Rabu, 28 Mei 2014

PEMIMPIN BUTA MATA BUTA HATI








:: PEMIMPIN BUTA MATA BUTA HATI ::




Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan




Saudaraku…

Hati adalah wadah datangnya Hidayah dari Allah ta’ala yang berupa keimanan. Kebersihan hati mencerminkan keimanan seseorang, dengan itu munculah ketenangan dan ketentraman jiwa, tapi sebaliknya jika
hatinya jauh dan kotor maka hidayah iman itu tidak akan masuk sehingga yang akan dirasakan adalah kehampaan dan kegelisahan.

Oleh karena itu Siapakah pemimpin yang buta mata lagi buta hati..?
Yang jelas seorang yang hatinya kotor, dan sekotor-kotornya pemilik hati adalah dari golongan orang-orang kafir,

Allah ta’ala berfirman :
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.(Al-Baqarah: 7).

Imam Mujahid mengatakan, “Allah mengunci mati hati orang-orang kafir. Dia berkata ath-thab’u artinya lekatnya dosa di hati, maka dosa-dosa itu senantiasa mengelilinginya dari segala arah sehingga berhasil menemui hati tersebut. Pertemuan dosa dengan hati tersebut merupakan kunci mati”

Al Imam al qurthubi mengatakan “terkuncinya hati lantaran kekafirannya berdasarkan QS an nissa : 155.”

namun kita tetap menyadari selama nyawa belum sampai di tenggorokan mereka. Maka masih ada kesempatan untuk bertaubat dan kembali kepada jalan Allah ta’ala Bila Allah berkehendak untuk memberikan hidayahNya, Maka apapun bisa terjadi.”

Timbul suatu pertanyaan Maukah anda dipimpin oleh seorang pemimpin yang buta mata lagi buta hatinya..?
Tentu kita tidak mau dan mengatakan “waiyyadzubillah”.

Saudaraku..
Ketidak mau-an kita dipimpin oleh pemimpin yang buta mata hatinya adalah suatu yang fithrah manusiawi terlebih anda melakukannya karena Allah, tujuan mashlahat umum, sebagaimana anda takut ketika anda di kejar singa atau macan, ketika macan atau singa mengejar anda apakah anda menghadapinya..?

Tentu anda secara fithrah menyelamatkan diri, penyelamatan diri bukan berarti anda seorang pengecut apalagi divonis tidak bertawakal kepada Allah, salah penempatan ya akhy..!! Terlebih dikatakan “NYALI TEMPE…!!” Alhamdulillah tempe masih ada gizi-nya dari pada Oncom. Walhamdulillah.

Kembali kepada pemimpin buta mata lagi hatinya,
Sejarah menunjukan pemimpin yang pertama di dunia yang buta mata lagi buta hatinya adalah FIR’AUN.

Saking buta mata hatinya Allah mengawetkan jasadnya sampai saat ini, sebagai peringatan kepada para pemegang kekuasaan bahwa seorang yang sudah menempatkan dirinya di suatu kursi kekuasaan terkada sifatnya tidak jauh-jauh dari ingkar, dan angkuh, Allah ta’ala. tidak tanggung-tanggung memberikan contoh orang-orang yang membangkang padaNya yakni Firaun.

Sebagai contoh penguasa yang ingkar, Allah ta’ala menjadikan raja besar semacam Fir’aun sebagai contoh kasus agar manusia yakin seyakin-yakinnya bahwa tanpa keimanan dan amal sholeh, raja sebesar Fir’aun sekalipun akan berakhir dengan kehinaan.

Saking buta mata hatinya ia tak segan –segan menantang Allah bahkan membuat sebuah menara tinggi yang katanya untuk mengintip Allah diketinggian, Selama tujuh tahun lamanya ia kerahkan semua arsitek dan para pekerja kasar untuk membangun menara yang ia inginkan. Hingga jadilah sebuah menara yang paling tinggi di masa itu. Hal itu betul-betul memberatkan Nabi Musa -’Alayhis salam-. Tapi Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menenangkannya “Biarkanlah apa yang ia lakukan. Aku akan menghancurkan apa yang ia kerjakan dalam sesaat!” Itulah firman Allah ta’ala kepada Nabi Musa.

Dan lebih buta-nya terhadap kebenaran ketika detik-detik ia mati dilautan dimana laut terbelah maka sang fir’aun berkata apa..?

““Lihatlah, karena takut padaku laut ini menyediakan jalan untukku supaya aku bisa menangkap musuhku!!!”.

Dengan langkah mantap, ia arahkan kudanya untuk berjalan ke tengah lautan yang terbelah, Begitu kepala pasukan hampir mencapai daratan dan ekor pasukan turun ke jalan, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- memerintahkan lautan bersatu kembali airnya. Di depan mata Bani Isra’il, Fir’aun dan pasukannya ditenggelamkan.

Dalam keadaan sekarat , Fir’aun mengikrarkan keimanannya pada Allah ta’ala. Namun Keimanan yang terlambat, Sia-sia tak bermanfaat baginya, Sebagai jawabann Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman (yang artinya):

“Sekarangkah (kau katakan)? Sedangkan sebelumnya kamu telah bermaksiat dan kamu termasuk orang-orang yang membuat kerusakan”.

Dalam Sunan Tirmidzi diriwayatkan kisah, saking gemes nya Malaikat Jibril -’Alayhis salam- turun tangan sendiri menyumbat mulut Fir’aun dengan lumpur laut, dia khawatir kalau-kalau Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menurunkan rahmat-Nya kepada Fir’aun -La’natullah ‘alaih-.

Namun itu belum juga memuaskan Bani Isra’il. Maka Nabi Musa -’Alayhis salam- berdoa supaya dinampakkan bangkai Fir’aun kepada mereka. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menerima permohonan beliau. Bangkai Fir’aun diangkat, dan diabadikan untuk dijadikan bahan renungan bagi orang-orang setelahnya. Termasuk kita. (Sumber : Harun Al-Rasyid).

Oleh karena itu….
Kepada Para calon presiden kita kita harapkan untuk membaca lebih dalam sejarah fir’aun dimana awetnya jasad fir’aun untuk perenungan bagi anda yang hendak memimpin negeri ini, dan kita sebagai rakyat tentu berdo’a kepada Allah ta’ala dengan berikhtiar agar negeri kita ini senantiasa sebagai negeri yang aman, negeri yang syi’ar islam dihidupkan secara terbuka.

Dan ketahuilah..
Kalau secara fithrah kita tidak mau dipimpin oleh seorang yang bertentangan faham terhadap keyakinan kita atau pemimpin yang dzalim tak memihak kaum muslimin, maka tidaklah perlu mengucapkan sesuatu yang tidak mesti diucap, ucapan yang sia-sia menjatuhkan saudara-saudara kita, sperti “Nyali Tempe… Kabayan kepelet… bahkan lebih lucu lagi Jadi tukang Ramal”,

Masya Allah… Menuduh saudaranya tukang ramal, artinya tau dari mana seseorang itu dikatakan tukang ramal..? bukannya yang berucap yang dzan atau meramalkan saudaranya adalah tukang ramal..? jangan sampai tukang ramal teriak tukang ramal, perkataan seperti ini menjatuhkan dan su’udzan terhadap saudara-saudara kita yang lain. Dan tentu kita diatas hujjah para ulama menyikapi hal ini dengan kedewasaan bukan saling gunjing antar ahlussunnah. Wallahul musta’an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!