Senin, 19 Mei 2014

KASIH ANAK SEPANJANG GALA… KASIH ORANG TUA SEPANJANG JALAN











:: KASIH ANAK SEPANJANG GALA… KASIH ORANG TUA SEPANJANG JALAN… ::

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan


Saudaraku…
Kita ada di kolong langit ini disebabkan oleh orang tua kita..
Kita besar dan dewasa di muka bumi ini ‘bi’idznillah’ melalui upaya letih dari keringat orang tua kita…

Namun seberapa besarpun balasan kita untuk sang ibunda dan ayah tak akan bisa membalas sedikitpun dari keletihan mereka, terlebih lagi sekiranya ada sesosok anak yang ia di didik dan dibesarkan oleh kasih sayang orang tuanya akan tetapi ia menaruh, menitipkan, orang tua nya di titipkan dip anti jompo waiyyadzubillah.

KASIH ANAK SEPANJANG GALA.. KASIH ORANG TUA SEPANJANG JALAN

Sebuah pribahasa yang sangat menarik, betapa tidak orang tua kita mengasihi kita diwaktu kecil hingga dewasa tak terbatas dan tak berujung sehingga orang tua kita berprinsip “tidak ada istilah bekas anak saya, melainkan anak saya adalah darah saya yang senantiasa mengalir”. Namun sangat disayangkan diantara kita yakni sebagai anak sesekali menjadi modus dengan menelantarkan orang tuanya ketika ia sukses seolah mengatakan “ini bekas orang tua-ku dulu” waiyyadzubillah

Saudaraku…

Pernahkah anda memori anda dahulu ketika di timang semasa kecil…?

Ingatlah betapa besar kasih sayang kedua orang tua kita kepada kita sebagai anak.

Ingatlah betapa besar kasih sayang mereka tentang kondisi kita, sehatnya kita terlebih ketika kita sakit orang tua kita sangat cemas, yang jadi pertanyaan cemaskah kita sekirannya orang tua kita sakit..?

cemaskah kita sekiranya orang tua kita dalam keadaan susah..?

Ataukah anda acuh terhadap keadaan orang tua bahkan menganggap sebagai beban hidup dikala senja usia ibu dan ayah kita…?

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
, “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dgn sesuatu, berbuat baiklah kepada kedua ibu serta bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil & hamba sahaya, sesungguhnya Allah tak menyukai orang-orang yang sombong & membanggakan dirinya.” (An Nisaa’: 36)

Saudaraku…
berbuat baik kepada kedua orang tua seperti yang tercantum pada ayat di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki nomor kedua setelah mentauhidkan (mengesakan) Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kalau sekiranya anda dahulu sebelum ngaji sunnah sayang kepada orang tua anda, maka sekarang anda telah mengaji sunnah maka lebih sayang lagi cinta anda kepada sang ibu dan ayah, manfaatkan mereka ketika masih hidup untuk mendulang pahala dengan bakti kita pada mereka.

Kalau sekiranya orang tua membutuhkan bantuan kita missal meminta sedikit harta dari kita, maka berikan lah uang kepadanya, sekiranya anda mempunyai harta lebih berikanlah harta kepada orang tua kita melebihi uang yang telah kita berikan ke istri.

Saudaraku…
Kasihilah ibunda dan ayah anda dengan baik, layanilah mereka dengan baik dan kami tidak mengatakan pelayanan kepada orang tua itu adalah dip anti jompo, kkami pun tidak mengatakan bahwa melayani orang tua hanya cukup diasuh oleh pembantu rumah kita, ketahuilah saudaraku.. pelayanan kepada orang tua adalah pelayanan dengan tangan anda langsung bukan perantara orang lain sebagaimana orang tua kita memandikan kita saat masih kecil, membersihkan kotoran kita, memberikan kebahagiaan dengan hiburan sehingga kita senang dimasa kecil maka perlakukanlah orang tua kita sebagaimana orang tua kita menyayangi kita di masa kecil.

Dan sebanyak apapun bantuan harta kepada orang tua kita…
Sebanyak apapun keringat yang keluar dari tubuh kita untuk melayani sang bunda dan ayah…
Seikitpun tak akan bisa membalas jasa-jasa mereka.
baarakallahufik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!