Sabtu, 02 Mei 2015

SYA'IR INI MEMBUAT IMAM AHMAD MENANGIS..!!












Sya’ir yang membuat Al-Imam Ahmad -
rahimahullaah- menangis


Dikisahkan, ada seseorang yang
mendatangi Al-Imam Ahmad dan
bertanya kepada beliau, “Wahai Imam,
bagaimana menurut anda mengenai
sya’ir ini?“

Beliau menjawab, “Sya’ir apakah ini?” di
mana orang tersebut membaca sya’ir
berikut

ﺇﺫﺍ ﻣﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺭﺑﻲ ﺍﻣﺎ ﺍﺳﺘﺤﻴﻴﺖ ﺗﻌﺼﻴﻨﻲ
Jika Rabb-ku berkata kepadaku, “Apakah
engkau tidak malu bermaksiat kepada-
Ku?”

ﻭﺗﺨﻔﻲ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻋﻦ ﺧﻠﻘﻲ ﻭﺑﺎﻟﻌﺼﻴﺎﻥ ﺗﺄﺗﻴﻨﻲ
Engkau menutupi dosamu dari makhluk-
Ku tapi dengan kemaksiatan engkau
mendatangi-Ku

ﻓﻜﻴﻒ ﺃﺟﻴﺐُ ﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﻭﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻮﻑ ﻳﺤﻤﻴﻨﻲ؟
Maka bagaimana aku akan
menjawabnya? Aduhai, celakalah aku dan
siapa yang mampu melindungiku?

ﺃﺳُﻠﻲ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﺑﺎﻵﻣﺎﻝِ ﻣﻦ ﺣﻴﻦٍ ﺍﻟﻰ ﺣﻴﻨﻲ
Aku terus menghibur jiwaku dengan
angan-angan dari waktu ke waktu

ﻭﺃﻧﺴﻰ ﻣﺎ ﻭﺭﺍﺀُ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻣﺎﺫﺍ ﺑﻌﺪ ﺗﻜﻔﻴﻨﻲ
Dan aku lalai terhadap apa yang akan
datang setelah kematian dan apa yang
akan datang setelah aku dikafani

ﻛﺄﻧﻲ ﻗﺪ ﺿّﻤﻨﺖُ ﺍﻟﻌﻴﺶ ﻟﻴﺲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺄﺗﻴﻨﻲ
Seolah-olah aku akan hidup selamanya
dan kematian tidak akan menghampiriku

ﻭﺟﺎﺋﺖ ﺳﻜﺮﺓ ﺍﻟﻤﻮﺕُ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻣﻦ ﺳﻴﺤﻤﻴﻨﻲ
Dan ketika sakaratul maut yang sangat
berat datang menghampiriku, siapakah
yang mampu melindungiku?

ﻧﻈﺮﺕُ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻮُﺟﻮﻩِ ﺃﻟﻴـﺲ ﻣﻨُﻬﻢ ﻣﻦ ﺳﻴﻔﺪﻳﻨـــﻲ
Aku melihat wajah-wajah manusia,
tidakkah ada di antara mereka yang
akan menebusku?

ﺳﺄﺳﺄﻝ ﻣﺎ ﺍﻟﺬﻱ ﻗﺪﻣﺖ ﻓﻲ ﺩﻧﻴﺎﻱ ﻳﻨﺠﻴﻨﻲ
Aku akan ditanya tentang apa yang
telah aku persiapkan untuk dapat
menyelamatkanku (di hari pembalasan)

ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺟﺎﺑﺘﻲ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻣﺎ ﻓﺮﻃﺖ ﻓﻲ ﺩﻳﻨﻲ
Maka bagaimanakah aku dapat
menjawabnya setelah aku melupakan
agamaku

ﻭﻳﺎ ﻭﻳﺤﻲ ﺃﻟــــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ
Aduhai sungguh celakalah aku, tidakkah
aku mendengar firman Allah yang
menyeruku?

ﺃﻟــــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻟﻤﺎ ﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﻗﺎﻑ ﻭﻳﺲِ
Tidakkah aku mendengar apa yang
datang kepadaku (dalam surat) Qaaf dan
Yasin itu?

ﺃﻟـــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﺑﻴﻮﻡ ﺍﻟﺤﺸﺮ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻊ ﻭ ﺍﻟﺪﻳﻨﻲ
Tidakkah aku mendengar tentang hari
kebangkitan, hari dikumpulkannya
(manusia), dan hari pembalasan?

ﺃﻟـــﻢ ﺃﺳﻤﻊ ﻣُﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻳﺪﻋﻮﻧﻲ ﻳﻨﺎﺩﻳﻨﻲ
Tidakkah aku mendengar panggilan
kematian yang selalu menyeruku,
memanggilku?

ﻓﻴﺎ ﺭﺑــــﺎﻩ ﻋﺒﺪُ ﺗــﺎﺋﺐُ ﻣﻦ ﺫﺍ ﺳﻴﺆﻭﻳﻨﻲ
Maka wahai Rabb-ku, akulah hambamu
yang ingin bertaubat, siapakah yang
dapat melindungiku?

ﺳﻮﻯ ﺭﺏ ﻏﻔﻮﺭ ﻭﺍﺳﻊُ ﻟﻠﺤﻖِ ﻳﻬﺪﻳﻨﻲ
Melainkan Rabb yang Maha Pengampun
lagi Maha Luas Karunianya, Dialah yang
memberikan hidayah kepadaku

ﺃﺗﻴﺖُ ﺇﻟﻴﻚَ ﻓﺎﺭﺣﻤﻨﻲ ﻭﺛﻘــّـﻞ ﻓﻲ ﻣﻮﺍﺯﻳﻨﻲ
Aku datang kepada-Mu, maka rahmatilah
diriku dan beratkanlah timbangan
(kebaikanku)

ﻭﺧﻔَﻒَ ﻓﻲ ﺟﺰﺍﺋﻲ ﺃﻧﺖَ ﺃﺭﺟـﻰ ﻣﻦ ﻳﺠﺎﺯﻳﻨﻲ
Ringankanlah hukumanku, sesungguhnya
hanya Engkaulah yang kuharapkan
pahalanya untukku.

Al-Imam Ahmad terus melihat bait-bait
sya’ir tersebut dan mengulang-ulangnya
kemudian beliau menangis tersedu-sedu.

Salah seorang muridnya mengatakan
bahwa beliau hampir pingsan karena
begitu banyaknya menangis.

dari Kitab Manaqib Al-Imam Ahmad hal.
205 oleh Al-Imam Ibnul Jauzy.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!