Jumat, 10 Juli 2015

ORANG AWAM PUN BISA LEBIH HEBAT DARI KITA.






ORANG AWAM PUN BISA LEBIH HEBAT DARI KITA.


Sufyan Bin Ranan


Pada hakikatnya saya tak setuju dengan pelabelan orang Awam karena dengan adanya pelabelan ini seolah kita sudah jadi orang pinter, 'alim,.. dan seorang yang melabeli 'awam' pada orang yang belum kenal sunnah akan membawakan ia pada kesombongan, sedangkan orang awam berbeda dengan orang bodoh, jika orang awam belum tentu ia bodoh dan orang bodoh ya jelas awam Artinya banyak diantara 'orang awam' ternyata ia adalah seorang yang sedang bersayembara mencari kebenaran dan bukankah kita dahulu juga begitu(awam) sampai pada titik nadirnya Allah berikan hidayah bi'idznillah.

Maka pelabelan orang'awam' hakikatnya sangat berbahaya bagi yang mengucapkan atau vonis terhadap seseorang dengan seolah merendahkan. sehingga pola pikir yang seperti ini menjadikan seorang yang GAK AWAM bersifat kaku pada orang yang dipandang Awam, sehingga tidak heran orang seperti ini bisa menjadi kerikil dakwah.

Teringat setahun yang lalu disaat saya ber'itikaf disalah satu masjid besar dijakarta, pertama saya ber'itikaf masjid ini...

Ramadhan lalu sengaja saya sesekali ingin menyendiri ber'itikaf tanpa ada yang mengenali saya, sy amati dan (sebagian besar) peserta 'itikaf orang awam.

Masya Allah... setelah sy amati (mungkin) diantara kita masih mandang mereka awam, akan tetapi kecemburuan mereka terhadap agama dan giat beribadah sangat kita acungkan jempol, terlebih jika datang malam ganjil masjid tersebut tarawih penuh dan tilawah tak henti hingga sahur.

Tak mengapa anda sesekali datangi masjid besar disuatu kota dan ber'itikaf disana (biasanya jika masjid besar, peserta itikaf bebas alias tak terikat pada agenda masjid atau panitia), coba sesekali menjadikan kita bersikap adil kepada orang awam,(mungkin) kita kalah tilawahnya oleh mereka dan ini motivasi, dan masuki mereka dakwah tentunya.

Dengan demikian jangan jadikan orang yang sudah bermanhaj selangkah lebih maju dari orang awam, ya... memang berbeda antara ahli ilmu dengan orang yang tidak berilmu derajatnya pun beda akan tetapi yang dimaksud adalah jangan jadikan kesombongan melekat pada diri lantaran kita 'lebih paham' dengan merendahkan manusia yang dipandang lebih bodoh dr kita sebagai tolak ukur penilaian.

seolah 1 ibadah orang bermanhaj lebih baik daripada 1000 ibadah syar'i yang dilakukan orang awam... tidak wahai akhy... krn mereka(kaum awam) juga muslim punya hak untuk berlomba bukan..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!