Rabu, 26 Februari 2014

TANGGA CINTA

















:: TANGGA CINTA ::


Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Karena Cinta masakan pedas menjadi manis,
Karena Cinta Air Garam berobah menjadi air tawar
Karena Cinta rasa sakit menjadi sehat

Cinta adalah suatu makna yang sulit untuk di tafsirkan, walau cinta tak dapat ditafsirkan namun Cinta tidaklah dicela oleh Agama dan tidak pula dilarang oleh syari’at Lantaran hati ini milik Allah ‘Azza wa jalla,

oleh karena itu Rasa Cinta merupakan suatu kewajaran selama cinta itu kita menej sesuai syari’at.

Saudaraku..
Saya akan sedikit sharing tentang CINTA yakni TANGGA CINTA bagaimana benih cinta itu muncul pada diri seseorang hingga pada tahap atas kedua insane yang saling mencintai.

Tangga Cinta :: awal mula timbul rasa Cinta pada Seseorang ::

Syaikh Taqiyuddin As Subki membagi 6 Tangga Cinta :

Tangga pertama :

“Timbul ucapan memandang BAIK si dia “

Kalau anda telah merasakan / memandang seseorang itu Baik, entah baik penampilannya , baik prilakunya atau adanya kebaikan pada dirinya ketahuilah itu adalah benih cinta yang timbul pada diri anda terhadap orang yang dimaksud.

Tangga Kedua :

“Sudah adanya rasa Kagum kepada si dia”

Ini tahapan kedua setela melauli taapan pertama, mulai kekaguman pada si dia dalam bentuk apapun, kagum ataspenampilannya, kagum terhadap prilakunya dan seterusnya.

Tangga Ketiga :

“Sudah merasakan Kesepian jika tidak ada Si dia”

Ini sudah tingkat psikis yang lumayan disinilah sudah muncul asmara,kalau sekiranya tidak di control oleh syariat maka akan menjadi cinta yang terlarang. Merasa kesepian jika tidak ada si dia, memikirkannya, menunggunya, dan berkorban untuknya itu menjadi bumbu dapur dalam hati insane yang mencintai.

Tangga keempat :

“Kepikiran terus tentang si dia”

Tangga kelima :

“Sudah merasakan tidak bisa tidur, tidak bisa makan dan minum “

Cinta pada tahap ini memang cinta yang bergejolak hingga jika cinta ini di pelihara maka jatu pada tangga ke enam yakni
Tangga keenam :

“Jatuh Sakit sampai kepada kematian sebab karena cinta”
Seseorang bisa jatuh sakit lantaran cinta entah lantaran yang dicinta telah pergi meninggalkannya bahkan hingga puncaknya bisa meninggal lantaran cinta.

Al Imam Ibnu Hazm mengatakan :
“Aku mengira kalau asmara itu penyebabnya karena perempuan-perempuan centil, genit dan sejenisnya namun setelah aku amati perempuan yang pendiamlah yang berbahaya”

Saudaraku..

Itulah tangga Cinta sehingga kita dapat mengetahui bagaimana dan darimana cinta itu bermula , dan sudah merupakan suatu kewajiban bagi kita sebagi seorang muslim untuk memenej cinta seseuai syariat dan cukuplah kita merujuk Prinsip dalam mencintai yang tela diajarkan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

“Tali iman yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah.” (HR. At-Tirmidzi).

Inilah prinsip yang mesti dipegang oleh kita dalam menyikapi rasa cinta yang bergejolak dengan pondasi Lantaran Allah ‘azza wa jalla Pemilik Hati Kita. Wallahu’alam

'NINJA' BERSELFI DI MEDSOS















:: KETIKA SANG ‘NINJA’ BERSELFI DI MEDSOS ::


Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Saudaraku..
Dunia Maya laksana pisau bermata dua, apakah kita yang menggunakannya untuk menusuk atau kita yang tertusuk, itulah dunia maya.

SELFI merupakan Aksi Memfoto Diri Sendiri lalu dengan bangga disebarkan di media sosial, ini merupakan demam tahun ini tanpa kecuali para wanita yang insya Allah berjalan dijalan yang lurus namun ditengah jalan lurus ia agak berbelok sedikit beristirahat di rest area dalam arti melakukan susuatu yang akan menjerumuskan ia kepada perkara sia-sia berujung fitnah.

