Selasa, 01 Juli 2014

PUASA, NONTON TV SEHARIAN






:: PUASA, NONTON TV SEHARIAN ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan



Hiburan dalam kehidupan sangat kita butuhkan untuk merefresh kepenatan dan keseriusan kita dalam suatu tujuan dan focus suatu hal keseharian misalnya penat dalam pekerjaan, penat dalam belajar bagi siswa, penat melihat hiruk pikuk kota dan mungkin penat dalam beribadah merupakan hal yang pasti dilalui oleh manusia karena sesuatu yang monoton membuahkan penat, sehingga sekaliber ibadah sekalipun ada masa penatnya, ada masa futurnya sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

”Setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang malasannya masih dalam sunnah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang”HR Thabrani”

Jangankan perihal dunia dengan segala hiruk pikuk dan kelalaiannya, amalan dalam hal ibadah saja kita tidak menafikan adanya kemalasan pada kondisi tertentu, umpama anda rutin membaca al Qur’an suatu ketika anda di timpa virus malas yang akibatnya anda tidak membaca al Qur’an pada kondisi itu namun anda alihkan dengan membaca buku agama maka dengan ini kemalasan anda masih dalam koridor petunjuk Nabi shalallallahu alaihi wa sallam.

Dengan demikian segala sesuatu apapun bahkan sekaliber ibadah mempunyai masa semangat dan masa futur nya tinggal kita memenej nya bagaimana agar tetap dalam sunnah Rasulullah dalam kemalasan kita.

Saudaraku. .

Televisi merupakan alat media yang mengusai informasi pada abad ini, orang bisa terkenal karena televisi, orang bisa ngefans dengan idolanya karena televisi, bahkan saking hebatnya media televisi dapat mempengaruhi mindset tokoh jahat menjadi tokoh baik, aktor politik penuh blusukan pencitraan di racik menjadi orang yang sederhana, miskin, apa adanya dan seterusnya.

Begitu kuat pengaruh televisi mengakibatkan orang bisa berjam-jam bahkan puluhan jam kuat menatap televisi, terlebih bulan ramadhan ini televise sangat menarik dan digandrungi oleh sebagian kaum muslimin untuk mengisi waktu ari pagi sampai sore, dari sahur sampai berbuka hidupnya didepan televisi.

Kalau anda berpuasa seharian menatap televisi atau berjam-jam waktu mayoritas anda di habiskan untuk televisi akankah puasa anda berkualitas. . .
Akankah puasa anda dihitung pahala. . .
Akankah puasa anda di terima dan dibalas surga. . .

Saudaraku. .
Pertama . Hendaknya kita harus mengetahui hakikat kita diciptakan didunia ini, apakah untuk senang-senang, ataukah untuk beribadah. . . ?

Allah ta’ala berfirman :
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

Ini adalah tujuan dari hadirnya kita didunia, beribadah kepada Allah ‘azza wa jalla dengan mentauhidkan-Nya, merealisasikan amalan yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan yang telah di jelaskan .

Kedua .Kebiasaan para ulama salaf takut dan khawatir kalau setiap amal yang telah dilakukannya tidak di terima oleh Allah padahal mereka lah orang-orang yang senantiasa menjaga dan berusaha untuk ikhlas dalam beramal, merekalah orang-orang yang berhati-hati dalam bersikap dan paling takut kepada Allah ‘azza wa jalla .

Salah satu perkataan yang terkenal adalah perkataan Umar Bin Abdul Aziz rahimahullah ketika khutbah Idul Fithri beliau berkata :

“Wahai manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari.
Kalian pun telah mengamalkan shalat tarawih pada setiap malamnya.
Kalian pun memohon pada Allah agar amalan kalian diterima.
Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri.
Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.”
Mereka malah mengatakan, “Kalian benar.
Namun aku adalah hamba. Aku diperintahkan oleh Allah azza wa jalla untuk beramal, Akan tetapi aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Lihatlah Itulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu takut jika amalannya tidak diterima.
Adapun kita yang amalannya sangat sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita sangat percaya diri dan yakin dengan diterimanya amalan kita”

Saudaraku
Ini menjadi renungan bagi kita, mumpung masih awal ramadhan, mumpung ramadhan masih dini dihadapan kita, akan kah kita gadaikan ramadhan tahun ini hanya untuk televisi. . . ?

Akankah kita gadaikan ramadhan tahun ini dengan kelalaian serta kemalasan yang berlanjut. . . ?

Yakinkah anda bahwa Ramadhan yang akan datang akan anda temui. . ?

Yakinkah anda bahwa Umur anda panjang. . . ?

Siapa tahu tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, betapa banyak orang yang merasa terjaga sehat dan bugar dipagi hari namun terbaring dan kaku terbujur kafan di sore hari. . . ?

Kalau para ulama saja khawatir dengan amalan nya yang banyak, mereka yang paling takut kepada Allah saja khawatir jika tidak diterima amalannya lalu bagaimana dengan kita. . ?

Kita senantiasa merasa aman dan pede dengan sedikitnya amal kita.

Saudaraku. . .
Kalau anda menjadikan alat media berbuah manfaat, menjadikan fasilitas media berbuah pahala, maka hendaknya anda menyimak dan mendengar media-media dakwah, Alhamdulillah saat ini sudah banyak media dakwah salafiyyah yang telah mengudara, misalkan di jabodetabek ada Rodjatv, Radio Rodja, Insan Tv, atau media ustadz on the street di Yufid tv lebih bermanfaat dibanding anda nodai puasa anda menonton tv komersial.
Semoga menjadi bahan pencerahan, Baarakallahufikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!