Sabtu, 06 Juli 2013

1 RAMADHAN BUKAN HAK ORGANISASI



ORGANISASI BUKAN PANUTAN DALAM PENENTUAN RAMADHAN DAN HARI RAYA..!!!

Polemik kaum muslimin Di Indonesia menjelang Ramadhan adalah adanya perbedaan dalam penentuan hari mulai ramadhan, Kaum Muslimin dibuat bingung sehingga menjadi benih kedengkian dan permusuhan antar sesama kaum muslimin sedangkan di sisi lain, ini adalah hajat besar kaum muslimin, ini adalah kesempatan dalam beribadah serta berlomba-lomba dalam kebaikan, namun sayang semua ini tercoreng atas perbedaan penentuan bulan Ramadhan ataupun Hari Raya,

siapa yang salah..?
dan siapa yang memperkeruh suasana persatuan umat dalam hajat besar..?

Islam adalah agama yang sempurna, adakah agama lain yang sempurna menyaingi Islam..?
wallahi Islam mengajarkan hidup dan kehidupan manusia, dari hal besar hingga kecil, dari pemerintahan hingga masuk wc ada do'anya dan menyingkirkan duripun bagian dari iman, maka begitu sempurnanya islam, maka sangat dan sangat mustahil islam tidak mengatur Siapa yang berhak menetapkan 1 RAMADHAN DAN 1 SYAWAL..?

Camkan Nabi shallallahualaihi wasallam bersabda :

الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَاْلأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Puasa itu pada hari (ketika) kalian semua berpuasa, Idul fitri pada hari ketika kalian semua beridulfitri dan Idul Adha ketika kalian semua beriduladha” (Hadits Riwayat Tirmidzi dalam “Sunannya no : 633 dan dishahihkan oleh al-Albani dalam “Silsilah ash-shahihah no : 224).

Aisyah radhiyallahu anha berkata :

النَّحْرُ يَوْمَ يَنْحَرُ النَّاسُ ، وَ اْلفِطْرُ يَوْمَ يُفْطِرُ النَّاسُ

“Hari Raya Kurban ketika manusia berkorban dan hari Idul Fitri ketika manusia beridulfitri”.

Ash-Shan’ani berkata :

“ hadits ini adalah dalil bahwasanya penetapan Id akan dianggap, jika sesuai dengan seluruh kaum muslimin (penentuan pemerintah) dan bahwasanya seorang yang secara sendirian mengetahui hari Id dengan melihat (hilal), wajib baginya menyesuaikan dengan yang lainnya(ikut pemerintah), dan merupakan kelaziman baginya hukum mereka dalam shalat, berbuka dan berkorban (Subulussalam 2/462).

Lihat bagaimana Imam Ibnul Qayyim menjadikan hadits ini sebagai pembantah untuk orang-orang berpemahaman hisab dalam penentuan ramadhan dan id.

Ibnul Qayyim berkata : “ Dalam hadits ini adalah sebuah bantahan terhadap bagi sekelompok orang penganut hisab dalam menghitung bulan dan mereka memutuskan boleh baginya berpuasa dan berbuka sementara yang tidak mengetahui tidak boleh”.
( Tahdziib as-Sunan 3/214).

Ketahuilah kaum muslimin...
Ikutilah penguasa kalian...
Janganlah kalian ikuti jejak-jejak organisasi yang menimbulkan hizbiyyah, yang merupakan benih permusuhan antar umat islam.

Kalau sekiranya anda mengikuti penguasa / pemerintah dan pemerintah salah dalam menentukan penentuan 1 ramadhan atau 1 syawal maka dosa ditanggung pemerintah dan kita sebagai rakyat tetap mendapatkan pahala.

Adapun seandainya anda mengikuti organisasi dan organisasi tersebut salah dalam penetapan 1 ramadhan dan 1 syawal maka dosa anda ditanggung sendiri, terdapat dua dosa : 1. dosa pembangkangan terhadap pemerintah dan 2. dosa kesalahan dalam penetapan 1 ramadhan dan 1 syawal.

Berfikir cerdas, Ramadhan bukan ajang saling berpecah, idul fithri bukan ajang berselisih sekiranya anda mengikuti pemerintah adalah suatu kewajiban dalam persatuan umat islam.

=====
Abu Usaamah Sufyan Bin Ranan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!