Selasa, 22 Juli 2014

SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP HASIL PILPRES 2O14

:: PULANGLAH, KE MANHAJ SALAF ::
-Menyikapi Hasil Pilpres-


Abu Usaaamah Sufyan Bin Ranan




Siapapun Presidennya kaum muslimin tetap ta’at kepada penguasa terpilih pada hal yang ma’ruf, adapun sekiranya adanya penguasa yang dzalim terhadap kaum muslimin dalam segala kebijakannya maka hendaklah bersabar dan nasihati secara baik tanpa mengurangi martabat penguasa, namun tanpa memberontak atau kudeta terhadap penguasa tersebut.

Saudaraku....

Kembalilah kepada prinsip Islam, bahwa ba’iat rakyat kepada penguasa terpilih meskipun itu dari hasil peperangan, dari hasil sistem demokrasi, dan hasil non syar’I lainya sekiranya yang memenangi adalah sebagai penguasa yang sah, maka kaum muslimin wajib bai’at kepadanya
Sebagaimana perbuatan Shahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam Abdullah Bin Umar radhiyallahu’anhu membai’at Abdul malik bin marwan termaktub dalam kitab fathul bari, Yang mana sebelumnya Abdul malik bin marwan bersengketa kekuasaan dengan Abdullah bin Zubair, namun yang menang adalah Abdul Malik sehingga kekuasaan beralih padanya lalu Abdullah Bin Umar membaiatnya .

Al Imam Ibnu Hajar menjelaskan riwayat diatas :

“Ahli fiqih sepakat atas wajibnya menta’ati penguasa yang menang ketika merebut kekuasaan dan wajib berjihad bersama penguasa terpilih, dan menta’ati penguasa yang menang lebih baik dari pada mengkudeta”.

Al Imam asy Syafi’I dalam manaqibnya berkata :
“Siapapun yang menang dalam merebut kekuasaan meskipun melalui peperangan, dan yang memenanginya disebut penguasa dan manusia bersepakat atas kemenangannya maka ia adalah penguasa”.

Dan banyak perkataan ulama salaf yang sejenis seperti al Imam asy Syaukhani, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyyah, Syaikh Muhammad bin abdul wahhab dan selainya –semoga Allah merahmati mereka-.

Dengan demikian junjunglah tinggi-tinggi prinsip agama kita bahwa wajibnya ta’at kepada penguasa terpilih setelah dilantik nantinya.

Dan ketahuilah kita telah menunaikan apa yang kita pilih semata-mata bukan untuk tujuan politik, bukan untuk kepentingan kekuasaan melainkan kita berpartisipasi pemilu hanya untuk memilih kemadharatan terkecil untuk kemashlahatan kaum muslimin dan tidak lebih dari itu.

maka sekiranya hasil berbeda dari apa yang kita pilih hendaknya kembalikan kepada prinsip islam yang telah disebutkan diatas bukan dengan kudeta, bukan dengan menjelek-jelekan lembaga KPU yang merupakan bagian dari lembaga pemerintahan yang sah, dan sejenisnya.

Ketahuilah Penguasa kita saat ini Adalah Bapak SBY dan beliau menghimbau agar rakyat Indonesia tetap damai dan legowo dalam hal menerima keputusan KPU, dengan demikian kita sebagai rakyat harus ta’at terhadap himbauan beliau, dengan kata lain tidak lagi mengamati ini dan itu, menjelekan fulan dan fulan, bahkan lucunya lagi masih ada yang berkampanye.

Saudaraku......

Semua telah Usai,
Pulanglah....
Kembalilah kepada prinsip agama kita yang dahulu anda pegang,
Jangan sampai anda masuk kedalam kubangan lumpur untuk menolong seseorang yang terjebak namun tidak berhasil menolongnya maka ketika sampai rumah, hendaklah bersihkan lumpur yang ada dibadan anda dan katakan "Qadarullah usaha kami belum berhasil"

Semua sudah Usai....
Peganglah manhaj Salaf,
Sekiranya anda masih mempermasalahkan hasil Pemilu dengan memperjuangkan capres yang anda usung karena kekalahanya, ketahuilah anda menjadi Politikus terbaru di Republik Ini.

Semoga Allah menjaga Negeri kita dan menjadikan penguasa terpilih sebagai penguasa yang adil terhadap kaum muslimin.

#Pulanglah_kemanhaj_salaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!