Jumat, 01 Juli 2011

HADIST PUASA NISFHU SYA'BAN



oleh : Syaikh Ibnu Utsaimin

Ibnu Rajab rahimahullâh menyebutkan dalam al- Lathâ’if, (hlm. 143, cet. Dar Ihyâ’ Kutubil Arabiyah) dalam Sunan Ibnu Mâjah dengan sanad yang lemah (Dhaif) dari ‘Ali radhiyallâhu'anhu bahwa Nabi Shallallâhu 'Alaihi Wasallam bersabda, Jika malam nisfu Sya’bân, maka shalatlah di malam harinya dan berpuasalah pada siangnya. Karena Allâh Ta'ala turun pada saat matahari tenggelam, lalu berfirman, “Adakah orang yang memohon ampun lalu akan saya ampuni ? adakah yang memohon rizki lalu akan saya beri ? …”[6]

Saya (Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin) mengatakan, “Hadits ini telah dihukumi sebagai hadits PALSU oleh penulis kitab al Mannâr. Beliau rahimahullâh mengatakan (Majmu’ Fatawa beliau 5/622), ‘Yang benar, hadits itu MAUDHU’ (palsu), karena dalam sanadnya terdapat Abu Bakr, Abdullah bin Muhammad, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Abi Bisrah. Imam Ahmad rahimahullâh dan Imam Yahya bin Ma’in rahimahullâh mengatakan, ‘Orang ini pernah memalsukan hadits.”

Berdasarkan penjelasan ini, maka puasa khusus pada pertengahan Sya’bân itu bukan amalan sunah (yang disyariatkan). Karena berdasarkan kesepakatan para ulama’, hukum syari’at tidak bisa ditetapkan dengan hadits-hadits yang derajatnya berkisar antara lemah dan palsu. Kecuali kalau kelemahan ini bisa tertutupi dengan banyaknya jalur periwayatan dan riwayat-riwayat pendukung, sehingga hadits ini bisa naik derajatnya menjadi Hadits Hasan Lighairi. Dan ketika itu boleh dijadikan landasan untuk beramal kecuali kalau isinya mungkar atau syadz (nyeleneh).

Dari sini jelaslah bahwa mengkhususkan untuk puasa pada Nisfu Sya’ban dan Shalat pada malam nya adalah Amalan yang Tidak ada dasarnya didalam agama ini. Karena hadits ini itu derajatnya PALSU (MAUDHU’). Dan hadits yang Lemah, Palsu dan Tidak ada Asal Usul nya, Tidak dapat dijadikan sandaran didalam beramal. Maka dari itu, tidak ada shalat khusus pada malam Nisfu Sya’ban dan tidak ada Puasa khusus pada siang hari Nisfu Sya’ban. Barangsiapa yang berpuasa khusus pada Nisfu Sya’ban maka amalan nya tertolak. Sebagaimana didalam hadits yang Shahih.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : ‘Barang siapa berbuat suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami (Allah dan Rasul-Nya), maka amalan itu tertolak.”

Read more: http://www.abuayaz.co.cc/2010/07/benarkah-shalat-dan-puasa-nisfu-syaban.html#ixzz1PjLj3xm4

2 komentar:

  1. Oh, masya Allah. Biarkan saya berbagi juga, Saudaraku.

    Ada aplikasi bernama SalafiDB, gratis, ia aplikasi berisi:

    1. Al-Qur’an dan terjemahan dalam bahasa Indonesia
    2. Tafsir Ibnu Katsir (dalam bahasa Inggris)
    3. Shahih Bukhari dalam bahasa Indonesia
    4. Shahih Muslim dalam bahasa Indonesia
    5. Bulughul Maram Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam bahasa Indonesia
    6. Riyadhus Shalihin Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
    7. Hadits Arba’in Imam Nawawi dalam bahasa Indonesia
    8. Kumpulan fatwa ulama Arab Saudi Lajnah Da’imah (dari http://fatwa-ulama.com) berbahasa Indonesia
    9. Kumpulan (mirror) dari situs http://almanhaj.or.id berbahasa Indonesia
    10. Kumpulan e-book berisi penjelasan-penjelasan yang sangat penting untuk umat Islam termasuk menjelaskan pokok-pokok penyimpangan ajaran Islam (ini sangat penting) dalam bahasa Indonesia.

    Anda dapat membaca uraian dan mengunduhnya di:
    1. SalafiDB Versi Windows: http://bacasalaf.wordpress.com/2012/07/05/salafidb-40-versi-windows/

    2. SalafiDB Versi Linux: http://bacasalaf.wordpress.com/2012/07/05/salafidb-sebuah-aplikasi-al-quran/

    Ukurannya hanya sekitar 50 MB. Saya sangat merekomendasikan aplikasi ini untuk kaum muslimin se-Indonesia. Saya sendiri telah mengambil faidah yang besar sekali dari aplikasi ini. Semoga ini bermanfaat.

    BalasHapus
  2. terima kasih, sangat bermanfaat.

    bisnis online mantap www.kiostiket.com

    BalasHapus

Article's :

QAULAN-SADIDA.BLOGSPOT.COM

SEKOLAH YUUK..!!