Dengan memakai cadar mendokumentasikan dirinya lalu dipajang di medsos, maka saya tidak menganggap itu adalah Cadar karena cadar adalah pakaian syar’i , orientasinya ibadah dan bukan untuk diperlihatkan melalui foto di medsos maka lebih tepat dikatakan ‘NINJA’ berselfi.

Setiap manusia boleh bangga apa yangia miliki,namun kebanggaan itu harus diiringi dengan rasa syukur kepada Allah ‘azza wa jalla karena semuanya itu datang dari Allah ta’ala dengan segala nikmat nya yang banyak,

Allah berfirman :

“Artinya : Dan jika kalian menghitung nikmat Allah maka kamu tidak akan dapat menghitungnya [Ibrahim : 34]

Maka inilah yang menjadi dasar bahwa segala apapun yang diperoleh oleh diri kita yang bersifat nikmat, itu datangnya dari Allah, sekedar bangga bole saja akan tetapi diiringi dengan rasa syukur sehingga tidak jatu pada kesombongan yakni menolak kebenaran / tidak mensyukuri nikmat dan merendahkan orang lain itulah kesombongan.

Rasulullah shalalllahu alaihi wa sallam bersabda :
“Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari apa-apa yang menimpamu dan telah mengutamakanku dari kebanyakan manusia" HR.Tirmidzi

Maka siapa saja yang sombong terhadap kulitnya yang putih merona, hendaknya anda lihatlah kulit sapi lebih puti dari anda.

Siapa saja yang sombong terhadap kuatnya tenaga anda, lihatlah keledai lebih kuat dari anda.

Siapa saja yang sombong karena suaranya merdu, ketahuilah burung kutilang lebih merdu dari suara anda.

Maka apa yang patut disombongkan pada diri anda kalau binatang saja lebih unggul dari pada anda?

Saudaraku..
Masih terikat dengan ujub / kesombongan yakni betapa banyak dari kita yang bangga dengan berselfi holic / bangga dengan apa yang kita miliki melalui foto diri sendiri serta dipajang di media sosial, ini suatu musibah, saya tidak mengambil contoh kepada wajah yang terbuka dengan dipajang di media sosial.

Maka Saya akan mengambil contoh Wanita Selfi NINJA, saya tidak katakan ia tengah memakai cadar karena cadar orientasinya hanya untuk ibadah bukan sebagai mode yang dipajang /memfoto disebarkan di media sosial, ia tetap dikatakan memajangkan wajahnya meskipun penutup wajah ia kenakan.

Saudariku..

Bukankah kita sepakat Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Wanita itu aurat maka bila ia keluar rumah syaitan menyambutnya.” HR. At-Tirmidzi
KIta sepakat bahwa wanita itu dihiasi oleh syaithan ketika ia keluar rumah, kanannya syaithan, kirinya syaitan, depanya syaithan, belakanngnya syaithan, ini kita sepakat, lalu bagaimana tidak syaithan sekiranya tubuh anda 24 jam mejeng di media sosial…?
La haula wa la quwwata illa billah…

Saudariku..
Meskipun anda memakai cadar kayak apapun modelnya, namun anda berselfi ria memajang foto anda dalam balutan cadar di media sosial itu tetap saja Ghazwul Bashar,. Waspadalah..!!

Sesungguhnya maksiat elektronik itu lebih berbahaya daripada maksiat dialam nyata, bayangkan kalau ribuan bahkan jutaan mata lelaki melihat mata anda yang indah, alis anda yang bagus selama 24 jam bukankah hal tersebut merupakan sumber fitnah meskipun anda memakai cadar..?

Ketahuilah hancurnyarumah tangga bukan lantaran anda bertemu di warung atau dipasar-pasar, hancurnya rumah tangga lantaran perselingkuhan dunia maya dengan pancingan cantik atau tampannya wajah anda, bagusnya penampilan anda, lalu setelah itu ketemuan, waiyyadzubillah hingga perzinahan.

