Selasa, 22 Juli 2014

SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP HASIL PILPRES 2O14

:: PULANGLAH, KE MANHAJ SALAF ::
-Menyikapi Hasil Pilpres-


Abu Usaaamah Sufyan Bin Ranan




Siapapun Presidennya kaum muslimin tetap ta’at kepada penguasa terpilih pada hal yang ma’ruf, adapun sekiranya adanya penguasa yang dzalim terhadap kaum muslimin dalam segala kebijakannya maka hendaklah bersabar dan nasihati secara baik tanpa mengurangi martabat penguasa, namun tanpa memberontak atau kudeta terhadap penguasa tersebut.

Saudaraku....

Kembalilah kepada prinsip Islam, bahwa ba’iat rakyat kepada penguasa terpilih meskipun itu dari hasil peperangan, dari hasil sistem demokrasi, dan hasil non syar’I lainya sekiranya yang memenangi adalah sebagai penguasa yang sah, maka kaum muslimin wajib bai’at kepadanya
Sebagaimana perbuatan Shahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam Abdullah Bin Umar radhiyallahu’anhu membai’at Abdul malik bin marwan termaktub dalam kitab fathul bari, Yang mana sebelumnya Abdul malik bin marwan bersengketa kekuasaan dengan Abdullah bin Zubair, namun yang menang adalah Abdul Malik sehingga kekuasaan beralih padanya lalu Abdullah Bin Umar membaiatnya .

Al Imam Ibnu Hajar menjelaskan riwayat diatas :

“Ahli fiqih sepakat atas wajibnya menta’ati penguasa yang menang ketika merebut kekuasaan dan wajib berjihad bersama penguasa terpilih, dan menta’ati penguasa yang menang lebih baik dari pada mengkudeta”.

Al Imam asy Syafi’I dalam manaqibnya berkata :
“Siapapun yang menang dalam merebut kekuasaan meskipun melalui peperangan, dan yang memenanginya disebut penguasa dan manusia bersepakat atas kemenangannya maka ia adalah penguasa”.

Dan banyak perkataan ulama salaf yang sejenis seperti al Imam asy Syaukhani, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyyah, Syaikh Muhammad bin abdul wahhab dan selainya –semoga Allah merahmati mereka-.

Dengan demikian junjunglah tinggi-tinggi prinsip agama kita bahwa wajibnya ta’at kepada penguasa terpilih setelah dilantik nantinya.

Dan ketahuilah kita telah menunaikan apa yang kita pilih semata-mata bukan untuk tujuan politik, bukan untuk kepentingan kekuasaan melainkan kita berpartisipasi pemilu hanya untuk memilih kemadharatan terkecil untuk kemashlahatan kaum muslimin dan tidak lebih dari itu.

maka sekiranya hasil berbeda dari apa yang kita pilih hendaknya kembalikan kepada prinsip islam yang telah disebutkan diatas bukan dengan kudeta, bukan dengan menjelek-jelekan lembaga KPU yang merupakan bagian dari lembaga pemerintahan yang sah, dan sejenisnya.

Ketahuilah Penguasa kita saat ini Adalah Bapak SBY dan beliau menghimbau agar rakyat Indonesia tetap damai dan legowo dalam hal menerima keputusan KPU, dengan demikian kita sebagai rakyat harus ta’at terhadap himbauan beliau, dengan kata lain tidak lagi mengamati ini dan itu, menjelekan fulan dan fulan, bahkan lucunya lagi masih ada yang berkampanye.

Saudaraku......

Semua telah Usai,
Pulanglah....
Kembalilah kepada prinsip agama kita yang dahulu anda pegang,
Jangan sampai anda masuk kedalam kubangan lumpur untuk menolong seseorang yang terjebak namun tidak berhasil menolongnya maka ketika sampai rumah, hendaklah bersihkan lumpur yang ada dibadan anda dan katakan "Qadarullah usaha kami belum berhasil"

Semua sudah Usai....
Peganglah manhaj Salaf,
Sekiranya anda masih mempermasalahkan hasil Pemilu dengan memperjuangkan capres yang anda usung karena kekalahanya, ketahuilah anda menjadi Politikus terbaru di Republik Ini.

Semoga Allah menjaga Negeri kita dan menjadikan penguasa terpilih sebagai penguasa yang adil terhadap kaum muslimin.

#Pulanglah_kemanhaj_salaf

Minggu, 13 Juli 2014

JILBAB CAP ARTIS







:: JILBAB CAP ARTIS :





Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Ramadhan yang hakikatnya diperuntukan perbanyak amal ibadah,
dinodai dengan sikap musiman musim belanja, musim mengemis, tanpa
kecuali musim fashion busana muslimah .

