Rabu, 01 Februari 2012

AKTIVIS DAKWAH, KENAPA ber-ORMAS...??


maka telah tampak bagaikan langit dan bumi bahwa ormas islam akan merusak manhaj yang haq, ormas islam akan memecah umat ini menjadi penyebab perpecahan apapun pengakuan mereka apakah cenderung pada ormas salafiyyah / apapun yang hakikatnya mereka berbaju salafi bertubuh sururi

AKTIVIS DAKWAH, KENAPA BER-ORMAS...??
( Tulisan Kasih Sayang padamu Aktivis Dakwah )

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan al Bykazi.

Kesemangatan dalam dakwah bagi kaum muslimin sungguh sifat positif dalam mengemban dakwah ini terlebih dakwah mulia manhaj salaf, mereka berusaha menapaki jalan sebagaimana jalannya para shahabat yang mana Allah firmankan :

”Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At- Taubah: 100)

Keridhaan Allah terhadap para shahabat nabi membuat kaum muslimin berusaha menapaki jejak salaf, sehingga orang yang menapaki jejak salaf terlebih pada zaman ini adalah Ghuraba' asing dikala manusia rusak, asing dikala manusia melaksanakan syirk dan bid'ah, maka keistiqmahan menapakai jejak salaf harus sesabar mungkin sebagaimana Imam al Auza’i rahimahullah (wafat th.157 H) seorang Imam Ahlu Sunnah dari Syam menashihatkan pada kita dimana beliau berkata, “Bersabarlah dirimu diatas sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para sahabat tegak diatasnya. Katakanlah sebagai mana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan salafush shalih karena akan mencukupimu apa saja yang mencukupi mereka.

Akan tetapi kesemangatan ditengah keterasingan ad dakwah janganlah kita selewengkan dengan membentuk suatu komunitas yang berorientasi pada ormas, sehingga dengan ini menimbulkan perpecahan umat padahal Allah ta'ala menyuruh kita untuk kokohkan barisan dan jangan pecah belah "Artinya : Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah secara keseluruhan, dan jangan kalian berpecah-belah." [Ali-Imran: 103].

WAHAI SAUDARAKU... MENJADI AKTIVIS BUKAN BER-ARTI BER-ORMAS

Menjadi aktivis tidak semestinya antum terjun pada suatu ormas, dalam mengorganisir umat tidak mesti kita mendirikan ormas, mendirikan ormas adalah sarana Talbis Harokah dimana kita mau tak mau tunduk pada al haq dan bathil dari segi manhaj dan sosial, terpacu hanya apa-apa yang diperintahkan Amirnya, terpaksa mengikuti alur prosedur ormas yang sampai bertentangan dengan syari'at karena pendirian ormas mau tak mau harus melakukan prosedural apapun itu untuk terciptanya ormas islam yang diinginkan, maka manhaj salaf berbeda dengan sistem harokah dan keduanya tidak sama, manhaj salaf mengikuti al jama'ah yakni para shahabat, adapun Harokah merekrut masa sebanyak mungkin dengan tandzim-tandzim yang memecah belah umat, maka janganlah kalian satukan kedua manhaj yang berbeda antara langit dan bumi

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam KitabNya.

“Artinya : Dan janganlah kalian campuradukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq ini sedang kalian mengetahui” [Al-Baqarah : 42]

Qatadah berkata tentang tafsir ayat ini : “Janganlah kalian campur adukkan agama Yahudi dan Nashrani dengan agama Islam, padahal kalian mengetahui bahwa agama Alloh yang haq adalah Islam dan bahwasanya agama Yahudi dan Nasrani yang kalian pegang sekarang ini adalah agama yang bid’ah dari Alloh!” [Tafsir Ibnu Katsir 1/109]

maka telah tampak bagaikan langit dan bumi bahwa ormas islam akan merusak manhaj yang haq, ormas islam akan memecah umat ini menjadi penyebab perpecahan apapun pengakuan mereka apakah cenderung pada ormas salafiyyah / apapun yang hakikatnya mereka berbaju salafi bertubuh sururi.

ANTARA MASA DAN JAMA'AH TA'LIM

Kiranya ada yang bertanya : "Apakah jika kita mengadakan kajian lalu datang ratusan bahkan ribuan kaum muslimin, bukankah ini juga dikatakan masa..??"

Jawab :

Tentu beda wahai saudaraku.. Jama'ah ta'lim dengan Masa, perbedaan jauh dari beberapa segi :

1. Masa yang dimiliki Ormas adalah sekumpulan yang memang terikat pada ormas tersebut yang sebelumnya sudah ada pendataan identitas diri dan Setiap ormas merekrut sebanyak-banyaknya, serta dibawah naungan nama ormas tersebut misal : Jama'ah Wahdah, Jama'ah Hibut Tahrir, ini adalah tashnif(mengelompokan diri yang menyebabkan perpecahan umat) semakin banyak anggota maka semakin besar tersebut.

Adapun Jama'ah Ta'lim adalah Kaum muslimin yang datang untuk menuntut ilmu tanpa ada pendataan sebelumnya, bersifat bebas siapapun boleh datang tanpa ada tanda tertentu atau atribut tertentu, serta tanpa terikat atau baiat pada amir.