Maka dari itu fungsi cadar adalah peredam fitnah bagi perempuan, dan sebagian ulama bahkan mewajibkan memakai cadar bagi perempuan namun kalau cadar itu dikenakan oleh anda lalu anda memfoto diri anda dan dipajang di media sosial akankah tujuan para ulama tercapai yakni cadar sebagai peredam fitnah..?
Wallahulmusta’an

Jumat, 14 Februari 2014

VALENTINE DAY KASIH SAYANG BEKAS ORANG NAN LEBAY









:: VALENTINE DAY KASIH SAYANG BEKAS ORANG NAN LEBAY ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Kalau sekiranya kita membeli sebuah barang umumnya orang-orang inginya ekslusif alias ingin tampil beda dengan yang lain n tentu yang original / 'perawan' yang belum disentuh orang lain , katakanlah gadget tentu kita tidak ingin memiliki sebuah gadget yang bekas-bekas, karena gadget bekas meskipun masih bermanfaat maka tetaplah itu adalah bekas, kita tak tau apakah gadget itu telah berpenyakit sehingga pernah diservice ataukah kalau tidak berpenyakit tetap saja bekas orang.

maka kalau sekiranya ketika kita membeli sebuah barang yang notabennya hanyalah sebuah barang, kita selektif untuk mencari yang se-original mungkin kalau bisa orang lain belum tau kita udah tau, orang lain belum memiliki kita sudah memiliki, jika demikian bagaimana dengan pencarian Pasangan Hidup ..?

Pasangan hidup tentu lebih berharga daripada sekedar gadget yang merupakan barang mati, pasangan hidup tentunya ia makhluk hidup yang secara sah kita mempersuntingnya yang dengannya merupakan cikal bakal sebab keberlangsungan keturunan nasab dimasa depan serta mendidikan anak-anak kita menjadi generasi rabbani, Akankah pasangan hidup kita diperoleh dari 'barang bekas'..?

Saya tidak katakan 'barang bekas'nya itu adalah seseorang yang dikatakan mantan orang lain secara sah dikatakan mantan [entah ia seorang janda/duda cerai atau janda/dud ditinggal mati] tidak...!! bukan ini yang saya maksud..!!

maksud pasangan hidup 'bekas' ini adalah seseorang entah itu dari bangsa laki-laki maupun bangsa wanita yang telah tercemar, telah terkontaminasi oleh budaya pergaulan Bebas sampai ditapal batas mengakibatkan 'sex bebas' atau minimal 'Bekas Pacar orang', terlebih saat ini sedang ramai perayaan Valentine day.

Valentine day adalah sebuah acara Kampungan, yang dilakukan oleh makhluk yang deso tak tau meletakan kasih sayangnya dilampiaskan kepada siapa saking deso nya, [lebih baik saya katakan deso dari pada saya ucapkan sebodoh makhluk], tingkatan perayaan valentine bermacam-macam Aliranyya dari yang Soft, SEMI, hingga Ekstreem meskipun demikian tetap saja orientasinya adlah Maksiat:

1. Kelompok 'kampungan' Valentine Soft

Biasanya model ini adalah model pemula, mereka merayakannya dengan hanya bertukar coklat, kado dan lainya berbagi hadiah dengan sang pacar, lalu mojok ditaman kosong atau mampir mejeng di emperan MALL. tentu mereka saling berpegangan tangan, dan tetap ada nuansa syahwatnya.

Bukankah jika kedua sejoli ini dimasa depannya jika tak berjodoh adalah produk bekas..?
kalaupun keduanya berjodoh tentu tidak akan harmonis rumah tangganya sebab tidak merasakan lagi apa arti nya cinta, semuanya telah dirasakan seiring memaksakan kehendak untuk dirasakan yang belum halal untuk saling merasa.

2. Kelompok 'kampungan' Valentine SEMI

Biasanya kelompok kampungan ini kelanjutan dari kelompok yang pertama, jika valentine Soft telah teruji oleh bisikan syaithan maka syaithan sebagai wali kelas akan naikan peringkatnya ditingkat kedua ini yakni menjurus ke SEMI, tentu lebih parah dari yang pertama, dan ini sudah memulai yang aneh-aneh meskipun 'keVirginan' nya masih terjaga, namun gag tau kalau si lelakinya masih perjaka atau belum.

Meskipun belum menyentuh pada zina akbar bukankah kedua sejoli ini merupakan barang bekas..?

3. Kelompok 'kampungan' Valentine Ekstreem

Ini lebih PARAH LAGI, mereka berprinsip "All for You /semuanya Untukmu", bahkan lebih Gilannya lagi bertukar pasansangan dalam suatu ruangan 'Party sex' waiyyadzubillah.

