Rabu, 18 Februari 2015

SURATKU UNTUKMU... WAHAI IBU RUMAH TANGGA DINA Y SULAEMAN.






SURATKU UNTUKMU...
WAHAI IBU RUMAH TANGGA DINA Y SULAEMAN.

Bismillah,
Pertama - tama tentu saya memperkenalkan diri sebagaimana ibu memperkenalkan diri sebagai ibu rumah tangga, alhamdulillah saya pun telah menjadi Bapak rumah tangga, Sufyan Bin Ranan hanya seorang Bapak Rumah tangga dari Anak manusia yang senantiasa mengharapkan surga Allah subhanahu wa ta'ala.

Sebagai Bapak Rumah Tangga saya terenyuh melihat secercah surat terbuka ibu kepada salah satu da'i dinegeri ini yang mana beliau mendapatkan sebuah kejutan ditengah malam berupa penyerangan yang sangat biadab oleh segerombolan preman yang memprotes spanduk kesesatan Syi'ah.
Dalam surat terebut Ibu risih dipandang sebagian orang sebagai penganut aliran Syi'ah bahkan ada anonim menyebut diri ibu dan keluarga sebagai tokoh kalangan syi'ah indonesia, ibu menganggap hal tersebut adalah suatu Fitnah, berbicara fitnah tentu berbicara tuduhan yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Namun sungguh sayang seribu sayang, disatu sisi ibu menolak gelar 'tokoh' syi'ah disematkan pada ibu dan keluarga akan tetapi disisi lain ibu memanfaatkan prasangka sebagian orang untuk melancangkan diri. Bukankah hal demikian malah menjadi suatu keyakinan yang tidak diragukan lagi terhadap diri anda sebagai Tokoh Syiah..!! bukan orang lain yang mengatakan demikian namun diri ibu sendiri yang berucap.. Maaf jika saya Lancang.


Ada pesan penting yang ingin saya sampaikan kepada ibu.
Sangat jauh bagaikan langit dan bumi sekirannya ibu mengaitkan konflik suriah dengan bercermin kepada Libya, terlebih mengaitkan hubungan persahabatan Qadafi dengan Ust. Arifin Ilham dengan mengkambing hitamkan kaum muslimin yang berjihad disuriah.
Janganlah kita menutup mata dan saya berharap ibu sebagai akademisi bisa membaca bahwa konflik suriah bukan hanya konflik biasa, bukan karena urusan politik oposisi disana, melainkan lantaran tidak dijaminnya keyakinan ahlus sunnah disana.


Terlepas peta perpolitikan yang ada, siapa oposisi dan dalang utama dibalik krisis suriah yang bernuansa politik maka Tolong lihat..!!
-Siapa yang menghancurkan masjid masjid di damaskus..?
-Siapa yang menahan para ulama sunnah..?
-Siapa yang mengelupas kulit dan membunuh memperkosa wanita muslimah yang konsisten pada hijabnya..?
Seorang istri melihat suaminya dengan mata kepalanya sendiri disiksa, di injak, di bunuh dengan mata kepala istrinya.
Seorang suami melihat sang istri wanita muslimah diperkosa dihadapan suaminya.
Siapa yang melakukan kebiadaban itu semua..?
Siapa melarang shalat 5 waktu.,.?
Siapa yang mengirim Pasukan memasuki sebuah kota kemudian mereka memperkosa wanita-wanitanya, mengeluarkan janin dari tubuh wanita hamil, mereka mengumpulkan para ulama dan keluarga mereka kemudian menggiringnya ke jalan dan membunuh mereka dengan peluru panas secara massa
Akankah anda wahai Ibu… menganggap hal itu dilakukan oleh ahlussunnah..?
Sedangkan anda seorang pemerhati timur tengah pasti mengetahui data berapa ahlussunnah disana, dan berapa komunitas syi’ah disana dan siapa penguasa suriah ..?


Perlu diketahui
Penduduk Suriah berjumlah sekitar 20 juta jiwa. 80% adalah muslim Ahlus Sunnah, 10% sekte Syi’ah Nusairiyah, 5% Nasrani dan 5% penganut paham bathiniyyah (sempalan Syi’ah). Namun dengan jumlah yang minoritas ini (yaitu 5%), kaum Nusairi mampu menempati tempat strategis di pemerintahan.
Telah terjawabSiapa dan dari mana penguasa suriah saat ini…


Penguasa yang berasal dari sekelompok minoritas Syi’ah Nusairiyah yang hanya 5%,. Mampu membuat konflik berkepanjangan.
Tentu kita dapat lihat negeri mana yang sekawan dan seiman yang membantu rezim suriah, tidak lain adalah Iran.
Artinya konflik ini adalah konflik misi syiahisasi dunia untuk membunuh ahlussunnah.

Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syi’ah ekstrim yang muncul pada abad ketiga Hijriyah. Nushairiyah menisbahkan kelompoknya kepada seorang yang bernama Muhammad bin Nushair An-Numair, yang mengklaim dirinya sebagai nabi dan menyatakan bahwa Abul Hasan Al-Askari —-imam ke-11 kelompok Syi’ah— adalah Tuhan yang telah mengutus dirinya sebagai nabi.


Wahai Ibu Dina yang semoga Allah menjadikan petunjuk dalam diri anda.
Alhamdulillah tokoh dinegeri ini sudah sadar akan bahaya syi’ah, sebagaimana Ust Arifin ilham mengatakan kepada segerombolan preman syiah :
“anda punya data kami.. kamipun punya data anda..”
Dan ada seorang ulama di yaman Syaikh Yusuf al Hamiqani mengatakan tentang syiah yang mengepung perkampungannya Al Baidha dalam khutbah jum’atnya ia berkata :
“Kalian memasuki wilayah kami al baidha’ dengan cara kalian.. Demi Allah kalian tidak akan keluar dari sini kecuali dengan cara kami ..”
Sepatutnya jika Ibu tidak mau dikatakan Tokoh Syiah maka hendaknya jadilah pemerhati independen, pengamat islam, bukan aktivis pincang dalam menilai konflik sunni syiah.


Membela pemahaman Ahlussunnah wal jama’ah adalah membela islam , adapun membela Syi’ah hakikatnya bukan bagian islam, tanamkan diri sebagaimana masa kecil kita diajari oleh bapak ibu kita pemahaman yang lurus, pemahaman yang cinta Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya radhiyallahu'anhum dan jangan keluar dari koridor tersebut, sekiranya kita keluar dari koridor tersebut maka jadilah kita pincang dalam berfikir.


Terima Kasih semoga saya berharap banyak ikhwah lain yang mengirimkan surat untuk Ibu dina Y sulaeman, seorang ibu rumah tangga yang disegani.
Jakarta, 18/2/2015
Sufyan Bin ranan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!