Sabtu, 01 Juni 2013

UMAR BIN KHATHAB ( PENGUASA BIJAKSANA)


‘UMAR BIN KHATTAB –radhiyallahu’anhu- (AIR MATANYA MEMBEKAS HITAM DIPIPINYA)


Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan Al Bykazi


Ini adalah al Faruq. Seorang yang pingsan ketika mendengar bacaan al Qur’an, berhari-hari setelahnya senantiasa dijenguk padahal ia tidaklah sakit, melainkan karena ia takut pada Rabb, bergetar hatinya ditengah kegagahannya.

Rasa takutnya meninggalkan bekas dua garis hitam di pipinya, tahukah apa yang berbekas pada Umar..? kedua garis hitam dipipinya ialah karena mengalirnya Airmata kerena seringnya ia Menangis takut kepada Allah. [Al Jazaa min Jinsil amal;Sayyid Husain [II/17]

‘UMAR…
Dialah lelaki yang menampakan dirinya masuk Islam dihadapan orang-orang Jahiliyyah dakala orang-orang menyembunyikannya.

‘UMAR..
Dialah lelaki yang menambal bajunya padahal kemewahan ada dihadapannya.

‘UMAR
Dialah Laki-laki yang Syaithan takut padanya.
Dialah… ‘UMAR IBNUL KHATHTHAB –radhiyallahu ‘anhu-

===TANGISAN ‘UMAR DIHADAPAN WANITA TUA==

Dari Qatadah rahimahullah,
“Umar keluar dari masjid bersama al Jarud. Dijalan ia bertemu dengan seorang wanita tua. Lalu umar mengucapkan salam padanya, dan wanita tersebut menjawab salam juga kepada umar.

WANITA TUA BERKATA :

“Wahai Umar!! Dulu aku melihatmu, saat itu engkau masih bernama UMAIR (‘UMAR KECIL), dipasar Ukazh engkau berkelahi dengan anak-anak seusiamu, lalu waktu kian berlalu hingga engkau bernama ‘UMAR, lalu waktupun berlalu hingga engkau saat ini dijuluki AMIRUL MUKMININ. Bertakwalah kepada Allah terhadap Rakyatmu..!! Ketahuilah siapa yang takut mati ia takut kehilangan (Jabatanya).”
Saat itu juga, Umar pun Menangis.

Al Jarud berkata kepada wanita tua tersebut :
“Ibu, engkau telah lancang terhadap AMIRUL MUKMININ, dan engkau membuatnya menangis”
UMAR Berkata kepada Al Jarud:
“Biarkan dia (wanita tua itu untuk menashihati umar), Apakah engkau tidak mengenal wanita ini..? dialah Khaulah Binti Hakim dimana Allah mendengarkan ucapannya dari atas langit ketujuh. Demi Allah Umar lebih pantas untuk mendengarkan kata-katanya” [Al Mishbah[II/37/ Aliqdul fariid dinukil di mukhtashar minhajil qashidiin tahqiq syaikh Ali Hasan Abdul Hamid hafizhahullah hal.170-171]

INILAH KISAH UMAR.!!
Saudaraku..

Ketahuilah beliau adalah Amirul Mukminin saat itu dan shahabat Dekat Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, dia bersedia mendengar nashihat dari wanita tua yang duduk dipinggir jalan, yang Umar mengucapkan salam kepadanya dan dia menjawab salam kepada umar, Wanita tua itu menashihatinya dan dia (umar ) menangis, yang jadi ibrah dari kisah ini adalah :

Dapatkah kita meneladani beliau..?
Berucap salamkah kita kepada kaum muslimin yang berjumpa kepada kita, meskipun ia seorang budak..?
Bisakah kita memposisikan diri dan jiwa ini untuk senantiasa menerima nashihat disbanding menashihati orang lain..?
Wallahul Musta’an.

Kita lebih memilih menjadi penashihat daripada di nashihati.. kita pun lebih mengungulkan orang lain untuk bersalam pada kita padahal salam itu adalah Gratis dan Ibadah.

Inilah ‘UMAR
Yang orang Syi’ah Rafidhah melaknatnya..

Inilah ‘UMAR
Shahabat dekat Nabi yang dikatakan Nabi “Umar fil Jannah” Umar di surge, sedangkan komplotan SYI’AH RAFIDHAH Menghujat shahabat mulia ini dengan hujatan kekafiran.
Wallahul Musta’an, Camkan kepada Syi’ah… Kepala mu… sangat berharga kenapa kau menabrakan kepalamu ke gunung yang gagah. Sayangilah kepalamu itu.. Jagalah ia, jangan kau tabrakan lagi kepalamu kegunung yang gagah tapi manfaatkanlah kepalamu itu untuk berfikir jika kalian orang-orang berfikir.
Wallahul musta’an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!