2. Masa yang dimiliki ormas cenderung pada acara-acara yang se-VISI dan se-MISI ormasnya dan itu dihadiri anggota yang telah menjadi warga / anggota ormas tersebut bersifat terbatas.

adapun Jama'ah ta'lim mereka tidak mengetahui melainkan hanya menuntut ilmu dan jannah tujuan mereka, dan jumlah yang hadir tidak terbatas.

dan banyak lagi perbedaan antara ormas dan jama'ah ta'lim, sangat lucu jika ada kamum muslimin mengqiyaskan ini. wallahul musta'an

ber-ORMAS MERUPAKAN PANGKAL SEBAB FANATIK GOLONGAN

BER-ORMAS Tidak terlepas dari kebanggaan para anggota dibawah naungan bendera ormas tersebut, lihatlah di indonesia ini Ormas islam selalu bersikutan satu sama lain dengan menyebut nama ormas tersebut ini realita yang ada, contoh saja antara NU dengan MUHAMADIYYAH, mereka berbeda dalam menetapkan hari 'ied maka satu sama lain menjadikan tashnif (pengelompokan) kaum muslimin, yang mana masing-masing antara mereka menyebutkan 'ied dengan membawa bendera ormas mereka, "kami NU anda muhammadiyyah"/"kami muhammaiyyah anda NU".

maka kita tidak boleh menutup mata dari realita ini, yang aneh ada kaum muslimin yang entah berpure menjamin / memang tidak tahu madharat ormas menyatakan "ini sebagai wasilah saja". kiranya perkataan anda sebagai wasilah saja maka yang namanya wasilah adalah perantara/sarana mafhumnya selama ada sarana alternatif lain yang tidak memadharatkan maka ambilah alternatif itu walhamdulillah para ulama, para assatidz berdakwah tidak dinaungan ormas tertentu dengan izin ALLAH mereka tetap berjalan dan mendirikan ma'had islamy, bi'idnillah.

Ormas islam membuat kita seringkali menemukan seseorang atau suatu kelompok manusia yang sangat kuat dalam memegang suatu keyakinan atau sangat berkeyakinan bahwa pendapat kelompok/ormas fulan adalah haq (benar), dan yang lain bathil. Sehingga membuat kita sangat sulit dan bingung atau bahkan terkecoh untuk membedakan antara seseorang itu adalah muta’ashib (bersikap ta’ashub) atau seseorang itu berdiri tegak di atas Al-Haq, sehingga yang terjadi percekcokan yang tak kunjung reda dengan membawa title ormas, membawa bendera dan atas nama ormas masing-masing sehingga menjadikan syubhat bagi kaum muslimin secara umum. ini madharat lantaran hanya ikhtilaf mengakibatkan permasalahan tersebut buyar kebenaran tak tampak. karena Buah dari ta’ashub adalah perselisihan dan perpecahan serta saling membenci. Sedangkan buah dari berpegang teguh kepada kebenaran adalah kebersatuan di atas al-haq dan kembalinya orang-orang yang bersalah kepada al-haq.

KEMBALILLAH PADA ISLAM BUKAN PADA ORMAS


Diakhir tulisan ini penulis berharap agar kaum muslimin khususnya yang mengklaim bermanhaj salaf namun mereka mendirikan Ormas, sungguh amalan kalian jauh dari manhaj salaf, karena manhaj ini tidak mengajarkan perpecahan, manhaj ini adalah al jama'ah / persatuan diatas manhaj shahabat, renungkan Firman ALLAH yang artinya: "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: "Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?" Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan. Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Rabbnya. Dan sesungguhnya adzab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal." (QS: Thaahaa: 124-127)

Dan semoga Alloh Subhanahu wa Ta'ala merahmati al-Imam asy-Syafi’I yang telah mengatakan: "Kaum Muslimin telah bersepakat bahwa barangsiapa yang jelas baginya sunnah Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wasallam tidaklah boleh baginya meninggalkannya karena ucapan seseorang."

Hal ini karena tidak seorangpun yang ma’shum setelah meninggalnya Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wasallam. Semua seperti dikatakan Imam Malik Rahimahulloh: "Tidak seorangpun setelah Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam kecuali dapat diambil dan ditinggalkan ucapannya, selain Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wasallam."

Bahkan tidak boleh bagi Kaum Muslimin untuk bersikap tawaqquf (berdiam diri dari menerima atau menolak). Tetapi harus menerimanya dengan penuh penerimaan (terhadap apa yang telah jelas datangnya dari Rasululloh Shallallaahu 'Alaihi Wasallam), hal mana tidak demikian itu terhadap yang lainnya. Karena Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "…. Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah …" (QS: Al Hasyr: 7). WALLAHUMUWAFIQ.

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
    Sebelumnya saya minta maaf kepada pengelola blog yang sangat bermanfaat bagi umat ini....
    Saya ingin memberikan saran kepada pengelola blog, agar mengganti warna template dan tulisan,,,karena cenderung membuat mata sedikit kurang nyaman dalam membaca tulisan-tulisan di blog ini....Semoga hal itu cuma saya yang merasakannya...Maaf apabila ada kata-kata yang tidak berkenan...Syukron katsiro...
    Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
    Abu Abdirrahman
    Pematangsiantar-Sumatera Utara.

    BalasHapus
  2. Baarakallahufik. sudah kami ganti, semoga kami harapkan kenyamanan pembaca. Jazakumullahu Khairan

    BalasHapus

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!