Rabu, 01 Juni 2011

FATWA SYAIKH BIN BAZ TENTANG OSAMAH BIN LADEN


الفتوى الأولى للعلامة الإمام عبد العزيز بن باز – رحمه الله

Penyusun : Abu Usaamah Sufyan Al Bykazi -

Terdengar khabar sebulan yang lalu tentang wafatnya dedengkot khawarij yang bernama Usamah bin Laden atau yang kita kenal dengan Osamah bin laden,tokoh khawarij yang menjadi cikal bakal buruknya citra islam dihadapan dunia, tentu kami tidak pecaya 100% akan tewasnya osamah bin laden karena pemberitaan dari kaum kafir, yang mungkin bisa benar, mungkin juga rekayasa politik mereka, dan kita sebagai umat muslim hanya berharap kepada Alloh shubhanahu wata'ala kiranya osamah masih hidp "Tunjukilah dia kejalan yang lurus, berilah dia ya Rabb hidayah taufiq", akaan tetapi jika osamah wafat maka kami katakan "kami bersedih atas wafatnya osamah, karena 1 orang muslim meninggal akan tetapi semoga Alloh menyadarkan para pengikutnya yang mengikuti pemehaman Sesat osamah bin laden tokoh khawarij abad ini", oleh karna itu kami akan menukilkan fatwa al 'alamah Asy Syaikhuna al imam Abdul Aziz bin Abdillah alu Baz,dalam rangka menyadarkan para pengikutnya dari pemahaman bahaya milik osamah bin laden yang menimbulkan kefasadan / kerusakan dimuka bumi ini

Imam Ibnu Bazz rahimahullahu berkata : "Adapun (aktivitas) yang dikerjakan
saat ini oleh Muhammad al-Mis'ari dan Sa'ad al-Faqih serta orang-orang yang
serupa dengan mereka, dari aktivitas penyebaran propaganda-propaganda yang
rusak dan menyesatkan,

maka tidak syak lagi hal ini merupakan keburukan yang
dahsyat. Mereka-mereka ini adalah para da'i (penyeru) yang menyeru kepada
keburukan yang besar dan kerusakan yang hebat. Maka wajiblah berhati-hati
dari selebaran-selebaran mereka, membuang dan memusnahkannya, serta
jangan mau berta'awun (bekerja sama) dengan mereka dalam segala perkara
yang mengajak kepada kerusakan, keburukan, kebatilan dan fitnah. Karena Allah
memerintahkan untuk bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan, tidak
bekerja sama di dalam kerusakan dan keburukan di dalam menyebarkan
kedustaan dan di dalam menyebarkan propaganda-propaganda batil yang
menyebabkan terjadinya perpecahan, hilangnya rasa aman dan (keburukankeburukan)
lainnya.


Selebaran-selebaran ini yang berasal dari al-Faqih, al-Mis'ari atau selain mereka
dari kalangan para penyeru kebatilan dan penyeru keburukan dan perpecahan,
wajib dibuang, dimusnahkan dan tidak boleh berpaling kepadanya sedikitpun.
Wajib pula menasehati dan mengarahkan mereka kepada kebenaran serta
mentahdzir mereka dari kebatilan ini. Dan tidaklah boleh bagi seorangpun untuk
bekerja sama dengan mereka di dalam perkara buruk ini, namun wajib bagi
mereka untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang lurus serta wajib bagi
mereka meninggalkan kebatilan ini dan menjauhinya.


Dan nasehatku untuk al-Mis'ari, al-Faqih dan Ibnu Laden serta seluruh orang
yang menempuh jalan mereka supaya mau meninggalkan jalan yang jelek ini.
Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berhati-hati dari murka dan
amarah Allah, hendaklah mereka kembali ke jalan yang lurus dan bertaubat
kepada Allah dari dosa-dosa mereka yang telah lalu, karena sesungguhnya Allah
menjanjikan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat pada-Nya untuk menerima
taubat mereka, berbuat baik pada mereka,

sebagaimana firman Allah Subhanahuwata'ala
: "Katakanlah wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, (karena)
sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa kalian semua. Sesungguhnya Dialah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kepada Rabb
kalian dan berserahdirilah kepadanya sebelum datangnya adzab kemudian
tidak dapat ditolong lagi." Dan firman-Nya : "Bertaubatlah kalian semua wahai
orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung." Dan ayat-ayat yang
semakna dengan hal ini sangatlah banyak. (Majalah al-Buhuts al-
Islamiyyah, no. 10, hal. 7-17).

2 komentar:

  1. Tidak ada yg bisa menjamin keburukan atau kebaikan seseorang .. menurut satu pihak apa yg dilakukan si fulan adalah salah, tapi menurut pihak yg lain ada jg yg berpendapat bahwa yg dilakukan kelompok si fulan adalah baik .. terlihat dari tanda tanda kesyahidan yg ada pada mereka.