Sehingga sekelompok orang yang tenar didunia namun belum tentu tenar diakhirat berlomba membuat fashion busana muslimah trend 2O14 umpamanya.

kalau syar’I kita dukung namun rata-rata busana muslimah cap artis ini malah norak banget, warna busana-nya kampungan kata orang bekasi bilang ‘menor’ hampir mengalahkan cahaya matahari dan sobek-sobek lagi kayak kurang bahan maka sepantasnya kami sebut Baju yang Norak dan Murahan .

Meskipun dijadikan trend dimana saat lebaran tiba banyak yang memakai busana muslimah cap artis baik yang kualitasnya original maupun yang gadungan sing penting mirip pakaian atau jilbab si Artis toh . .

.
Saudaraku

Hakikat jilbab atau hijab dan keseluruhan busana muslimah adalah Final, setiap muslimah wajib berhijab menutup auratnya dan batasan aurat telah jelas yakni menutupi seluruh tubuh keculali waah dan telapak tangan sebagaimana firman Allah

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita muslimah agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal & tak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Berkaitan wajah muslimah adalah aurat atau bukan menurut jumhur ulama wajah wanita bukan aurat sebagaimana keterangan dari Syaikh Muhammad Nashiruddin AL Bani rahimahullah dalam fatwanya :

“Yang berpendapat bahwa wajah wanita itu aurat adalah minoritas ulama. Sedangkan yang berpendapat bahwa wajah bukan aurat adalah mayoritas ulama (Jumhur)”

Dengan demikian nash di atas adalah ketentuan yang tidak dapat ditawar lagi, maka siapapun yang mengenakan busana yang dianggap ‘islami’ namun auratnya belum tertutup maka hakikatnya ia belum berhijab .
Berikut Standar Berhijab :

1 . Menutupi seluruh tubuhnnya kecuali wajah dan telapak tangan .

2 . Niatkan hanya untuk beribadah bukan ikut Artis, bukan Ikut fashion dll .

3 . Tidak ketat, tidak tipis dan jangan memakai parfum yang berlebihan
sehingga dapat dicium oleh orang lain .

Jilbab Cap Artis No Way . . .
Jilbab Syar’I adalah kewajiban bukan fashion .

Wallahu'alam

Sabtu, 12 Juli 2014

BLUNDER BOIKOT PRODUK YAHUDI..!!

BLUNDER BOIKOT PRODUK YAHUDI..!!

Hari ini saya melihat semangat kaum muslimin untuk memboikot produk yahudi, hal yang harus diperhatikan adalah :


1. Dengan anda memboikot, sampai sejauh mana pengaruhnya terhadap perekonomian yahudi..?

Saya melihat tidak ada pengaruhnya, yahudi tetap mewah bisa bertempur ratusan tahun., membunuh umat islam, Kalaupun mempengaruhi perekonomian mereka tentu pertama kali yang menjadi korban adalah kaum muslimin.


Contoh :


Anda memboikot produk yang dipandang yahudi umpama Unilever Group, kalau dikatakan pengaruh maka berapa banyak pekerja kaum muslimin kehilangan lapangan pekerjaan…?


Sudahkah anda menanding produk yahudi sehingga kita mempunyai solusi, jika produk ini diboikot solusinya beli produk yang mana..?


Jika ratusan ribu kaum muslimin kehilangan lapangan pekerjaan maka solusinya mau ekspansi keperusahaan mana yang anti yahudi…? Adakah solusinya..?


Sedangkan kita sama-sama tahu yahudi yang mengendalikan perekonomian dunia .


2. Kalaupun anda masih tetap semangat ingin memboikot produk yang dianggap punya setoran dana ke Yahudi, maka bersikap adil, jangan yang diboikot produknya ecek-ecek missal mie instan, minuman segar, dan sejenisnya.


Harusnya boikot juga handphone anda, mobil anda, motor anda, laptop anda bahkan ada yang memberitakan boikot produk yahudi namun sosialisasinya pakai Facebook.



3. Dengan demikian sikap yang bijak bagi kaum muslimin bukan dengan memboikot produk mereka, boleh memboikot produk mereka asalkan mempunyai pengaruh tanpa mendatangkan madharat bagi kaum muslimin.


Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan hafidzhahullah mengatakan :


“Jika engkau tidak membeli produk Amerika, itu pun tidak membahayakan mereka. Memboikot produk tertentu hanya boleh dilakukan jika ada keputusan dari penguasa kaum muslimin.
Jika penguasa kaum muslimin memerintahkan untuk memboikot suatu produk, maka kaum muslimin wajib untuk memboikot. Adapun jika itu hanya seruan dari person-person tertentu dan mengeluarkan suatu fatwa, maka ini berarti telah mengharamkan apa yang Allah halalkan.”