Inilah yang dikatakan Barang sudah Bekas dan tidak original lagi..!

kelompok yang pertama dan kedua mungkin tepatnya dikatakan barang bekas dalam service-an, kalau kelompok ketiga adalah barang bekas penyakitan.

Akankah kita lebih memilih barang yang orginal dibanding pasangan yang original..?

Akankah kita lebih suka istri/suami yang berasal dari 'bekas' [tanpa hak] orang lain..?

maka dari itu bertaubatlah, valentine day merupakan ajang perzinahan, valentine day merupakan kasih sayang namun kasih sayangnya yang lebay tanpa mengetahui rasa dimana kasih sayang itu dihadirkan dengan hak.
semoga kita dapat mengambil pelajaran. wallahulmusta'a

GUNUNG KELUD BERTASBIH








:: GUNUNG KELUD ADALAH MAKHLUK ALLAH YANG RAJIN BERTASBIH ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Saudaraku,
Semalam gemuruh letusan kelud membahana Tepatnya terjadi pada hari Kamis tanggal 13 Februari 2014, malam hari Jam 22.50 Wib, Makhluk Allah yang senantiasa bertasbih ini akhirnya mengeluarkan isi perutnya dan ini merupakan peringatan dari Allah ulah segelintir manusia yang memposisikan makhluk Allah dengan segala ritual pekhususan dengan sesajian yang menjurus kearah kemusyrikan.

Saudaraku,
tidakkah kita ingat bahwa Allah menyuruh gunung-gunung untuk bertasbih kepadaNya..?

Allah berfirman :
Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya,( terj ;Saba’ 10).

salah siapakah kiranya kelud mengeluarkan perutnya ?
apakah ini hanya fenomena alam saja ..?
apakah ini hanya dikatakan bencana atau musibah ..?
Tidak..!!

Gunung Kelud mengeluarkan isi perutnya adalah peringatan Allah bagi orang yang musyrik dan maksiat, ini merupakan adzab Allah bagi mereka.

yang terkena imbas adzab adalah orang-orang beriman terkena musibahnya sebagaimana Zainab bertanya kepada Nabi shalallahu alaihi wa sallam : “Apakah kita akan dibinasakan [oleh bala'] sedangkan ada orang-orang shalih di antara kita?”

Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Ya, apabila telah banyak kejelekan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 7059 dan Muslim no. 2880)

Allah berfirman dalam firmanNya:

“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami padahal mereka di malam hari mereka tidur nyenyak ?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami di waktu dhuha sedangkan mereka sedang bermain-main ?

Apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak diduga-duga) ?

Tidaklah merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”
(Terj. Al-A’raf: 97-99)

maka dari itu kita jangan terlena terhadap kelalaian serta dosa yang kita lakukan sedangkan makar Allah itu suatu kepastian. dan semoga kita dalam perlindungan Allah 'azza wa jalla atas segala apa yang kita perbuat dengan mengharapkan rahmatNya. wallahulmusta'an

Kamis, 13 Februari 2014

AGAMA PERASAAN









:: AGAMA BUKAN BERDASARKAN PERASAAN ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Saudaraku,
Setiap orang tentu memiliki nurani atau sensitifitas dalam kata lain adalah perasaan, tidak selamanya perasaan itu identik dengan wanita melainkan dimiliki ooleh kedua insan laki-laki ataupun wanita.

Dalam berdakwah tentu kita tidak ingin tergelincir dalam lisan namun apa daya kita sebagai manusia senantiasa dalam selimut kesalahan, senantiasa dibaluti kekhilafan, oleh sebab itu kita senantiasa wajib beristighfar karena terlalu banyak dosa demi dosa yang kita telah lakukan, inilah dzikir yang kita butuhkan, dzikir yang lebih baik dari pada tasbih, istigfar lebih utama dibandingkan tasbih, sebagaimana Imam Ibnul Jauzi ditanya oleh jama'ahnya :

"Apakah sebaiknya aku lebih banyak bertasbih ataukah beristighfar?"

al Imam menjawab :

"Baju kotor itu lebih butuh sabun daripada parfum!"

Lihatlah saudaraku,
al Imam Ibnul Jauzi rahimahullah menjawab apa..?
""Baju kotor itu lebih butuh sabun daripada parfum!"

