Kamis, 29 Mei 2014

PAMER IBADAH








:: PAMER IBADAH ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Asas Ibadah ada dua :
Ikhlas dan mutaba’ah

Allah ta’ala berfirman :

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan (yakni ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.”(Q.S. Al-Bayyinah, 98: 5)

Saudaraku…
Lihat dalam konteks ayat Setelah perintah untuk menjalankan ketaatan atau mukhlis dan hunafaa', lalu dilanjutkan sebagai ibadahnya yakni Wayuqiimussolata wa yu' tuzzakata wa zalika diinul qoiyyimah,
inilah yang diperintahkan oleh rabbul ‘alamin dimana pertama kali yang harus diperhatikan apa...? Keikhlasan dan Kepada jalan yang lurus, bukan amal dulu urusan ikhlas atau mutaaba’ahnya belakangan, ini keblinger..!!!

Maka Mukhlis disini adalah perintah untuk berbuat ikhlas kerana Allah. Hunafa', lurus. Lurus maknanya mutaaba'atus sunnah.

Maka inilah yang pertama kali kita perhatikan.

Lalu bagaimana orang yang PAMER IBADAH..?

1. Pamer Ibadah atau Tidak, Riya’ atau Tidak, Harapan karena Wajah Allah atau Wajah Manusia, hakikatnya ini semua amalan hati yang kita tidak mengetahui hati seseorang melainkan Allah ta’ala dan diri kita sendiri yang mengetahuinya.

maka hendaknya ini menjadi sebuah renungan bagi kita, renungan bagi saya dan anda agar senantiasa memperbaiki diri dalam beribadah kepada Allah.

2. Hendaknya kita dapat membedakan mana amalan yang memang disyi’arkan seperti shalat berjama’ah, muadzin, dan semisalnya dan mana amalan yang afdhalnya di sembunyikan, seperti sedekah, shalat sunnah dan semisalnya.

maka setelah kita mengetahui perbedaan jenis suatu amalan, tetap saja kita berorientasi pada keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, meskipun anda melakukan shalat berjama’ah yang namanya riya’ tetap harus dihindari maka harus memperhatikan hati kita.

Tinggal bagaimana diri kita memilih dunia kah.. atau akhiratkah..?
Allah ta’ala berfirman :

“Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia, dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.” (QS. Ali-Imran 152)

3. Kalau sekiranya kita Menemukan orang yang terkesan Pamer Ibadah, maka janganlah kita memvonisya bahwa orang tersebut tidak ikhlas apalagi mengatakan “ah… ini kamu sedekah pakai undang wartawan segala riya ‘ ente”.

Jangan kita vonis demikian karena hati manusia hanya Allah yang tahu, ingatkah kita sebuah hadits yang mana orang-orang munafik menganggap riya’ kepada orang – orang yang bersedekah lebih, lalu apa komentar Rasulullah shalalllahu alaihi wa sallam kepada orang munafik tersebut..?

““Apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?”
(HR. Muslim)

Namun harus diingat oleh kita bahwa menyembunyikan amalan atau terang-terangan dalam beramal bukanlah patokan orang tersebut diterima atau ditolak amalannya, bukan…!!

Melainkan hati yang ikhlas dan mengikuti sunnah itu yang menjadi barometernya, meskipun anda terang-terangan dalam beramal jika anda ikhlas dan mengikuti sunnah insya Allah, Allah akan memberikan ganjaran kepada anda, atau sekirannya ada amalan yang afdhalnya sembunyi lalu anda beramal dengan sembunyi maka ini lebih baik dalam menjaga hati kita dalam beramal.

Maka Menyembunyikan amalan dan menampakkan amalan, keduanya adalah suatu kebaikan selama seseorang mengikhlashkan niatnya.


Allah Berfirman :

Jika kamu Menampakan pemberian sedekah(mu), maka itu adalah BAIK. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu LEBIH BAIK BAGIMU.
(Al-Baqara: 271)

Maka kesimpulannya :

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari, secara tersembunyi maupun terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(Al-Baqara: 274)

Semoga dari pemaparan ini bisa menjadi renungan malam kita,bukan hanya pada malam ini saja melainkan setiap malam hari, untuk memperbaiki diri dalam beribadah kepada Allah untuk menjaga hati kita untuk senantiasa ikhlas karena Allah, hanya mengharap wajahNya saja.

Semoga Allah membalas ama kebaikan kita semua. Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!