Kaum muslimin palestina butuh bantuan harta..!!
Kaum muslimin palestina butuh pangan..!!
Dan yang utama adalah Do’a.

Jumat, 11 Juli 2014

SAMPAI KAPAN ANDA MENGAKHIRKAN WAKTU SHALAT...?






:: SAMPAI KAPAN ANDA MENGAKHIRKAN WAKTU SHALAT...? ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Kesibukan dunia adalah fatamorgana,
tampak indah dipandangan akan namun buram dalam hakiki,
laksana gunung yang membiru dari kejauhan akan tetapi terjal dan berbatu dari kedekatan.

Berbicara kesibukan dunia tidak ada habisnya,
kita memperoleh satu pijakan pasti ingin berpijak dipijakan lainya,
kita maju selangkah pasti ingin maju lagi seribu langkah kedepan,
Dunia tidak ada habisnya untuk dibicarakan dan dilaksanakan.


Memburu harta dari dunia tidak ada puasnya,
Memburu perniagaan dari dunia tidak ada habisnya,
Memburu kekuasaan dari dunia tak berhenti untuk terus berambisi,
lantaran dunia menghiasinya, dunia prioritasnya.

Tanpa akhirat oriented seseorang akan galau sepanjang usianya meskipun perutnya kenyang, meskipun pelayannya banyak, meskipun fasilitas bersamanya hakikatnya adalah fatamorgana, tanpa akhirat oriented kesibukan dunia maka tak heran, sekiranya seseorang rela meninggalkan shalatnya, ikhlas mengakhirkan waktu shalat ketika lapang lantaran dunia-nya.


Shalat merupakan asas islam, pondasi agama kita yang mulia al Islam, dimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

Islam dibangun di atas lima asas : bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Rasulullah, Menegakkan shalat, …"HR Bukhâri dan Muslim.

Shalat merupakan tembok yang kokoh dari pembatas antara muslim dan kafir,

Bagaimana sekiranya sebuah tiang, sebuah pondasi agama jika ditinggalkan ?

Bagaimana sekiranya salah satu bentuk deklarasi kita dalam ‘ubidiyyah kepada Rabbul ‘alamin dilalaikan ? dipermainkan ? di nomor dua-kan sehingga mengakhirkan waktunya ?


Patut sama-sama kita renungi,
Jangankan kita meninggalkan shalat,
Jangankan kita bolong bolong shalatnya,

Sekiranya seseorang shalat 5 waktu akan tetapi waktunya sengaja di akhirkan dalam menunaikannya tanpa ada udzur maka dihari kiamat ia akan dikumpulkan bersama fir’aun yang sibuk akan singgasana kerajaannya,
bersama Qarun yang sibuk dengan hartanya,
bersama Haman yang sibuk dengan para menterinya dan
Ubay bin kholaf yang sibuk pedagang sukses dan selalu menghina Rasulullah.

Mereka mencukupi kategori sebagian orang-orang pada abad ini yakni sibuk lantaran ambisi kekuasaan, sibuk lantaran menjaga harta hingga kikir, sibuk lantaran dimanjakan dengan banyak pelayan, sibuk dengan perniagaan


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :
“Siapa yang senantiasa menjaga shalat, maka ia akan memperoleh cahaya, hidayah, serta keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang lalai darinya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” HR. Ahmad.


Saudaraku
Meninggalkan atau melalaikan shalat bukan hanya berarti ia tidak shalat melainkan ia shalat akan tetapi mengakhirkan waktu shalatnya tanpa udzur syar’I, dimana Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai orang yang melalaikan Sholat, maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, menjawab :

“adalah mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu Sholat, maka mereka diancam dengan Neraka Wail ”.
“Neraka Wail bagi orang yang shalatnya, yang mereka itu lalai dalam shalat. (QS. Al-Maa’un [107]: 4-5).


Sampai Kapan Anda Mengakhirkan Waktu Shalat ?

Sampai Kapan anda lalai dari shalat ?

Kamis, 03 Juli 2014

SUAMI-ISTRI SALING BERCUMBU SAAT PUASA







:: SUAMI-ISTRI SALING BERCUMBU SAAT PUASA ::





Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Bermula dari cinta,

Cinta memiliki beribu tafsir serta berjuta makna sehingga cinta itu adalah dinamis, pembicaraanya tak bertepi, suatu tanda cinta adanya kecondongan kepada yang dikasihi, semua bermula dari cinta.


