Jumat, 01 April 2011

LERAI PERSENGKETAAN UNTUK SAUDARAKU


SYAIKH MUHAMMAD AL IMAM

Saya nasehatkan kepada setiap penuntut ilmu, supaya mereka lebih
antusias dalam menyelamatkan dirinya, dan menjauhi dari apa-apa yang
dapat mendatangkan bahaya kepadanya. Menjaga kehormatan saudaramu
6
. ad-Dailam adalah Bangsa Kurdi: yaitu satu kelompok etnis yang menganggap diri
mereka penduduk asli suatu daerah yang sering dirujuk sebagai Kurdistan, suatu wilayah yang
meliputi sebagian Iran, Irak, Syria, dan Turki. (http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Kurdi).
7
. Negri yang berbatasan dengan India.
- 6 of 20 -

adalah tuntutan syar’i, dan jarh (mencela kredibel seseorang) adalah
haknya para ulama8, dan itupun sebatas dengan kebutuhannya dan
menurut keadaannya yang mendesak. Tidaklah setiap orang berhak untuk
men-jarh dan tidak setiap orang berhak untuk berbicara. Berhati-hatilah
terhadap diri kalian, karena sesungguhnya saya mencintai apa yang ada
pada diri kalian sebagaimana saya mencintai apa yang ada pada diriku
berupa kebaikan.
Untuk itulah saya menasehatkan saudara-saudara saya yang sedang terjadi
di antara mereka perdebatan atau lainnya -yang senantiasa kita nasehatkan
untuk meninggalkan dan menjauhinya-, agar mereka lebih antusias untuk
bersikap lembut terhadap diri mereka sendiri dan bersikap lembut terhadap
sesama mereka. Bersikap lembutlah terhadap diri Anda dan terhadap
saudara Anda, tinggalkanlah segala sesuatu yang dapat mendatangkan
marabahaya. Kami perhatikan bahwa hal ini tidaklah mendatangkan
manfaat maupun maslahat bagi dakwah kita.
Sebagaimana telah kalian ketahui, bahwa para masyaikh di salah satu
taujihât (arahan/nasehat) yang mereka sampaikan, mengatakan : “(hal ini)
tidak ada hasilnya, melainkan hanya bentuk pertengkaran belaka, yang
tidak menyokong sunnah dan tidak pula mematikan bid’ah.” Inilah realita
yang terjadi. Berupayalah untuk mendapatkan kebenaran, jika kalian tidak
mendapatinya, maka ambillah manfaat dari orang yang mendapatkannya,
dan dari orang yang memberikan berita yang nyata. Karena perkara itu
menurut kebenarannya dan menurut apa yang terjadi.
Masalah ini –yaitu saling mencela satu dengan lainnya, berdebat dan yang
semisal- lebih banyak mendatangkan madharat kepada kalian, dan kami
tidak rela hal ini terjadi pada kalian. Kami ridha terhadap penuntut ilmu
yang antusias untuk mendapatkan apa yang bermanfaat baginya, yaitu
fokus dengan menuntut ilmu yang bermanfaat. Mungkin diantara kalian
ada yang menyia-nyiakan dirinya, padahal dia jauh lebih butuh untuk
menghafalkan ayat-ayat al-Qur`ân, hadits-hadits, menghafalkan pelajaran
dan mengulang-ulanginya (murôja’ah), serta (perbuatan bermanfaat)
lainnya yang merupakan hal yang paling urgen dan yang paling
dibutuhkan9.
Sebagaimana telah kalian dengar, inilah nasehatku bagi saudara-saudaraku
yang sedang terjadi di antara mereka perdebatan dan yang semisalnya
(perselisihan), bahwa sepatutnya mereka lebih antusias untuk menjaga
dirinya. Adapun saudara-saudara kita –dan mereka ini banyak- yang
menerima arahan ini –dari semenjak dahulu dan mereka tetap senantiasa
8
. Perhatikanlah wahai saudaraku, mencela kredibel seseorang adalah haknya para ulama,
bukan hak setiap orang. Namun kita dapati sebagian ikhwah, ada yang baru sebentar
menuntut ilmu, namun dengan beraninya dia mentahdzîr dan mencela orang lain, bahkan dia
berani mentahdzîr dan mencela para asatidz dan ulama yang tidak sefaham dengannya.
9
. Bukan menghabiskan waktunya dengan mencela dan membicarakan orang lain, atau
menyibukkan diri dengan qîla wa qôla, sibuk mencari-cari kesalahan dan mentahdzîr person-
person yang dituduh begini dan begitu, atau person tersebut berkata begini atau begitu,
kemudian mereka menyibukan diri dengan hal-hal yang mengalihkan mereka dari menuntut
ilmu syar’i.

