Selasa, 02 Juli 2013

POLEMIK TARAWIH 11 ATAU 23..?








::POLEMIK TARAWIH 11 ATAU 23..?::

Sufyan Bin Ranan



Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan pengampunan, bulan THR-nya para ahli Ibadah, Bulan dimana banyak-nya

pahala yang berlimpah ruah dan keistimewaan-nya adalah turun-nya al Qur’an pada Bulan Ramadhan

Allah ta’ala Berfirman :
Bulan Ramadhan yang telah diturunkan di dalamnya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan sebagai penjelas dari petunjuk dan pembeda. (Al Baqarah: 185)


Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan (kesesatan) kepada cahaya (petunjuk) yang merupakan inti dari ajaran Islam, member petunjuk dari kesesatan menuju kebenaran, dari kebodohan menuju kesadaran.


Oleh karena itu janganlah kita sia-siakan bulan ini dan jangan kau nodai dan cederai keindahan bulan ini dengan permusuhan, terlebih permusuhan dalam hal Fiqh contohnya yang tak ada habis untuk di persoalkan adalah Raka’at Tarawih 11 atau 23 Raka’at…?


Shalat Tarawih yang balasan-nya adalah ampunan yang mana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa shalat (tarawih ) (pada bulan) Ramadhan dalam keadaan Iman dan berharap Pahala dari Allah Ta’ala , niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim).


Shalat raarawih 11 atau 23 raka’at adalah sama – sama sunnah, 11 Raka’at adalah Sunnah nya Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dalam Hadits Aisyah Radhiyallahu’anha :


“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat (malam) baik di dalam bulan ramadhan maupun di luar ramadhan tidak pernah lebih dari 11 rakaat." (HR. Bukhari Muslim)


Dan Tarawih 23 raka’at adalah sunnah-nya shahabat Nabi dan Khulafaurrasyidin, yang mana Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :


"Berpeganglah kalian pada sunnahku dan sunnah Khulafa'ur Rasyidin Al Mahdiyin sepeninggalku. Gigitlah ia dengan gigi geraham (istiqamah diatasnya), dan jauhilah perkara-perkara yang baru (dalam agama), karena setiap baru (dalam agama) Merupakan kesesatan." HR Ibnu Majah


Berpegang pada pondasi nash ini maka setiap pengamalan para shahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam adalah bagian dari sunnah yang juga untuk diamalkan oleh karena itu berkaitan 23 Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at, jika kamu takut masuk waktu shubuh maka witirlah satu raka’at.” (HR. Muslim)


Dengan demikian shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at, boleh sampai 11, boleh sampai 23, boleh sampai 4o tak terbatas tentu dengan memperhatikan thuma’ninah-nya jangan ngebut.


Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz rahimahullah berkata :
“para sahabat di masa Umar terkadang shalat tarawih sebanyak 23 rakaat dan terkadang sebanyak 11 rakaat.”


Bersikap Adil menghadapi Ini, 11 raka’at menghargai 23 dan 23 raka’at jangan ngebut..!!

Dengan demikian shalat tarawih 11 raka’at maupun 23 raka’at adalah sah bukan suatu Bid’ah, meskipun memang mengikuti Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam adalah yang utama 11 raka’at akan tetapi tidak mengesampingkan saudara-saudara kita yang memakai 23 raka’at.


dan yang memakai 23 raka’at hendaknya thuma’ninah bukan ngebut kaya burung pelatuk, yang lucu shalat 23 raka’at lebih cepat dari 11 raka’at secara analogi durasi waktu kalaupun memakai surat al ikhlas secara terus menerus setiap raka’atnya dengan memperhatikan bacaanya dan disandingkan 11 raka’at yang memakai surat al ikhlas juga umpamanya dengan tartil serta keduanya thuma’ninah dalam shalat maka 23 raka’at pasti lebih lama dibanding 11 raka’at.


Dengan demikian jika ada jama’ah yang 23 raka’at shalatnya tanpa thuma’ninah maka lebih baik kita bergabung kepada jama’ah yang dilaksanakan 11 raka’at atau 23 raka’at yang thuma’ninah. Wallahu’alam



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!