Sepasang suami istri saling kasih mengasihi lantaran cinta,
Sepasang suami istri memiliki buah hati yang dinanti oleh sebab cinta,
Semua bermula dari cinta.


Ramadhan adalah bulan ibadah tidak hanya sebatas dengan puasa saja melainkan senantiasa berlomba dengan amal ibadah yang lain, seperti tilawah al Qur’an, bersedekah, berdzikir, dan selainnya yang mana pahalanya dilipatgandakan.


Salah satu ibadah yang utama dalam Ramadhan adalah berpuasa yakni menahan diri dari segala hal yang menyangkut dalam rukun berpuasa atau pembatal-pembatal puasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat ikhlas sebelum fajar, dan salah satu yang termasuk rukun dalam berpuasa adalah menahan diri dari berhubungan intim suami istri pada siang hari disaat berpuasa.


Saudaraku yang semoga kita dirahmati Allah

Sekiranya berhubungan intim di saat berpuasa adalah haram dan memiliki sanksi jika melakukanya, bagaimana kalau hanya sekedar bercumbu, mencium, suami atau istri di saat berpuasa apakah hal ini di bolehkan ?

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjawab :

“para ulama mengatakan: “Hukumnya boleh apabila, berdasarkan hadits Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda : “Beliau mencumbu (istrinya) dalam keadaan berpuasa dan beliau mencium (istrinya) dalam keadaan berpuasa”. HR. Bukhari Muslim


Dengan demikian hakikat mencumbui istri adalah boleh disaat berpuasa, namun meskipun demikian hendaknya dihindari mencumbui sang suami atau istri sebab apa ?


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam adalah orang yang mampu menahan syahwatnya sebagaimana diriwayat lain, adapun diri kita dengan segala kelemahan akal dan fikiran yang mudah tercebur dalam jurang syahwat maka hendaknya mencumbui istri di hindari, sebab sekurang-kurangnya anda menahan syahwat alhasil yang Air Mani pun bisa keluar dengan sendirinya tanpa anda sadari dan keluarnya Mani adalah pembatal puasa.


Sebagaimana Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullah mengatakan :

“Jika bercumbu dengan isterinya dengan syahwat sehingga keluar air mani maka ia telah berdosa, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dengan menukil hadits Qudsi:
Seorang yang berpuasa meninggalkan makan, minum dan syahwatnya karna Aku”

Ditegaskan hukumnya oleh syaikh ibnu utsaimin dalam kumpulan fatwa puasa beliau mengatakan :

“apabila mengeluarkan air mani, maka batal puasanya. Apabila tidak mengeluarkan air mani maka tidak batal puasanya.”.

Oleh sebab itu dengan melihat penjelasan para ulama kami menyimpulkan :

1. Cumbuan asal hukumnya boleh.
2. Jika keluar air mani meskipun tak disadari maka hal tersebut merupakan pembatal puasa, sehingga sepatutnya cumbuan harus dihindari.

Wallahu’alam


Rabu, 02 Juli 2014

PERAN PEMERINTAH DALAM ISLAM






:“SIAPAPUN PRESIDEN-NYA, TOH KITA MASIH URUSI HIDUP SENDIRI ?!” :

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku
Sering kita mendengar ucapan diatas, ucapan yang ngeyel tanpa melihat sudut pandang yang parsial, menyeluruh untuk kemashlahatan bangsa dan tentunya terutama agama kita,

“Nyoblos ora nyoblos, kita masih makan dan mencukupi hidup sendiri”
“Siapapun presidennya, toh mereka tak inget lagi rakyat ketika menjabat “

Dan ucapan sejenis yang menandakan tidak tahu arti dan peran pemerintah serta hidup di koridor orang-orang pesimis

Saudaraku

Perlu kita ketahui peran pemimpin dalam islam begitu penting, bukan hanya duduk manis di kursi presiden atau memerintah ini dan itu, melainkan fungsi pemerintah adalah berfikir bagaimana bisa menstabilkan seluruh komponen yang bernaung di negeri yang ia pimpin dari stabil pangan, stabil keamanan, stabil harmonis dan kerukunan, dan seterusnya sehingga hal ini dirasakan oleh kita sebagai rakyat.

Maka “siapapun presidennya kita tetap beli beras sendiri. . .”,
wong yang ngurus beras siapa. . . ?
yang memonitoring kebutuhan beras kita siapa ? anda ? kan tak mungkin, maka kita harus melihat dan mengetahui bagi kita yang belum paham apalagi gagal paham dalam hal pentingnya fungsi pemerintahan dalam islam.

