Kamis, 06 Juni 2013

SENYUMAN UNTUK WWW.SUARA-MUSLIM.COM




CUKUP TERSENYUM… MENANGGAPI ORANG YANG BINGUNG DIATAS BINGUNG

=====================

Entah memancing singa yang tertidur atau hanya ingin menaikan pamor rating websitenya yang terbilang masih web baru, Suara Muslim membuat postingan yang tidak sedikitpun saya anggap ini adalah syubhat melainkan ekspresi orang bingung ditengah kegalauannya entah bagaimana lagi cara dalam menghujat ahlussunnah.

Berbagai banyak cara telah mereka lalui dari bersifat bantahan melalui berbagai media website, Buku-buku terlebih karangan Idarham yang tidak jelas orangnya (dikira orang Arab gag taunya usut punya usut namanya “marhadi” Cuma dibalik aja), belum lagi ditampilkan foto-foto palsu Kerajaan Saudi yang dekat dengan Amerika dan Yahudi (kalaupun ada yang asli itupun sebatas muamalah sebagaimana Nabi Muhammad pun bermu'amallah dengan yahudi seperti menggadaikan baju besinya), saking ketar ketir lagi dengan adanya Radio Rodja mereka membuat radio tandingan yang syiah ada dibelakangnya, dan banyak langkah-langkah mereka yang senantiasa membenci dakwah salafiyyah ahlussunnah wal jama’ah namun lagi-lagi orang yang ikhlas dijalan islam setelah mendapatkan taufiqNya tentu tidak mudah termakan api syubhat atas ijin Allah ‘azza wa jalla.

Adapun dalam hal postingan Skandal Logo ini Sekali lagi saya katakan : “Skandal logo Rodja yang diangkat oleh mereka bukanlah suatu syubhat yang harus ditanggapi serius, justru lebih pantas kita menanggapinya dengan senyuman manis saja, karena melihat sebuah ekspresi yang diungkapkan oleh orang yang was-was, galau, serta bingung diatas bingung mesti bagaimana lagi cara menghujat radio ini..?

Lihatlah kenapa hanya Rodja..?
sedangkan radio salafy bukan hanya radio Rodja saja, ada Radio Muslim, Radio Hang, Radio As Sunnah, Bass FM,radio Muslim dan banyak lagi yang lainnya..
namun kenapa Hanya Radio Rodja ….?
Cukup tersenyum, mereka menghujat Radio Rodja lantaran khawatir ditengah kekhawatiran yang sangat berlebih wallahu’alam kalau sekiranya untuk kepentingan dakwah tentu apa yang didengki toh sama-sama berdakwah, dan saya khawatir ada unsure pribadi kalau bukan selain amanah ilmiyyah .

RUMUS “COK GALI COK, DIGALI – GALI COCOK”.

Apapun KALAU BICARA RUMUS “COK GALI COK, DIGALI – GALI COCOK”, tidak ada sandaran atau hujjah yang pasti jangankan Sebuah Logo andaikan seorang Da’I misalkan ia bertemu dengan Ahli Bid’ah dan mampir kerumah ahli bid’ah tersebut, maka kalau pakai rumus “COK GALI COK, DIGALI – GALI COCOK”, tentu bisa saja kita katakan “Ustadz Fulan telah berteman dengan ahli bid’ah, dia sering bertamu ditempat hizby dan seterusnya”. padahal sang ustadz tersebut sedang mendakwahi ahli bid'ah tersebut.

Atau bicara tentang logo, coba lihat saja logo BANSER PADA ORMAS TERBESAR DI BUMI PERTIWI INI, Silahkan mau ditafsirkan apa dengan kalian…
mungkin ada yang menuduh logo banser itupun fremansorry (Yahudi), namun Sandarannya apa..?

Sandarannya tidak pasti.. hanya dzan.. perasaan… Serta kedengkian yang bermula…

Ketahuilah Saudaraku...

Apapun jika awalnya adalah dzan (prasangka) maka Suatu kebaikan bisa menjadi keburukan..

Apapun yang awalnya sudah dengki, maka suatu kebaikan yang didapatkannya akan dibuat kedengkian yang berlanjut-lanjut..

dan apapun yang bermula dari perasaan, maka suatu rasa yang manis akan dijadikan pahit meskipun itu sebuah madu dari lebah hutan.

Sebagaimana Umar Bin Khatthab berkata :
“Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik”

sedangkan Lupakah kita bahwa agama ini melarang Dzan :

Allah Berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-car kesalahan orang lain”
[Al-Hujurat : 12]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”
Sekali lagi cukup dengan senyuman manis, melihat orang yang sedang bingung diatas bingung.

Wallahulmusta’an Dakwah ini Milik Allah dan Hanya Allah yang menjaga Dakwah ini.

==========
Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!