Jumat, 01 Juni 2012

DAKWAH SUNNI = DAKWAH ISLAM


TEBARKAN DAKWAH SUNNI

Ustadz Abu Yahya Marwan Bin Musa

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Saudaraku, sesungguhnya Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Wahai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)

Syaikh Abdurrahman As Sa'diy berkata dalam menafsirkan ayat di atas, "Ini adalah perintah Allah Ta'ala kepada kaum mukmin agar mereka bangkit menolong agama Allah, mendakwahkannya, dan berjihad melawan musuh-musuh-Nya sambil mengharap keridhaan Allah…dst."

Saudaraku, musuh-musuh Islam telah menggunakan berbagai sarana untuk menjauhkan umat Islam dari agamanya, baik dengan media elektronik maupun media cetak, demikian juga dengan menyodorkan berbagai acara dan kegiatan yang menjauhkan umat Islam dari agamanya. Oleh karena itu, kita harus saling bantu-membantu membentengi umat agar tidak terbawa oleh tipu daya mereka. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman, "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (wahai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (Terj. QS. Al Anfaal: 73)

Yang dimaksud dengan apa yang telah diperintahkan Allah itu adalah keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum muslimin dan tolong-menolong.

Saudaraku, saya telah berpikir lama tentang masalah ini, yakni bagaimana cara membentengi umat Islam dan mengembalikan mereka kepada agamanya, maka -sambil memohon pertolongan dan taufiq dari Allah Subhaanahu wa Ta'ala- menurut saya, kita perlu melakukan beberapa hal berikut ini, dan hal ini membutuhkan kerja-sama semua pihak; tidak mungkin berjalan sendiri.

1.MEMAKMURKAN MASJID.

Saudaraku, mengapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika hijrah ke Madinah, yang pertama kali Beliau bangun adalah masjid? Hal itu karena masjid merupakan benteng utama untuk menjaga umat, menguatkan persaudaraan mereka, dan membina mereka di atas Islam. Di masjid itulah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mentarbiyah umat. Beliau mengajarkan akidah, ibadah, akhlak dan lain-lain. Nah, oleh karena itu, kita perlu menghidupkan dan memakmurkan masjid sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Perlu diketahui, bahwa memakmurkan masjid ini memiliki cakupan yang luas. Termasuk ke dalamnya adalah apa yang disebutkan di bawah ini:

a. Membersihkan masjid dan membuatnya nyaman. Termasuk pula mewangikannya.
b. Tidak menghiasnya berlebihan sehingga membuat orang yang shalat tidak khusyu'.
c. Menghindari suara keras dan berisik di masjid.
d. Mencarikan muazin yang bagus suaranya.
e. Mengadakan imam rawatib yang ahli Al Qur'an dan As Sunnah.
f. Mengadakan ta'lim baik untuk anak-anak, remaja, dan orang tua.

Untuk anak-anak misalnya dibuat TPA, untuk remaja misalnya dibuat kajian untuk remaja, dan sebagainya. Demikian pula perlu adanya waktu untuk memberikan taushiyah sejenak atau kultum, seperti ba'da Subuh pada hari libur dan sebagainya.
Ini sekedar contoh.
g. Menyiapkan rak untuk mushaf Al Qur'an.
h. Membuat kantor khusus untuk bimbingan Islam, seperti mengadakan maktabud da'wah wal irsyad (kantor dakwah dan bimbingan Islam).
i. Membuat perpustakaan masjid.
j. Mengadakan bakti sosial.
k. Dll.
2. Membuka sekolah-sekolah Islam dan pesantren.