Ucapan orang orang pesimis dibantahkan oleh perkataan Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullah dengan mengatakan:

“Wajib diketahui bahwa penguasa yang mengatur urusan manusia adalah bagian dari kewajiban-kewajiban agama, bahkan tidak mungkin agama tegak tanpa adanya penguasa.”

Dengan demikian Islam telah mengatur tatanan bersikap dalam muamalah terhadap penguasa, terhadap pemerintah sebagaimana Allah ta’ala berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu..”

Di nukil dari Al Imam Syafi’I rahimahullah dalam kitab Fathul Bari [8/106] mengatakan yang dimaksud ulil amri adalah pemerintah”

Diantara para salaf mengatakan :

” enam puluh tahun bersama pemimpin yang dzalim lebih baik dari pada satu malam tanpa pemimpin “

Lihatlah saudaraku

Bagaimana anda mengatakan siapapun presidennya toh makan tetap beli sendiri, memang yang mengatur harga siapa ? yang memonitoring kebutuhan anda dan masyrakat luas siapa ?

Bagaimana anda mengatakan siapapun presidennya toh tetap saja hidup nganggur, Saudaraku bumi Allah luas nganggur nya anda bukan lantaran penguasa melainkan kemauan anda ingin bekerja atau tidak, lihat betapa banyak investor yang ada di Indonesia ini bukankah hasil adanya pemerintahan ?

Bagaimana anda mengatakan penguasa di negeri ini adalah thagut, kafir, dan sejenisnya sedangkan anda hidup dan menikmati fasilitas dari penguasa yang anda kafirkan padahal ia adalah seorang muslim, bukankah anda diperintahkan untuk hijrah ?

Saudaraku
Janganlah kita berfikir pesimis, peran penguasa sangat penting dan menjadi prinsip serta pokok dalam islam sehingga seorang yang sudah terlanjur pesimis, seorang yang telah terlanjur untuk pasrah adalah orang-orang yang tidak menghendaki suatu perubahan, sehingga siapapun pemimpinnya tak berefek pada dirinya, siapapun penguasanya ia tetap makan sendiri tanpa berfikir secara parsial ia hidup dan tinggal di suatu negeri adalah hasil dari kepemimpinan tentunya terlepas dari segala kekurangan seorang penguasa yang memimpin negeri

Selasa, 01 Juli 2014

HUKUM NIAT PUASA




::ANDA BERPUASA... SUDAHKAH ANDA NIAT... ?::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Alhamdulillah kita dipertemukan kembali dengan bulan Mubarak, bulan yang penuh berkah dan ampunan, bulan ibadah dimana ibadah – ibadah kita di lipat gandakan.


Saudaraku
Kita telah mendengar keputusan pemerintah Republik Indonesia bahwasanya 1 Ramadhan jatuh pada tgl. 29 Juni bertepatan di hari Ahad, besok kita insya Allah berpuasa sudahkah anda berniat.. ?


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya amal-amal ibadah itu bergantung kepada niat. Setiap orang akan mendapatkan ganjaran berdasarkan atas apa yang dia niatkan. “HR. Imam Al-Bukhari”

Niat merupakan syarat sah dari segala macam amal ibadah termasuk Puasa pada bulan Ramadhan, tidak sah puasa kita sekiranya kita sama sekali tidak niat dalam berpuasa besok hari, bagaimana tekhnis niat dalam berpuasa Ramadhan berikut kami uraikan :


1. NIAT BERPUASA RAMADHAN DILAKUKAN SETIAP MALAM SEBELUM TERBIT FAJAR.


Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum terbit fajar, maka puasa nya tidak sah”. (HR. Ahmad)

Tegas nash ini memerintahkan kita untuk melakukan niat puasa dimalam hari, begitupun berpuasa pada bulan Ramadhan pendapat yang rajih sebagaimana pendapat al Imam Syafi’I, Abu Hanifah dan Ahmad niat puasa Ramadhan dilakukan setiap malam sebelum terbitnya fajar.
Sebagaimana pendapat Syaikh shalih al Fauzan hafidzhahullah mmemberikan klasifikasi bahwa puasa ramadhan adalah ibadah yang berdiri sendiri dari satu hari kehari berikutnya.


2, NIAT TEMPATNYA DI HATI TIDAK DI UCAPKAN.


Sering kita mendengar setiap malam saat akhir tarawih jeda menuju witir mengucapkan dengan lisan yang lantang dan berjama’ah :
“Nawaitu sauma ghadin an adai fardhi shahri ramadana hazihis sanati lillahi ta’ala”

Suadaraku
Niat adalah pangkal nya di hati bukan di lisan dan lafadz diatas yang sering orang orang ucapkan dan kita pun sering menengarnya merupakan hal yang sama sekali tidak ada tuntunanya dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya.