    Barang siapa yg meng-klaim kafir pada seseorang .. sementara ternyata ia dihadapan allah tidaklah kafir, maka kekafiran itu kembali pada yg melemparkan ..

    jadi harus berhatio hati dalam masalah ini ..

    karena mereka pun memiliki alasan yg benar kenapa mereka sampai meyakini apa yg meeka lakukan adalah benar.

    sementara ada sebagian kaum muslimin yg bekerjasama bahkan tunduk pada kaum kafir, bahkan lebih mengutamkan (takut) pada kaum kafir tersebut dari pada takut pada allah.

    Maka benarlah apa yg telah dikabarkan oleh rasulullah saw 1400 tahun yang lalu.

    disaat dimana umat bagaikana makanan yg diserakkan diatas pinngan, bukian karena jumlah mereka yg sedikit, tapi dikarenakan mereka dihinggapi oleh sebuah penyakit, yakni AL WAHN. CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI.

    Bila itu telah terjadi maka rasulullah mengatakan .. akan allah cabut kekuatan dr dada kaum musliminsaat itu dan allah berikan pada kaum kafir. sementara ketakutan kelemahan dan kerendahan yg dimiliki hari ini .. pada saat itu akan allah campakan pada kaum muslimin.

    Sehingga jadilah kaum muslimin pada hari ini bagaikan anjing anjing yg menjialtt tuannya ( kaum kufar)

    yang terbaik yg harus kita lakuukan hanyalah : menyeru pada kebaikan .

    sebagaimana firman allah : "dan siapakah yg lebih baik perkataannnya daripada mereka yg menyeru kepada allah dan beramal sholeh, serta mengatakan, kami termasuk kaum yg menyerahkan diri (bagian dari kaum muslimin).

    Jadi jangan melont5arkan perkataan sesat atau khawarij yg belum terbukti kebenarannya. kecuali bila telah muncul kesepakatan ijma" seluruh kaum muslimin dan dibawah satu payung kekhalifahan .. maka berlakulah hukum khawarij bagi kelompok2 yang masih menentang amir yg syah.

    BalasHapus
  2. Segala puji bagi Allah yeng telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membangkitkan para sahabat sebagai pendamping dan pembela dakwah beliau. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du.

    “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta Ulul amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu urusan maka kembalikanlah pemecahannya kepada Allah dan Rasul, jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu pasti lebih baik bagi kalian dan lebih bagus hasilnya.” (QS. An Nisaa’: 59)

    Siapakah Ulil Amri yang dimaksud oleh ayat ini? Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menjelaskan:

    وقال علي بن أبي طلحة، عن ابن عباس: { وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ } يعني: أهل الفقه والدين. وكذا قال مجاهد، وعطاء، والحسن البصري، وأبو العالية: { وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ } يعني: العلماء.

    “Berkata Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu ‘Abbas: “Dan Ulil Amri di antara kalian” artinya ahli fiqih dan agama. Begitu pula menurut Mujahid, Atha’, Hasan Al Bashri, dan Abu al ‘Aliyah: “Dan Ulil Amri di antara kalian” artinya ulama.”Imam Ibnu Katsir, Tafsir Al Quran Al ‘Azhim, Juz. 2, Hal. 345.

    akhy karim semoga Allah menujukan kita kejalan yang lurus.. saya ingin mengetahui
    bagaimana kah khilafah yang anda maksud ?
    Dan apa tanda / ciri khas khilafah ?

    Nabi 15 abad yang lalu telah mengatakan dengan sabda nya kepada kita "sesungguhnya khilafahku hanya 100 tahun". maksudnya khilafah yang full mengikuti sunnah Nabi hanya bertahan 100 tahun dan terakhir Imam Abdul Aziz (imam adil semoga Allah meridhooinya).

    maka tidak ada setelah sepeninggal Imam abdul aziz yang berorientasi pada syariat islam secara Kaffah termasuk dari zaman abasiyah sampai Utsmaniyyah yang mana itu bukan lah khilafah nubuwwah namun Monarki, yang tidak sepenuhnya menjalankan syariat islam dan sama seperti Negeri Tercinta Indonesia ini.

    adapu Vonis Khawarij kepada Osamah memang benar realitanya ya akhy, maka dari itu belajar-antum belajar jangan antum mengandalkan semangat-semangat saja, namun tanpa ilmu.dan yang mengatakan OSAMAH KHAWARIJ, Ulama ya akhy bukan preman pasar. Syaikh Bin Baaz yang berfatwa dengan fatwa shahihah, jika anda tidak menerima maka dimana letak hormat anda pada Ulama, sedangkan umat butuh ulama, jika umat tidak mau mendengar ulama maka terjadilah kerancuan dimana masing-masing punya pemikiran sendiri, fulan fikroh nya A, FULAN lagi C, yang lain z. dan tentu Fatwa Ulama di timbang dengan Al Quran dan Sunnah ash shahihah. dan jelas ayat mengatakan "“Wahai orang-orang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan ulil Amri di antara kalian..” (QS. An Nisa (4): 59)

    Hasan Al Bashri, dan Abu al ‘Aliyah: “Dan Ulil Amri di antara kalian” artinya ulama.”

    dan semua komentar antum harus ditimbang,secara syar'i dan referensi nya jelas bukan pemahaman bukan anda bawa ayat anda tafsirkan sendir. ini salah akhy

    wallahu'alam

    BalasHapus

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!