Sekolah Islam dan pesantren ini perlu dibentuk baik dari tingkat SD sampai tingkat SMA. Sekolah Islam dan pesantren sangat kuat sekali dalam membentengi akidah umat dan membina mereka di atas Sunnah. Melalui sekolah dan pesantren kita dapat melakukan tasfiyah dan tarbiyah, yakni membersihkan umat Islam dari sesuatu yang bukan Islam serta membina mereka di atas Islam yang murni. Melalui sokolah dan pesantren, ilmu agama dengan segala cabangnya dapat terjaga. Di sekolah dan pesantren kita bisa mengajarkan tauhid, hadits, fiqh, akhlak dan adab, sirah, bahasa Arab, tafsir dan ilmu-ilmu keIslaman lainnya. Dari sini kita mengetahui, pentingnya dibuat buku-buku agama yang menunjang untuk itu. Dan Al Hamdulillah, dengan pertolongan Allah, sebagiannya telah penulis buat.

3.MEMBUKA PERGURUAN TINGGI SUNNI

Perguruan tinggi Islam dimaksudkan untuk mencetak para da'i yang berilmu dan berwawasan luas dalam bidang agama. Oleh karena itu, perlu dibuat beberapa jurusan, seperti jurusan Al Qur'an dan ilmu-ilmunya, jurusan hadits, jurusan fiqh, jurusan aqidah atau ushuluddin, jurusan dakwah, dan sebagainya. Dan saya tidak setuju dengan adanya jurusan ilmu kalam atau filsafat, karena itu bukan dari Islam, tetapi dari Yunani kemudian dikemas dengan sedikit ajaran Islam, lalu disebut ilmu Kalam.

4. MEMBUAT MAJALAH DAN BULETIN DAKWAH

Majalah termasuk bacaan yang diminati masyarakat karena isinya yang beraneka ragam. Nah, oleh karena itu kita perlu membuat majalah Islam dengan tampilan menarik dan materi yang beraneka ragam dengan merujuk kepada Al Qur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman salafush shalih. Misalnya ada pembahasan akidah, fiqh, hadits, sirah, akhlak, pernak-pernik, keluarga, tanya-jawab, pengetahuan umum, iklan, bahkan perlu disisipkan lembaran khutbah jum'at.

Di samping majalah, adalah bulletin dakwah. Kita juga perlu membuat bulletin dakwah. Bulletin dakwah memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan ilmu ke tengah-tengah masyarakat. Mereka bisa menyimpannya dan menyampaikan kepada keluarganya.

5. MEMBUAT STASIUN TV DAN RADIO SUNNI

Televisi memiliki andil besar dalam merubah keadaan masyarakat. Anda dapat melihat, suatu kampung yang sebelumnya dekat dengan agama, rajin ke masjid, wanitanya memakai jilbab, kemudian berubah menjadi jauh dari agama, tidak mendatangi masjid, dan wanitanya melepas jilbab. Ini karena stasiun televisi dikuasai oleh orang-orang yang fasik yang tidak takut kepada Allah. Nah, oleh karena itu, kita perlu membendungnya dengan membuat stasiun televisei dengan acara-acara atau kajian-kajian keislaman, informasi dunia Islam dan acara-acara menarik yang mubah. Televisi memiliki dua daya tarik yang tidak dimiliki radio, yaitu audio-visual, sedangkan radio hanya audio atau suara saja.
Di samping televisi adalah radio. Meskipun zaman sekarang semakin maju dalam bidang tekhnologi, tetapi sebagian masyarakat masih dekat dengan radio. Oleh karena itu, perlu dibuat radio Islam yang berisikan acara-acara atau kajian-kajian keislaman, nasihat, konsultasi agama, informasi dunia Islam, dan lain-lain.

6. MENGADAKAN DAURAH / PESANTREN KILAT

Dauroh atau pesantren kilat perlu diadakan, terutama sekali bagi mereka yang sedikit belajar Islam. Dalam dauroh kita bisa menyampaikan dasar-dasar Islam atau ajaran Islam yang dibutuhkan oleh mad'u (objek dakwah) saat itu. Dan dauroh ini diadakan pada saat orang-orang sedang libur dengan tetap tidak mengganggu liburan mereka. Lebih baik lagi, jika acara dauroh diadakan di tempat-tempat yang menyenangkan seperti di taman, di puncak, dan sebagainya agar lebih berkesan bagi mereka.