Sebagaimana yang kita ketahui adalah sebaik-baik tauladan adalah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam kita sebagai muslim yang ngefans dengan beliau tentu senantiasa berusaha mengikuti sunnah beliau kalau beliau saja tidak melafadzkan niat puasa dengan lafadz diatas, para shahabatnya pun tak melakukannya, maka apakah kita mendahului mereka dalam menetapkan suatu amalan... ?
tentu kita tidak ada hak ssama sekali dalam menetapkan suatu amalan yang bukan bagian dari agama kita.


Dengan demikian niat puasa di tanamkan dalam hati bukan diucapkan, seseorang telah dikatakan berniat puasa dengan bangunnya ia pada akhir malam kemudian makan sahur tanpa harus diucapkan, sebagaimana kalau anda lapar tentu secara otomatis anda makan untuk tujuan kenyang tanpa harus di ucapkan dengan berkata “sya ingin kenyang”, dengan demikian Seseorang tidaklah di perintahkan melafadzkan niatnya dengan berucap : “Nawaitu sauma ghadin ,,,,,” karena yang seperti ini adalah bid’ah, tidak boleh dikerjakan !


Saudaraku
Semoga Ramadhan ini lebih baik daripada Ramadhan sebelumnya, beristighfarlah, tilawah dan tadabur al Qur’an-lah, serta menjaga ibadah-ibadah lainya.


Ramadhan bukan hanya ibadah puasa saja, puasa hanya bagian dari ibadah-ibadah lainya maka dari itu kita hendaknya dapat menjaga diri kita dengan ibadah-ibadah lainnya bukan dengan Tidur, Tidur orang yang berpuasa bukanlah ibadah melainkan kemalasan jiwa seseorang yang lalai.

Selamat menunaikan Ibadah-Ibadah di Bulan Ramadhan
Baarakallahufik, Ramadhan Mubarak. . .!!!























ANEH, WARUNG REMANG-REMANG BUKA DISIANG HARI RAMADHAN

: ANEH, WARUNG REMANG-REMANG BUKA DISIANG HARI RAMADHAN :

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Saudaraku

Warung remang-remang ideal-nya menggambarkan situasi lokalisasi pelacur pada malam hari dan diluar bulan suci ramadhan, namun pernahkah anda menemui warung remang-remang di siang hari pada bulan suci Ramadhan. . . ?

Bulan Ramadhan ternodai dengan adanya warung remang-remang yang tetap buka jam operasionalnya, berbicara warung remang-remang di bulan Ramadhan bukan berbicara pelacuran melainkan pembicaraan kita berkaitan dengan warung yang ditutup setengah hati,
memunculkan kaki –kaki orang yang mengunjungi,
yakni warung makan buka di siang hari ,
puasa Ramadhan pun ternodai .


Bagimu, Pemiliki Warung Remang-remang . . .!!

Sedikit catatan nasihat bagi kami untuk pemilik warung remang-remang diantara-nya :

1 . Rezeki yang berkah adalah tujuan Utama.


Sering kita mendengar Rezeki yang berkah, lalu apa sih rezaki yang berkah itu. . . ?

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, " keberkahan ialah kebaikan yang melimpah dan abadi." (Syarah Shahih Muslim)


Keberkahan rezeki adalah syukur meskipun sedikit maka Allah tambahkan rezeki tersebut mencukupi keperluan anda, rezeki yang berkah tidak dapat diukur oleh ilmu pasti, tidak bisa kita katakan 1 di tambah 1 sama dengan 2, tidak!!

Bahkan 1 buah delima saja mencukupi banyak orang, butuh bukti lihatlah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

"Akan diperintahkan (oleh Allah) kepada bumi: tumbuhkanlah buah-buahanmu, dan kembalikan keberkahanmu, maka pada masa itu, sekelompok orang akan merasa cukup (menjadi kenyang) dengan memakan satu buah delima, dan mereka dapat berteduh dibawah kulitnya.

Dan air susu diberkahi, sampai-sampai sekali peras seekor unta dapat mencukupi banyak orang, dan sekali peras susu seekor sapi dapat mencukupi manusia satu kabilah, dan sekali peras, susu seekor domba dapat mencukupi satu cabang kabilah." (HR. Imam Muslim)


Inilah definisi rezeki yang berkah, bahwa kelapangan rezeki dan umur diukur dengan keberkahannya.

2 . Jangan tolong menolong dalam hal Dosa dan Maksiat .
Allah ta’ala berfirman :


“Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. ” (QS. Al Maidah: 2).


