Kamis, 25 Juni 2015

KUATKAN TEKAD DIATAS SUNNAH MESKIPUN KAU DIMUSUHI







: KUATKAN TEKAD DIATAS SUNNAH MESKIPUN KAU DIMUSUHI.

Sufyan Bin Ranan

Saudaraku....
Mungkin diantara kita pernah dinyinyir lantaran mengikuti sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, diantara kita pernah diolok-olok lantaran Jenggot yang kita amalkan laksana kambing gibas umpamanya, hijab yang kita pakai dikaitkan dengan misi arabisasi dan sejenisnya nyinyiran yang membuat hati ini mungkin goyang serta goncang sejenak.

Ketahuilah wahai saudara saudariku...
hal tersebut tidaklah mengherankan bagi kita yang mencoba beristiqamah dizaman fitnah ini, anehnya diantara orang yang membenci pengikut sunnah, diantara mereka meloyalkan hatinya kepada orang-orang yang tak sholat, orang orang secara dzhahir tidak condong pada keshalihan dengan bersenda gurau dan bersahabat.

Salah satu sebab kita di ledeki, diolok-olok selain berusaha berpegang kepada sunnah adalah lantaran kita tidak mengamalkan suatu perkara yang tidak ada tuntunan dari Rasulillah shalalllahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya padahal telah jelas bagi kita :

sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam :

“Barang siapa mengamalkan sebuah amalan yang kami tidak mencontohkannya maka amal itu tertolak”. [HR. Muslim]

kita sepakat...
"kita tidak akan mengeluarkan keringat kecuali disana ada surganya"
kita sepakat
"kita tidak boleh menambahkan apalagi mengurangi syari'at sekiranya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tidak memerintahkannya"

kita sepakat...
"dalam beramal ada keikhlasan dan ittiba' kepada Rasulullah sehingga al Imam fudhail bin iyadh mengatakan:

“Sesungguhnya sekiranya seorang mengamalkan suatu amalan atas agama dengan ikhlas akan tetapi tidak sesuai dari apa yang Nabi amalkan,, maka amalan itu tidak diterima. Dan dan begitupun seorang yang beramal sesuai sunnah namun tidak ikhlas maka amalan tersebutpun tak diterima, hingga ia melakukannya dengan ikhlas dan benar. Ikhlas semata karena Allah, dan benar apabila sesuai dengan tuntunan Nabi ”.

Sehingga ketika seseorang beriltizam kepada agamanya, berusaha mengamalkan yang diajarkan dan menolak apa apa yang di larang terlebih suatu perkara amalan yang baru, maka sudah seyogyanya anda bersiap di nyinyirkan.

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda dalam haditsnya seolah memberikan khabar gembira bagi diri-diri kita :

بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (bahagialah/beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim).

Asy-Syaikh Abu Usaamah Salim bin ied al-Hilali hafizhahullah berkata,
“Tidak ada riwayat yang sah tentang makna al-Ghuraba’ (orang-orang asing) selain dua tafsiran yang marfu’ yaitu:

a. Orang-orang yangtetap istiqamah dikala orang-orang rusak mengitarinya.(meledekinya, nyinyir dll)

b. orang yang shalih yang hidup diantara masyarakat yang buruk agamanya. sehingga yang memusuhi tentu lebih banyak.

maka tak heran wahai saudaraku...
Anda berjenggot dihina...
sedangkan tidak jauh dari tempat tinggal anda mungkin ada orang yang tidak shalat tidak dikucilkan sama sekali.

anda berhijab lebar laksana mukena berjalan...
sedangkan tidak jauh dari anda berpijak banyak wanita wanita berpakaian akan tetapi seolah telanjang, selamat dari ledekan.

saudaraku...
kuatlah sekuat mungkin berpegang teguh kepada sunnah...
istiqamahlah..
dibalik kesedihan akibat ledekan tak akan membahayakanmu diakhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!