Selasa, 01 Maret 2011

Ahmadiyyah menghina NABI


Abu Usaamah Sufyan Al Bykazi


Banyak orang yang celaka muncul di muka bumi karena mencela para rasul, tetapi tidak banyak
yang sekaliber Mirza Ghulam Ahmad dan para pengikutnya, dalam mencela para rasul,
“mencuri” kenabian. Allah berfirman.
“Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengadakan kedustaan terhadap
Allah...” (Qs. Al-An’am: 93)
Dia mengklaim sebagai nabi dan rasul-Nya, seperti yang dilakukan oleh Musailamah dan Al-
Aswad An-Ansi. Langkah berikutnya, ia mengaku sebagai orang yang paling utama dari dari
seluruh nabi dan rasul. Sebagaimana ia menyatakan dirinya telah dianugerahi segala yang telah
diberikan kepada seluruh para nabi (Durr Tsamin, hal. 287-288, karya Ghulam Ahmad). Dalam
pernyataan yang lain, ia mengatakan, sesungguhnya Nabi (Muhammad) mempunyai tiga ribu
mukjizat saja. “Sedangkan aku memiliki mukzijat lebih dari satu juta jenis”, kata Ghulam
Ahmad (Tadzkirah Asy-Syahadatain, hal. 72, karya Ghulam Ahmad)
Di lain tempat, katanya, Islam muncul bagaikan perjalanan hilal (bulan, dari kecil), dan
kemudian ditaqdirkan mencapai kesempurnaannya di abad ini menjadi badr (bulan pernama),
dengan dalil (menurutnya)... (Khutbah Al-Hamiyah, hal. 184, karya Ghulam Ahmad), sebuah
tafsiran yang kental nuansa tahrifnya (penyelewengan), layaknya perlakuan kaum Yahudi
terhadap Taurat. Sebuah makna yang tidak dikehendaki Allah, tidak pernah disinggung Nabi
Shallallahu „alaihi wa sallam ataupun terbetik di benak salah seorang sahabat, para imam dan
ulama tafsir. Demikian salah satu trik untuk merendahkan kedudukan Nabi Muhammad
Shallallahu „alaihi wa sallam.
Salah seorang juru dakwah mereka, juga tidak ketinggalan ikut membeo merendahkan martabat
Nabi Shallallahu „alaihi wa sallam dengan mengatakan: “Sesungguhnya Muhammad pernah
sekali datang kepada kami. Pada waktu itu, beliau lebih agung dari bi’tsah yang pertama. Siapa
saja yang ingin melihat Muhammad dengan potretnya yang sempurna, hendaknya ia memandang
Ghulam Ahmad di Qadian.” (Koran milik Qadiyaniah, Badr, 25 Oktober 1902M)

2 komentar:

  1. salah satu penyebab Ahmadiyah 'berani' menampilkan Mirza Ghulam Ahmad (MGA)sebagai nabi karena adanya kesalahan pengertian 'nabi' itu sendiri. Nabi dikatakan ada yang membawa risalah atau kitab suci dan ada yang tidak membawa risalah. Krn. ada pengertian nabi 'tidak' membawa kitab suci, akhirnya ngakulah MGA sebagai 'nabi' yang tidak membawa risalah era setelah Nabi kita Muhammad SAW.

    Sebaiknya pengertian nabi tiu pd dasarnya sama dengan rasul yakni penerima wahyu dan pembawa wahyu dan penyampai peringatan. Bedanya, nabi 'pasti' manusia tapi rasul bisa bukan manusia artinya bisa makhluk Allah SWT yang lain. Contoh, malaikat QS. 22:75 dell.

    BalasHapus
  2. Baarakallohufykum.

    1) perlu kita ketahui Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wassallam adalah khatamun nabiyyin, penutup para Nabi maka mafhum nya disina TIDAK ADA SATUPUN NABI setelah nabi Muhammad termasuk ornag kafir MIRZA GHULAM AHMAD tiada hak ia mengaku Nabi. karna firman Alloh : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab:40)

    Nabi Bersabda ;
    “Perumpamaan aku dengan Nabi sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan kemudian ia memperindah dan mempercantik bangunan tersebut kecuali satu tempat batu bata di salah satu sudutnya. Ketika orang-orang mengitarinya, mereka kagum dan berkata, Amboi, jika batu bata ini diletakkan? Akulah batu bata itu, dan aku adalah penutup para Nabi”. (HR. Bukhari dan Muslim)

    “Tidak ada kenabian setelahku kecuali mubasysyirat.” Lalu ada yang bertanya, “Apa mubasysyirat itu, wahai Rasulullah.?” Beliau menjawab, “Mimpi yang baik (Ru’ya hasanah atau ru’ya shalihah).” (HR.Ahmad)

    dan banyak lagi lainya dalil tentang penutup Para Nabi.

    adapun tentang pembagian anda tentang Nabi itu dibagi 2 :
    1)nabi pembawa risalah
    2)nabi yang tidak membawa risalah
    jawab : ya, anda benar sekali, akan tetapi perlu diketahui pembagian Nabi ini, sebelum datang nya dalil -dalil khatamun nabiyyin adapun sekarang dalil telah tegak, maka khtamun nabiyyin bersifat ammah umum..!! baik nabi pembawa risalah atau tida membawa risalah ditutup oleh kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, jika anda masih berkeyakinan dengan ucapan diaas maka tunjukan burhan anda? mana dalil anda berserta penjelasan para ulama?

    3) anda mengatakan malaikat adalah Rasul juga, saya minta ulma tafsir mana yang menafsiri demikian?

    BalasHapus

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!