demikian-, maka mereka telah beristirahat dan lisan-lisan mereka
dari ucapan yang zhalim dan melampaui batas, waktu-waktu
selamat dari ketersia-siaan dan selainnya. Hal ini, kami anggap
bentuk keutamaan dari Alloh Azza wa Jalla. Hal ini dianggap
keutamaan dari Alloh.
selamat
mereka
sebagai
sebagai
Yang dituntut (dari kita) adalah : hendaknya kita saling bekerja sama di
atas kebajikan, kebaikan dan ketakwaan10. Ketahuilah, bahwa kalian semua
ini di sisi Saya adalah sama kedudukannya. Tidak seperti yang dikira bahwa
kita ingin membersihkan persangkaan-persangkaan -seperti yang
dituduhkan-, atau kita memiliki suatu bentuk keinginan tertentu seperti
yang mereka persangkakan. Tidak!
Kalian semua ini adalah murid-muridku dan saudara-saudaraku, dan Saya
adalah saudara kalian. Antara Saya dan kalian hanya ada kerja sama di
dalam kebaikan dan kebajikan, dan saling menasehati di antara kita. Kita
semua bisa melakukan kesalahan –tidak ada seorang pun yang tidak
melakukan kesalahan11-, akan tetapi Alloh menjadikan nasehat itu sebagai
obat dan penawar bagi kita bihamdillâh.
Dan jika Kita mau mendengarkan nasehat dan menerima sikap saling
menasehati dan bekerja sama, maka masalah kita menjadi baik
bihamdillâhi Rabbil ‘Âlamîni. Kita ini bagaikan dua tangan yang satu saling
membersihkan tangan yang lainnya. Jika kita tidak mau menerima nasehat
atau tidak bersegera untuk saling menasehati, maka kelalaian ini tidak
sepatutnya ada seorang pun yang meridhainya, dan jangan sampai ada
diantara kita yang melakukannya.

Kalian adalah para penuntut ilmu di negeri ini (Yaman, pent.) –semoga
Alloh menjaganya-, dan kalian berada pada kedudukan yang sama. Maka
dituntut –sebagaimana telah kalian dengarkan- supaya kita menjauhi
tuduhan-tuduhan yang tidak ada (realitanya). Kita ini bersaudara, kita
harus menjaga persaudaraan dan dakwah kita. Kita harus mementingkan
untuk saling bekerja sama diantara kita di dalam hal yang bermanfaat bagi
kita, bagi agama kita, bagi dunia kita dan bagi akhirat kita. Kita senantiasa
berupaya untuk ini, dan kita menjadikan hal ini sebagi sarana untuk
mendekatkan diri kepaa Alloh, karena di dalamnya terdapat kebaikan yang
berlimpah bihamdillâhi Rabbil ‘Âlamîni.
Ketahuilah, sesungguhnya Saya memperingatkan dari segolongan orang
yang mendorong para pemuda masuk ke dalam fitnah. Saya
10
. Allah Ta’âla berfirman dalam surat al-Mâidah ayat 2:
َ ِ َ ْ ْ َ ِ
‫و َتعاونوا علَى البرِّ والتقوى وال َتعاونوا علَى اإلِ ْثم والعُدوان واتقُوا َّ َ إِنَّ َّ َ شدِيد العقاب‬
َِْ ُ
ُ َ َ َ َ َ ْ َّ َ ِ
ُ َ َ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah,
Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya”. (QS. al-Mâidah:2).
11
. Rosûlullâh Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:
َّ َ َ َ ِ َ ُّ
‫كل بني آدم خطاء‬
“Setiap anak Adam (manusia) banyak berbuat kesalahan”. (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Mâjah, dan
ad-Dârimi).
- 8 of 20 -