Kita ini adalah baju kotornya, manusia senantiasa terselimuti oleh dosa, maka sadar dirilah kita bahwa baju kotor tentu sangat membutuhkan sabun dibandingkan sebuah parfum, maka kita wajib beristighfar setiap saat agar tercuci dan terus tercuci meskipun istighfarnya kita tentu tak sebanding dengan dosa yang kita perbuat, dan kita hanya mengharapkan rahmatNya Allah 'azza wa jalla.

Saudaraku,

Agama bukan berasaskan perasaan melainkan berdasarkan dalil, berdasarkan ilmiyyah atu tidaknya Ingatkan kita sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al iMAM Muslim rahimahullah :

Bawa ketika itu Nabi memerintahkan dalam majelisnya agar semua shahabat bertanya bebas sebebas-bebasnya pada saat itu saja , dimana beliau bersabda " aku membenci orang yang banyak bertanya karena kaum israil selalu banyak bertanya kepada Nabinya dan itu membinasakan, namun saat ini aku berikan kesempatan untuk hari ini saja silahkan bertanya sebebas-bebasnya, ..!!"

yang dimaksud banyak bertanya disini adalah yang pertanyaan yang tidak bermanfaat dan inilah yang Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam .

Maka Ada shahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,
“Di manakah bapakku?”

Lihat seorang shahabat Nabi bertanya :dimanakah bapaku..?" sebuah pertanyaan yang tentu akan menyakitkan dia sendiri sebab ayahnya wafat dalam kejahiliyahan, sudah tahu wafat dalam kejahiliyahan dia menanyakan dimanakah bapaku..?

maka Nabi shalallahu alaihi wa sallam berkata : "di Neraka"

lihat... sudah maklum memang yang namanya anak, seorang anak meskipun memiliki ayah atau orang tua yang sejelek apapun dari segala lini termasuk jelek agamanya, tabiat seorang manusia tentu tak ingin kalau orang tuanya dihinakan, takj ingin orang tua di jelekin oleh orang lain, maka apa yang terjadi..?

shahabat yang bertanya ini menangis tersedu-sedu , lalu shahabat lain berkata kepada rasulullah "Yaa Rasulullah orang yang bertanya tadi sedang menagis tersedu-sedu lantaran bapaknya berada dineraka."

Lalu Rasulullah memerintahkan agar orang itu mendatangi nya dengan menyuruh shahabat untuk membawa orang itu kehadapan Rasulullah, lalu Rasulullah shalallahu alaihi was sallam berkata kepada orang itu :

“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka.” [HR MUSLIM]

Beliau memastikan
“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu berada di neraka.”

nah dari sini beragama mau main perasaan atau mau main dalil..?

kalau menuruti perasaan maka tentu Nabi pun ingin Bapaknya masuk surga sebagaimana shahabat yang bertanya itu yang sedih bapaknya dineraka, maka jika beragama mengikuti perasaan maka akan hancur lantaran banyak yang KKN dalam agama, agamanya semaunya sendiri, sehingga pondasi islam berdasarkan apa kata orang, apa kata kata sesepuh.
wallahu'alampan id="fullpost">

Minggu, 09 Februari 2014

BOARDING SCHOOL ATAU PESANTREN BUKAN UNTUK MENCETAK 'MALAIKAT'











:: BOARDING SCHOOL ATAU PESANTREN BUKAN UNTUK MENCETAK 'MALAIKAT' ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Bismillah,
Wahai Saudaraku.
Sehebat apapun sebuah lembaga pendidikan ,
Sehebat apapun seorang guru dilembaga pendidikan tersebut,
Tidak akan menjamin peserta didik akan lurus akhlaqnya, lurus agamanya laksana 'Malaikat'.

Terkadang kita beranggapan ketika kita menyekolahkan anak kita dengan biaya yang mahal, atau menyekolahkan ditempat 'isolasi penjara suci' alias sekolah Boarding atau pesantren menjadikan dalam pikiran kita bahwa "Anak kita mesti shalih", "anak kita mesti baik" pokoknya "TITIK...!!! TANPA KOMA".

Inilah yang menjadi problem dalam dunia pendidika islam saat ini, memang betul lembaga pendidikan Islam adalah sebagai wasilah guna mencetak anak kita menjadi baik, menjadi shalih, menjadi ta'at dalam agama, akan tetapi akankah hanya dibebankan pada penyelenggara lembaga pendidikan tersebut..?
ketika kita masukan anak kita dipesantren apakah orang tua melepas tangan begitu saja dan menitik beratkan pada lembaga pendidikan..?

