Minggu, 11 Agustus 2013

RELAKAH JIKA SUAMI KALIAN DIAMBIL WANITA LAIN..?

Suami mana yang hatinya tak tersentuh dengan perkataan halus berhati lembut yang keluar dari lisan para istri…
Suami mana yang tidak mema’afkan kiranya sang istri mengatakan demikian…
Alangkah indahnya wanita-wanita penduduk surga..
Alangkah santun nya budi perkerti mereka kepada suami nya..



RELAKAH JIKA SUAMI KALIAN DIAMBIL WANITA LAIN..?

Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Kita tidak sedang membicarakan Poligami..
Kitapun tidak sedang berbicara suami selingkuh dengan wanita lain..
Namun ini adalah suatu kepastian yang mana para istri harus menerima resikonya, jika melanggar dan tak ta’at dalam hal kebaikan kepada suaminya…
Suadariku se-Iman Yang semoga Allah merahmati kita semua.

Berapa rasa sakit dihati kalian jika kalian dikhianati..? misalkan suami berselingkuh. Waiyyadzubillah

Atau bagaimana rasanya sakit ketika cinta harus dibagi 2..? misalkan suami poligami.

Jangankan dikhianati dengan perselingkuhan keji
Jangankan di dustai dengan segala kebohongan,
Kalau saja menempuh jalur yang HAQ Seperti POLIGAMI tentu para istri tidak kuat menahan rasa sakitnya ketika cinta dibagi 2.

Istri sebagaimana suami pasti pernah melakukan suatu kesalahan yang ia perbuat sehingga menyakitkan hati suaminya, entah ia berdusta kepada suami, berpergian tanpa ijin suami dan problema lainya. Namun apa yang anda lakukan wahai para istri ketika anda melakukan kesalahan atas suami anda..?

Apakah anda ‘JA-IM’, sehingga tidak ada kata ma’af yang terucap dilisan anda..?
Apakah anda Gengsi, sehingga anda menyimpulkan ‘suamiku juga pernah salah kepadaku’..?

Ataukah anda meminta ma’af tanpa menunda-nunda waktu..?

Bagi anda yang ‘JA-IM’ dan GENGSI, anda akan merugi… artinya anda merelakan suami anda diambil wanita lain.

Bagi anda yang meminta ma’af tanpa menunda waktu. Mungkin anda menjadi istri yang beruntung, namun jika meminta maafnya setengah-setengah maka sama saja dengan JA-IM dan GENGSI.

Ketahuilah….
Nabi shallallahu 'alaihi bersabda :

"Maukah aku kabarkan kepada kalian….tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, "Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku"
(As-Sahihah no 287)

Masya Allah..
Suami mana yang hatinya tak tersentuh dengan perkataan halus berhati lembut yang keluar dari lisan para istri…
Suami mana yang tidak mema’afkan kiranya sang istri mengatakan demikian…
Alangkah indahnya wanita-wanita penduduk surga..
Alangkah santun nya budi perkerti mereka kepada suami nya..

Maka yang menjadi pertanyaan, wahai wanita dunia,,, wahai para istri-istri…
Bisakah anda mencontohkan ucapan tersebut..?
Bisakah santunnya wanita surga diatas, kalian praktekan dikehidupan dunia..?

JIKA TIDAK BISA..!!

Jika kalian tidak mampu untuk mempraktekan..
Maka sekiranya kalian telah rela jika suami kalian akan di rebut oleh wanita-wanita surga di akherat kelak..!!
Bagaimana relakah anda..?

Wahai para Ibu…
Wahai Para Istri..
Demi Allah meminta Ma’af kepada suami tidak akan membuat anda Jatuh Miskin…
Meminta ma’af atas kesalahan yang dilakukan tidak akan membuat Kecantikan anda Luntur alias tua mendadak…

Meminta Ma’af kepada suami tidak membuat anda jatuh pingsan….
Sebaliknya…!!

Meminta Ma’af kepada Suami akan menimbulkan wibawa bagi anda,
akan menimbulkan rasa cinta yang lebih dari suami anda,
tentunya kehormatan anda tidak tersita.
Dan bagi para suami hendaknya terima dengan lapang dada permohonan ma’af sang Istri, dengan istri meminta ma’af artinya ia sudah menghormati anda sebagai pemimpin dirinya maka hargailah para istri yang telah meminta ma’af sebagaimana Allah ‘azza wa jalla berfirman :

Orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS Ali Imran: 134)

Semoga kita dapat membina Rumah Tangga yang mana kita memohon kepada Allah, agar pasangan di dunia menjadi pasangan di akhirat, meskipun sang suami pasti mendapatkan bidadari cantiknya di surga sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman :
“Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari.” (Qs. Ad-Dukhan: 54). Wallahu’alam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!