memperingatkan golongan ini untuk tidak melanjutkan aktivitas buruknya.
Walaupun kami tidak mengetahui siapa golongan dan personnya, namun
bukan artinya bahwa jika kami tidak mengetahuinya lantas kami menjadi
lemah. Tidak! Mungkin bisa jadi Saya mendoakan kejelekan baginya! Ini
adalah tempat ilmu dan tempat kerja sama, bukannya tempat kekacauan
dan fitnah...
Barang siapa datang mendorong Fulan untuk mengobarkan hal ini dan
melakukan untuknya hal tersebut! Maka ini adalah perkara yang kita jauhi.
Apabila ada sesuatu antara diriku dengan saudaraku, maka tidak boleh
melampaui batas, dan tidak boleh memperalat orang lain untuk turut
mengobarkan fitnah, dengan mengatasnamakan : ada sesuatu antara diriku
dan Fulan!! Ini adalah kegagalan! Di dalam mengobati permasalahan, di
dalam perdamaian dan kerja sama di atas kebajikan.

Segolongan orang ini, jika kalian mengetahui person-personnya, kenalkan
Saya pada mereka. Metoda mereka ini tidak benar12, selamanya kami tidak
mau menerimanya. Jika Anda ada masalah dengan Fulan, mengadulah
kepadaku! Kami senantiasa membuka hati kami bagi siapa saja yang ingin
mengadu. Kami akan dengarkan baik fihak yang mengadu maupun yang
diadukan. Kami akan melihat perkaranya, membenahi, mengarahkan dan
memperbaiki saudara-saudara kami, sebatas pengetahuan kami, sebagai
bentuk kerja sama dengan mereka, dan sebagai bentuk untuk menutup
pintu-pintu perselisihan dan pertikaian. Hal ini memang ada bihamdillâhi
Rabbil ‘Âlamîn, dan kalian semua mengetahuinya, bukankah demikian?
Lantas siapa yang mencetuskan fitnah ini? Dan apa yang menjadi pencetus
yang mendorong sebagian pemuda untuk membantu menyebarluaskan
fitnah ini?

Adapun para pemuda, maka saya memperingatkan mereka supaya tidak
mau menerima hal-hal seperti ini, apabila tidak (mau menerima), niscaya
kami akan timpakan malapetaka kepada mereka! Kami tidak mau
menjadikan perkara kami ini dikendalikan oleh para pemuda, dikendalikan
seperti ini... kita dituntut untuk menjadi orang yang berfikir dan berakal.
Sebagaimana telah kalian dengar, kita dituntut untuk bersikap lemah
lembut dan menjaga persaudaraan (ukhuwwah) diantara sesama kita13.
Salah seorang diantara kalian tidak menyangka akan dapat menjalankan
urusannya (...) dan akan berjalan, insya Alloh tidak akan berjalan kecuali
yang haq dan tidak akan langgeng kecuali yang baik.
Kita dituntut untuk saling bekerja sama dengan kejujuran, dan kita saling
tolong menolong satu dengan lainnya dengan kejujuran, keikhlasan kepada
Alloh dan kecintaan terhadap agama kita dan dakwah kepada Alloh serta
kecintaan kepada persaudaraan agama. Kita semua berusaha untuk
12
. Walaupun mereka ngotot mengatakan apa yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan
al-Jarh wat Ta’dîl, tapi tetap saja cara mereka ini seperti apa yang dikatakan oleh Syekh -
semoga Alloh menjaganya-.
13
. Ukhuwwah diantara Ahlus sunnah, sebagaimana yang dinasehatkan al-Muhaddits al-
‘Allâmah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbâd -semoga Alloh menjaganya-.
- 9 of 20 -

