻴﺆﻭﻳﻨﻲ
Maka wahai Rabb-ku, akulah hambamu
yang ingin bertaubat, siapakah yang
dapat melindungiku?

ﺳﻮﻯ ﺭﺏ ﻏﻔﻮﺭ ﻭﺍﺳﻊُ ﻟﻠﺤﻖِ ﻳﻬﺪﻳﻨﻲ
Melainkan Rabb yang Maha Pengampun
lagi Maha Luas Karunianya, Dialah yang
memberikan hidayah kepadaku

ﺃﺗﻴﺖُ ﺇﻟﻴﻚَ ﻓﺎﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺛﻘــّـﻞ ﻓﻲ ﻣﻮﺍﺯﻳﻨﻲ
Aku datang kepada-Mu, maka rahmatilah
diriku dan beratkanlah timbangan
(kebaikanku)

ﻭﺧﻔَﻒَ ﻓﻲ ﺟﺰﺍﺋﻲ ﺃﻧﺖَ ﺃﺭﺟـﻰ ﻣﻦ ﻳﺠﺎﺯﻳﻨﻲ
Ringankanlah hukumanku, sesungguhnya
hanya Engkaulah yang kuharapkan
pahalanya untukku.

Al-Imam Ahmad terus melihat bait-bait
sya’ir tersebut dan mengulang-ulangnya
kemudian beliau menangis tersedu-sedu.

Salah seorang muridnya mengatakan
bahwa beliau hampir pingsan karena
begitu banyaknya menangis.

dari Kitab Manaqib Al-Imam Ahmad hal.
205 oleh Al-Imam Ibnul Jauzy.

WAHHABI CINTA KEDAULATAN NEGARA














"WAHHABI CINTA KEDAULATAN NEGARA"

Oleh : Sufyan Bin Ranan



Tidak ada dalam sejarah 'Wahhabi' merusak kedaulatan Negara.

Mereka yang pertama dicap Murji'ah lantaran keta'atannya terhadap penguasa.

Akan tetapi sebaliknya..

Ada saja kelompok yang membuat celah bahwa 'Wahhabi' sangat berbahaya bagi kedaulatan suatu negara, bahkan wahhabi dicap sebagai Khawarij.

-----------------------

Khawarij berkata : "Wahhabi Murji'ah"
Tradisionalis berkata : "Wahhabi Khawarij"

-----------------------

Itulah pandangan manusia...
Itulah pandangan yang berorientasikan pada kepentingan - kepentingan dalam memusuhi dakwah sunnah.

Salafi 'wahhabi' dikepung dari berbagai penjuru.
dan itulah al firqatun najiyah "Golongan yang selamat"

Rasulullah bersabda:
“Berbahagialah orang yang asing itu yakni orang-orang baik yang berada di tengah orang-orang yang jahat. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada orang yang mengikuti mereka.” (Shahih, HR. Ahmad)

Merekalah yang disebutkan dalam sabda Rasulullah: “Dan terus menerus sekelompok kecil dari umatku yang membela kebenaran dan tidak ada seorangpun yang mampu memudharatkannya siapa saja yang menghinakan dan menyelisihi mereka, sampai datangnya keputusan Allah dan mereka tetap di atas yang demikian itu.”

Baarakallahufikk...

------------------------

Wahhabi di cela karna mengancam kedaulatan NKRI, yang sampai saat ini belum ada tinta sejarah mencatut demikian dan tidak akan ada pada periode masa yang akan datang.

Tapi lihatlah..
Syi'ah...
Tancapkan hati nurani anda dalam membaca sejarah Syi'ah.
dari awal kemunculannya di zaman Ali Bin Abi Thalib hingga saat ini..
jawab dengan hati nurani anda...!!
Darah kaum muslimin tergadaikan dan murah ditangannya.

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!