Anda membuka warung makan di siang hari merupakan rasa intoleran terhadap kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah puasa serta memfasilitasi orang-orang yang tidak berpuasa, terlebih seorang muslim yang ingkar kepada Allah dengan tida berpuasa ramadhan difasilitasi makan siang merupakan suatu pelanggaran dan termasuk tolong menolong dalam berbuat dosa.

3. Mencari Rezeki bisa di siasati.


Kita adalah Manusia makhluk Allah yang paling sempurna, memiliki daya fikir yang luar biasa, dengan demikian jangan pesimis menatap masa depan, jangan munculkan sugesti kecemasan memperoleh rezeki, Motivator muslim dunia Dr Ibrahim el Fiky dalam bukunya quwwat al tafkir mengatakan :

“Anda berfikir bisa atau tidak bisa, dua-duanya akan benar. Bila anda berfikir bisa, Insya Allah anda bisa tetapi jika anda berfikir tidak bisa maka akan tidak bisa” .

Dengan demikian tidak ada yang tidak bisa disiasati semua-nya bisa disiasati asalkan anda berfikir untuk bisa mencari rezeki dan anda adalah Manusia, Anda adalah Manusia.

Jangan kita kalah dengan burung yang senantiasa bertawakal kepada Allah dengan segala usahanya pagi ia tak tau makan dengan apa, namun sore hari ia kenyang sekali atas rezeki yang Allah berikan, kalau burung saja bisa bertawakal maka kita sebagai manusia tentu tidak mau dikalahkan dengan burung.


Lihat hal ini di tegaskan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :
“Andaikan kalian benar-benar bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, yaitu keluar dengan kelaparan di pagi hari dan kembali dengan perut kenyang di sore hari. (HR. Tirmidzi)


Saudaraku

Lihatlah Burung saja senantiasa bertawakal kepada Allah akan hal menyangkut urusan sejengkal perut bagaimana dengan anda . . . ?

Hendaknya kita pun harus lebih bertawakal dibanding burung – burung, maka tiada alasan untuk membuka warung remang remang di siang hari, menonjolkan kaki dengan membuka tirai setengah hati, lalu bagaimana mensiasati agar pemasukan tetap ada meskipun dibulan Ramadhan ?


TIPS TETAP BUKA WARUNG TANPA REMANG – REMANG DIBULAN SUCI RAMADHAN :



a. Solusi dan siasat – nya :
“Jadikan siang menjadi malam dan malam jadi siang”


• Anda bisa membuka warung pada saat menjelang berbuka dengan menyajikan makanan untuk orang berbuka puasa seperti kolak, es buah dan sejenisnya.

• Lalu anda buka dengan makanan berat setelah shalat tarawih sampai sahur dengan siasat manajemen dagang misalkan sahur 4 kali gratis 1 kali, insya Allah pendapatan anda akan berkah dan meningkat ibanding hari biasa dan janji Allah adalah pasti.


b. Solusi dan siasatnya

“Mencoba menjual usaha baru musiman dengan meninggalkan usaha lama”

Ini adalah strategi yang menurut saya ampuh, betapa banyak orang yang saya temui misalkan biasanya pedagang rujak ketika ramadhan tiba ia rubah gerobaknya dengan pedagang sop buah menjelang berbuka, hasilnya . . .

Masya Allah berkah dan berlipat-lipat. . .!!

Dengan demikian saudaraku. . .

Banyak siasat, banyak solusi, bumi Allah sangat luas.
Jangan jadikan diri kita sebagai kerikil ramadhan, menodai bulan suci, membantu orang berbuat dosa dan sejenisnya melalui membuka warung makan remang-remang di siang hari ramadhan.
Semoga Bermanfaat.
Baarakallahufikum.

PUASA, NONTON TV SEHARIAN






:: PUASA, NONTON TV SEHARIAN ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Hiburan dalam kehidupan sangat kita butuhkan untuk merefresh kepenatan dan keseriusan kita dalam suatu tujuan dan focus suatu hal keseharian misalnya penat dalam pekerjaan, penat dalam belajar bagi siswa, penat melihat hiruk pikuk kota dan mungkin penat dalam beribadah merupakan hal yang pasti dilalui oleh manusia karena sesuatu yang monoton membuahkan penat, sehingga sekaliber ibadah sekalipun ada masa penatnya, ada masa futurnya sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang malasannya masih dalam sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang”HR Thabrani”

Jangankan perihal dunia dengan segala hiruk pikuk dan kelalaiannya, amalan dalam hal ibadah saja kita tidak menafikan adanya kemalasan pada kondisi tertentu, umpama anda rutin membaca al Qur’an suatu ketika anda di timpa virus malas yang akibatnya anda tidak membaca al Qur’an pada kondisi itu namun anda alihkan dengan membaca buku agama maka dengan ini kemalasan anda masih dalam koridor petunjuk Nabi shalallallahu alaihi wa sallam.