melaksanakannya. Apabila kerja sama ini telah terjadi diantara kita -
fabihamdillahi Rabbil ‘Âlamîn- niscaya kita mampu mengalahkan syaithan14
yang senantiasa berupaya untuk merusak hubungan diantara kita15.
Syaithan menginginkan supaya kita menyia-nyiakan persaudaraan kita
sehingga kita masuk ke dalam kancah permusuhan diantara kita.
Saya menasehatkan diri saya sendiri dan saudara-saudara sekalian –
semoga Alloh menjaga mereka- supaya mereka bisa memahami
permasalahan ini. Seperti yang sudah kalian dengar (berulang-ulang),
bahwa di dalam perkara ini kita dituntut untuk saling berkerja sama di
dalamnya. Apabila Anda memiliki masalah dengan Fulan dan Anda sudah
tidak bisa lagi bersabar kepadanya, maka Anda bisa mengadu kepadaku.
Adapun fanatisme (ta’ashshub), atau mendorong orang lain untuk
melakukan demikian atau mengobarkan fitnah, maka yang seperti ini saya
anggap sebagai bentuk kegagalan! Kegagalan di dalam kerjasama diantara
sesama dan di dalam perdamaian! Jika ada masalah antara Anda dengan
saudara Anda, mengadulah kepadaku sehingga kami dapat melihat siapa
yang bersalah, walhamdulillâh sehingga urusan kita tetap dapat berjalan.
Tidak ada yang baru (di dalam metoda) kami -selamanya-, (metoda) yang
ada pada kami adalah apa yang kalian dengarkan saat ini. Kami memohon
kepada Alloh untuk menolong kita supaya tetap saling bekerja sama dan
berdiri di atas (metoda) ini. Karena metoda ini adalah lebih baik bagi kita,
lebih bermanfaat dan lebih selamat, serta merupakan perkara yang -insya
Alloh- lebih mudah diterima oleh pemahaman mayoritas kalian -bihamdillâhi
Rabbil ‘Âlamîn-.
Kita saling menjaga kehormatan diantara kita dengan cara yang syar’i lagi
bermanfaat
–sebagaimana
yang
kalian
dengar-.
Kami
tidak
memperbolehkan
menjelekkan
seorang
pun
dan
berinteraksi

(bermu’amalah) dengan cara yang tidak syar’i. Kami tidak menghendaki
yang demikian ini. Kami menjauhkannya dan kami melihat bahwa ada
seseorang yang merendahkan bentuk kerja sama yang seperti ini.
Adapun para ikhwah yang sedang terjadi pada mereka suatu perbedebatan
antara satu dengan lainnya, maka mereka semua adalah saudara kita di
mata dan kepala kami (menurut pandangan kami). Tidak ada diantara kami
dan mereka melainkan persaudaraan di dalam agama, sikap saling
menasehati dan bekerja sama. Kami tidak memiliki suatu sikap yang
tersembunyi yang akan tampak di masa yang akan datang!
14
. Karena tipu daya syaiton itu sangatlah lemah, sebagaimana firman Allah Ta’âla:
َ َ َ ِ َ
‫إِنَّ كيْدَ الشيْطان كان ضعِيفا‬
“Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah”. (QS. an-Nisâ:76).
15
. Alloh Ta’âla berfirman:
َّ ُ ِ
‫إ َِّنما يُريد الشيْطانُ أَنْ يُوقِع ب ْي َنكم العدَ اوة وال َبغضاء‬
َ ْ ْ َ َ َ َْ ُُ َ
“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di
antara kamu”. (QS. al-Mâidah:91)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!