Tentu tidak wahai saudaraku,
Semahal apapun sekolah anak kita misalkan uang 100 juta /perbulan tidak menjamin keshalihan itu hadir, tidak menjamin kebaikan itu didapat, tanpa ada korelasi antara pendidikan sekolah dengan pendidikan dirumah.

saya berikan contoh sederhana seorang santri yang ia ketika di boarding ataupun pesantren dalam lingkungannya ia hafalannya terjaga, shalatnya pun terjaga berjama'ah dan tak lupa juga shalat sunnahnya ia lakukan, namun disaat liburan tiba sang santri dengan segala kelabilannya dalam suasana rumah diantara orang tua mendiamkan sang anak untuk larut bermain game, untuk larut dalam dunia maya, atau diantara orang tua malah mengajakan anaknya ke luar negeri [Australia, Amerika, jepang dll] hanya sekedar senang-senang saja tanpa tujuan pendidikan.

Mereka memanfaatkan liburan semester dengan anaknya dalam ucapan "MUMPUNG MASIH LIBURAN", maka dengan segala kelalaian yang diberikan oleh orang tua tanpa sadar orang tua ini telah merusak suatu program yang telah dilakukan anaknya ketika dilingkungan pesantren ia shalat tepat waktu berjama'ah, hafalan dijaga, namun jika demikian adanya maka ketika sisantri ini masuk sekolah kembali yang keteter adalah lembaga pendidikan itu sendiri, lembaga pendidikan memulai dari 'NOL' lagi lantaran hafalannya pun rusak, belum lagi sifat malasnya hadir kembali karena dibuai dengan segala fasilitas disaat liburan. maka dari itu bisakah pendidikan mencetak 'malaikat' akan tercapai..?

contoh sederhana lagi, sisantri ini sangat rajin shalat berjama'ah ketika dilingkungan sekolah/pesantren, ketika anak ini liburan sekolah tentu sang anak mengajak ayahnya untuk shalat berjama'ah dimasjid namun sang ayah beralasan terus, nashihat kedua dilakukan, nashihat ketiga dilakukan sampai pada titik nadir sang anak Frustasi menashihati ayahnya untuk shalat berjama'ah dimasjid alhasil sang anak dengan segala kelabilannya terpancing untuk tidak shalat berjama'ah lagi dimasjid, selama Liburan sang santri yang membawa bekal dari ma'had dengan semangat ibadah namun disaat dirumah tidak didukung dengan orang tua maka yang terjadi adalah frustasi sang santri, al hasil lagi-lagi lembaga pendidikanlah yang terbebani..!!

maka dari itu peran orang tua sangatlah penting meskipun sang anak ditempatkan di pesantren / boarding school istilah 'bekennya', orang tua tetap berperan mendukung pendidikan anak.

Berbicara pendidikan dengan segala problema yang ada, jangankan sebuah lembaga pendidikan yang notebennya ruang lingkup kecil, kecil finansialnya, kecil SDMnya, jangan kan sebuah lembaga pendidikan, berbicara skala pemerintahan kita Indonesia, yang tentu Profesor dan Doktor dengan segala ahli akademisi, dengan kekuatan finansialnya serta lainnya yang namannya problema pendidikan belum ada titik temunya, saya ambil contoh UJIAN NASIONAL, anda bisa bayangkan yang mengajar adalah kita, yang tahu mana murid berprestasi dan tidak adalah kita, selama tiga tahun mendidik adalah kita, lah koq tiba-tiba yang nguji orang lain, yang beri soal ujian orang lain maka ini suatu problema yang belum ada titik temunya.

Oleh karena itu berbicara pendidikan adalah berbicara proses, dimana proses untuk memanusiakan manusia, dan setiap proses tidak mesti sama hasilnya, suatu proses itu update hasilnya seseorang yang dahulu bodoh bisa saja hari ini menjadi pintar begitupun sebaliknya seorang yang dahulunya pintar belum tentu saat ini tetap pintar. inilah suatu proses. maka peran orang tua maupun lembaga pendidikan harus terus berkorelasi tidak tumpang tindih satu sama lain, keduanya harus sama-sama mendukung.
QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!