Dengan demikian segala sesuatu apapun bahkan sekaliber ibadah mempunyai masa semangat dan masa futur nya tinggal kita memenej nya bagaimana agar tetap dalam sunnah Rasulullah dalam kemalasan kita.

Saudaraku. .

Televisi merupakan alat media yang mengusai informasi pada abad ini, orang bisa terkenal karena televisi, orang bisa ngefans dengan idolanya karena televisi, bahkan saking hebatnya media televisi dapat mempengaruhi mindset tokoh jahat menjadi tokoh baik, aktor politik penuh blusukan pencitraan di racik menjadi orang yang sederhana, miskin, apa adanya dan seterusnya.

Begitu kuat pengaruh televisi mengakibatkan orang bisa berjam-jam bahkan puluhan jam kuat menatap televisi, terlebih bulan ramadhan ini televise sangat menarik dan digandrungi oleh sebagian kaum muslimin untuk mengisi waktu ari pagi sampai sore, dari sahur sampai berbuka hidupnya didepan televisi.

Kalau anda berpuasa seharian menatap televisi atau berjam-jam waktu mayoritas anda di habiskan untuk televisi akankah puasa anda berkualitas. . .
Akankah puasa anda dihitung pahala. . .
Akankah puasa anda di terima dan dibalas surga. . .

Saudaraku. .
Pertama . Hendaknya kita harus mengetahui hakikat kita diciptakan didunia ini, apakah untuk senang-senang, ataukah untuk beribadah. . . ?

Allah ta’ala berfirman :
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Ini adalah tujuan dari hadirnya kita didunia, beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan mentauhidkan-Nya, merealisasikan amalan yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan yang telah di jelaskan .

Kedua .Kebiasaan para ulama salaf takut dan khawatir kalau setiap amal yang telah dilakukannya tidak di terima oleh Allah padahal mereka lah orang-orang yang senantiasa menjaga dan berusaha untuk ikhlas dalam beramal, merekalah orang-orang yang berhati-hati dalam bersikap dan paling takut kepada Allah ‘azza wa jalla .

Salah satu perkataan yang terkenal adalah perkataan Umar Bin Abdul Aziz rahimahullah ketika khutbah Idul Fithri beliau berkata :

“Wahai manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari.
Kalian pun telah mengamalkan shalat tarawih pada setiap malamnya.
Kalian pun memohon pada Allah agar amalan kalian diterima.
Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri.
Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.”
Mereka malah mengatakan, “Kalian benar.
Namun aku adalah hamba. Aku diperintahkan oleh Allah azza wa jalla untuk beramal, Akan tetapi aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Lihatlah Itulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu takut jika amalannya tidak diterima.
Adapun kita yang amalannya sangat sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita sangat percaya diri dan yakin dengan diterimanya amalan kita”

Saudaraku
Ini menjadi renungan bagi kita, mumpung masih awal ramadhan, mumpung ramadhan masih dini dihadapan kita, akan kah kita gadaikan ramadhan tahun ini hanya untuk televisi. . . ?

Akankah kita gadaikan ramadhan tahun ini dengan kelalaian serta kemalasan yang berlanjut. . . ?

Yakinkah anda bahwa Ramadhan yang akan datang akan anda temui. . ?

Yakinkah anda bahwa Umur anda panjang. . . ?

Siapa tahu tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, betapa banyak orang yang merasa terjaga sehat dan bugar dipagi hari namun terbaring dan kaku terbujur kafan di sore hari. . . ?

Kalau para ulama saja khawatir dengan amalan nya yang banyak, mereka yang paling takut kepada Allah saja khawatir jika tidak diterima amalannya lalu bagaimana dengan kita. . ?

Kita senantiasa merasa aman dan pede dengan sedikitnya amal kita.

Saudaraku. . .
Kalau anda menjadikan alat media berbuah manfaat, menjadikan fasilitas media berbuah pahala, maka hendaknya anda menyimak dan mendengar media-media dakwah, Alhamdulillah saat ini sudah banyak media dakwah salafiyyah yang telah mengudara, misalkan di jabodetabek ada Rodjatv, Radio Rodja, Insan Tv, atau media ustadz on the street di Yufid tv lebih bermanfaat dibanding anda nodai puasa anda menonton tv komersial.
Semoga menjadi bahan pencerahan, Baarakallahufikum

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!