Sabtu, 24 Mei 2014

DIKALA HARUS MEMILIH IKHWAN..?





:: DIKALA HARUS MEMILIH IKHWAN..? ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Mencari Ikhwan ideal..?

Saudariku…
Ikhwan seperti apakah yang kalian idamkan…?


Kepala rumah tangga yang bagaimanakah yang kalian cita-citakan..?


Yang Kayakah..? Tampan..? Nasab nya anak raja....?

sukses penidikannya.. SI, S2, S3..?


Buanglah rasa memiliki criteria keinginan diatas sekirannya anda memiliki niat untuk menikah, karena jarang ikhwan kaya, susah sekali mendapatkan ketampanan lantaran relatif, apalagi berpendidikan tinggi. Bisa-bisa anda menjadi perawan tua untuk mencapai itu semua..



Namun ketahuilah saudaraiku…


Jangan pula anda menerima begitu saja seorang ikhwan yang datang kepada anda, selektif boleh saja namun selektif yang wajar, selektif yang standar, ikhwan cukup tetap bekerja, ikhwan yang cinta ilmu, tentu ia shalih maka cukup bagi anda, masalah kaya harta, ketampanan, dan berpendidikan, terhapus dengan mendapatkan seorang yang shalih, cinta ilmu, dan tetap bekerja meskipun bukan pekerja tetap. Maka inilah criteria ikhwan ideal.



Saudariku
PILIHLAH YANG MADHARAT NYA LEBIH RINGAN DARI PILIHAN YANG ADA
Ketika anda dipinang oleh seorang ikhwan
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintI Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:

“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta . Menikahlah dengan Usamah bin Zaid .” (HR. Muslim)

Saudariku…
Lihatlah…
Sekirannya kondisi anda sama dengan kondisi fathimah binti qais apa yang anda pilih, sedangkan umpamanya didunia ini tinggal ada 3 ikhwan :7

1. Ikhwannya ringan tangan sering mukul

2. Ikhwannya miskin

3. Ikhwannya Jelek, hitam, tapi berkecukupan.

Sekiranya anda dihadapkan dengan kondisi seperti ini yang mana yang anda pilih..?

Tentu wanita tidak mau jadi objek pukul, dan juga tak mau memakan wajah suami meskipun ia tampan tapi miskin, lebih baik madharatnya ringan adalah ikhwan jelek dan hitam tapi berkecukupan, dalam hal ini , ini adalah ikhwan ideal.

Maka pada kesimpulannya adalah :

1. Ikhwan ideal adalah Shalih, cinta ilmu syar’I dan tetap bekerja meskipun bukan pekerja tetap, adapun buang impian ikhwan kaya, tampan, apalagi berpendidikan karena bagi dunia perikhwanan sungguh jarang hal seperti ini ditemukan jika anda mempertahankannya khawatir menjadi perawan tua.


2. Kalau sekiranya tidak ada lagi ikhwan didunia ini melainkan hanya beberapa ikhwan pilihlah ikhwan yang madharatnya lebih ringan dari yang ada, missal ikhwan tukang mukul datang kepada anda, ikhwan tampan tapi miskin datang juga, ikhwan jelek, hitam tapi berkecukupan datang ke anda maka pilihlah ikhwan yang jelek dan berkecukupan.

Tentukan pilihan anda ..? baarakallahufik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!