7. MENCETAK ALQUR'AN DAN MENGHADIAHKAN PADA KAUM MUSLIMIN


Kita perlu mencontoh kerajaan Arab Saudi, dimana mereka memiliki Al Mujamma' lithiba'atil Mushaf (komplek percetakan Al Qur'an), mereka juga membagikan mushaf Al Qur'an dan terjemahnya secara cuma-cuma kepada kaum muslimin yang berkunjung kepada mereka atau memintanya. Pencetakan Al Qur'an dengan terjemahnya, membantu memudahkan kaum muslim untuk belajar agama dengan baik.

8. MENGHADIAHKAN BUKU-BUKU AGAMA

Saudaraku, ini adalah amal yang mulia; yang mengalir pahalanya meskipun engkau telah wafat. Oleh karena itu, jangan bakhil untuk menginfakkan harta untuk mencetak atau membelikan buku-buku agama dengan tujuan dibagikan secara cuma-cuma. Buku-buku yang hendak dibagikan sebaiknya buku-buku yang memuat aqidah yang sahih yang ringkas, buku-buku fiqh yang ringkas dan praktis, buku-buku adab dan akhlak, buku-buku nasihat untuk menguatkan iman, dan sebagainya. Hendaknya dipilih buku yang jelas merujuk kepada Al Qur'an dan hadits yang sahih dengan pemahaman salaful ummah atau para ulama yang mengikuti jejak mereka.

9. MENDIRIKAN TOKO BUKU SUNNI

Membuka toko buku Islam tidak ada kerugiannya sama sekali. Jika laris, maka anda akan mendapatkan untung, dan jika tidak laris, anda bisa memberikan kesempatan kepada orang lain untuk membaca atau bahkan menghibahkannya. Semuanya adalah ibadah apabila anda niatkan untuk menyebarkan ilmu-ilmu Islam ke tengah-tengah umat.

10. MEMPERBANYAK SITUS-SITUS SUNNI


Bagi anda yang akrab dengan internet, hendaknya anda terus berdoa kepada Allah agar hati anda diteguhkan oleh-Nya di atas ketatatan karena ia merupakan ujian. Jika pekerjaan anda tidak lepas dari internet, maka hendaknya anda menyisihkan waktu untuk membuat situs Islam yang memuat masalah-masalah keislaman.

11. BERDAKWAH VIA HP


Hp saat ini sudah banyak orang yang memilikinya. Oleh karena itu, sebaiknya anda memanfaatkkannya untuk berdakwah, seperti mengirim SMS dakwah yang berisikan ayat atau hadits sahih yang singkat, mengirimkan murottal Mp3 atau 3Gp lewat Bluetooth, membuat aplikasi islami atau memberikannya kepada orang lain lewat bluetooth, kabel data, dan alat-alat koneksi lainnya. Dan sekarang sudah banyak aplikasi Islami, seperti aplikasi Al Qur'an, hadits, dsb.

12. MEMBUAT CD /VCD DAKWAH

CD atau VCD merupakan sarana untuk mendakwahkan Islam kepada orang lain. Kelebihan CD atau VCD adalah muatannya yang cukup banyak.

13. Membuat software Islami untuk computer.

Software Islami perlu disiapkan karena sudah banyak orang yang menggunakan Komputer. Jika software Islami, murottal Al Qur'an baik bentuknya Mp3 maupun video, dan sebagainya ada dalam computer insya Allah akan membantu mengingatkan penggunanya kepada Allah Azza wa Jalla.
Dan yang tidak kalah pentingnya juga adalah dukungan dana dari kaum muslim yang mampu. Ingatlah ayat yang sudah saya sebutkan di awal pembahasan tadi (QS. Al Anfal: 73), dan Allah Subhaanahu wa Ta'ala juga berfirman, ""Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Terj. QS. At Taubah: 71)

Wallahu a'lam, wa shallallahu 'alaa nabiyyinaa Muhammad wa 'alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!